BAB KETUJUH HARI JUM’AT
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (QS. Al Jumu’ah : 9)
Telah diriwayatkan oleh Anas bin Malik rodliyallaahu anhu dengan sanad yang sama dengan yang disebutkan pada bab pertama.
Ia berkata: Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam ditanya tentang hari Jum’at. Maka Beliau menjawab: “Hari Jumat adalah hari silaturrohmi dan pernikahan”. Para penanya itu menanyakan kembali: “Apa sebab demikian Ya Rasulullah?”. Jawab: “Karena para anbiya’ alaihimushsholaatu wassalaam dahulu melakukan pernikahan pada hari itu”.
(Uraian): Berkata sebagian ulama: Telah terjadi tujuh pernikahan antara para anbiya’ dan antara para aulia’ pada hari Jum’at; yaitu :
Pertama : Pernikahan antara Adam dan Hawa alaihimassalaam.
Kedua : Pernikahan antara Yusuf dan Zulaikha alaihimassalaam.
Ketiga : Pernikahan antara Musa dan Shafwaro alaihimassalaam.
Keempat : Pernikahan antara Sulaiman dan Balqis alaihimassa laam.
Kelima : Pernikahan antara Muhammad Shallallaahu alaihi wa sallam dan Siti Khodijah alaihissalaam.
Keenam : Pernikahan Muhammad Shallallaahu alaihi wa sallam dan Siti A’isyah alaihassalaam.
Ketujuh : Pernikahan antara Sayyidina Ali bin Abi Tholib alaihissalaam dan Fathimah alaihassalaam.






One Comment