Campuran

Terjemah Kitab As Sab’iyyat Fi Mawaidzil Bariyyat

PASAL YANG KEEMPAT KEBINASAAN NAMRUDZ BIN KAN’AAN

Kebinasaan Namrudz bin Kan’aan terjadi pada hari Rabu, ia dibinasakan Allah dengan tentara nyamuk. Allah berfirman :

Artinya : ” ….. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri … “. (QS. Al Muddatstsir : 31)

Namrudz alaihil la’nah memiliki bala tentara sebanyak tujuh ratus ribu penunggang kuda dengan persenjataan yang lengkap. Ia berkata kepada Ibrahim alaihissalaam: “Hai Ibrahim, bila Tuhanmu memang mempunyai malaikat, maka hendaklah dikirimkan-Nya kepadaku untuk berperang denganku, dan kalau sanggup ambillah kerajaan daripadaku!?

Maka Ibrahim lalu bermunajat kepada Tuhannya, katanya: “Ilaahii, sesungguhnya Namrudz dengan segenap bala tentaranya menunggu kedatangan bala tentara-Mu, maka kirimkanlah kepadanya bala tentara dari selemah-lemah makhluk-Mu, yaitu nyamuk!”.

Memang, nyamuk adalah makhluk Allah yang paling lemah, sebab bila binatang lainnya makan sampai kenyang akan hidup, tetapi bila nyamuk makan sampai kenyang, maka ia akan mati. Ketika Namrudz dan bala tentaranya telah berkumpul di medan laga, maka Allah lalu memerintahkan bala tentara nyamuk keluar dari lautan. Lalu keluarlah bala tentara nyamuk hingga menutupi permukaan bumi dan langit. Kemudian mereka bertanya: “Tuhan kami, perintah apakah yang harus kami laksanakan?”.

Allah menjawab: “Aku telah menjadikan rezeki kalian hari ini berupa daging bala tentara Namrudz alaihil la’nah!”.

Kemudian Allah memberi kekuatan pada sengat nyamuknyamuk itu hingga tidak terhalang oleh tameng dan perisai. Lalu nyamuk-nyamuk itu pun mulai beraksi menyerang balatentara Namrudz, daging dan darah mereka sikat semua, sehingga tidak tersisa seorang pun dari bala tentara Namrudz yang banyak itu.

Kemudian Allah mewahyukan kepada bala tentara nyamuk itu agar memberi tunda kepada Namrudz, supaya ia dapat menyaksikan sendiri bagaimana dahsyatnya kehancuran yang dihadapi oleh bala tentaranya itu.

Maka nyamuk-nyamuk itu pun membiarkan Namrudz, sehingga ia dapat pulang ke rumahnya.

Nabi Ibrahim alaihissalaam merasa kagum menyaksikan peristiwa itu. Kemudian Allah mewahyukan kepadanya: “Wahai Ibrahim, demi kemuliaan dan keagungan-Ku, sekiranya engkau tidak meminta kepada-Ku supaya mengutus bala tentara nyamuk, tentu Aku akan mengirimkan balatentara yang lebih halus dari nyamuk, hingga seandainya seribu di antaranya berkumpul jadi satu, tidak akan mencapai besarnya nyamuk, dan akan Ku musnahkan mereka dengannya”.

Sebagaimana firman Allah: “Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri”.

Tatkala telah dekat siksaan bagi Namrudz, Allah lalu mengirim satu nyamuk. Nyamuk itu berkeliling di sekitar pohon selama tiga hari, dan setelah berlalu tiga hari, ia lalu masuk ke kepala Namrudz melalui batang hidungnya. Kemudian ia memakan otak Namrudz selama empat puluh hari.

Adapun hikmat berkelilingnya nyamuk itu di sekitar pohon selama tiga hari itu adalah sebagai peringatan bagi Namrudz. Seakan-akan Allah hendak mengatakan: “Kami telah memberi tempo kepadamu, atas kemaksiatan dan kekufuranmu itu Kami tidak membalasnya dengan tiba-tiba; apabila engkau kembali dalam masa tiga hari itu, Kami tetap akan menerimamu, bagimu keamanan dan dari Kami penerimaan (qobul); namun apabila engkau tidak juga kembali (sadar), maka aib atas dirimu, sedangkan Kami telah menunjukkan karunia dan kemurahan Kami!”.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56Laman berikutnya
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker