PASAL YANG KEEMPAT KEDATANGAN BUNYAMIN KE KOTA MESIR
Bunyamin, adik kandung Nabi Yusuf alaihissalaam memasuki Mesir pada hari Kamis, maka ia bertemu dengan Yusuf alaihissalam. Seperti yang diceritakan Allah sebagai :
Artinya : “Dan tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf, Yusuf membawa saudaranya (Bunyamin) ke tempatnya, Yusuf berkata : Sesungguhnya aku (ini) adalah saudaramu, maka janganlah kamu berduka cita terhadap apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. Yusuf : 69)
Pada waktu saudara-saudara Yusuf seayah membawa Benyamin (Yaitu adik kandung Nabi Yusuf) menjumpai Nabi Yusuf, Yusuf berdiri di balik tirai, sedang mereka berdiri di hadapannya di luar tirai. Ketika Yusuf memandang muka adiknya itu, Beliau lantas teringat kepada ayahandanya Ya’qub alaihissalaam, maka menangislah ia dengan tersedu-sedan.
Kemudian Yusuf memerintahkan kepada pengawalnya untuk menanyakan kepada mereka tentang berita ayah mereka. Mendengar pertanyaan pengawal itu, mereka semua menundukkan kepala seraya mengatakan: “Beliau sekarang selalu menangis dan bersedih serta bertadlarru’”.
Kemudian Yusuf memerintahkan supaya tirai diangkat, maka mereka semua memberi salam kepada Beliau. Dan Bunyamin maju seraya menyodorkan surat ayahnya kepada Yusuf alaihissalaam.
Yusuf menerima surat itu, lalu ia memerintahkan kembali agar tirai diturunkan. Beliau pun membuka surat itu sambil menangis terisak-isak. Adapun isi surat tersebut menjelaskan tentang keadaan yang dialami oleh Ya’qub alaihissalaam karena kesusahannya atas perpisahan dengan putranya Yusuf.
Setelah Yusuf membaca isi surat itu, lalu surat itu dilipatnya, dan ia pun menghapus air matanya. Kemudian Beliau memerintahkan mengangkat tirai itu kembali, dan juga menyuruh hidangkan makanan.
Yusuf mengatur mereka, setiap dua orang bersaudara seayah dan seibu duduk pada satu meja makan. Maka duduklah mereka masing-masing dengan saudara mereka, berdua-duaan, kecuali Bunyamin, karena ia adalah saudara seayah dan seibu dengan Yusuf, ia pun duduk sendirian. Bunyamin menangis karena merasa sedih, ia pun tidak menjamah makanan itu.
Maka bertanyalah Yusuf alaihissalaam: “Kenapa pemuda ini menangis?”.
Mereka menjawab: “Dahulu ia mempunyai saudara seibu, namun saudaranya itu telah dimangsa serigala, maka mungkin ia menangis karena teringat atas perpisahan dengan saudaranya itu”. Kemudian Yusuf berkata? “Mari ke sini wahai pemuda, duduklah denganku, jangan makan sendirian”.
Setelah Bunyamin mendekat, Yusuf memandangnya dengan teliti, lalu ia jatuh tak sadarkan diri. Setelah siuman, Beliau berkata: “Aku adalah saudara kandungmu sendiri!”.
Maka mereka berduapun berpelukan, dan saling tangismenangisi.
(Renungan): Ketika Bunyamin merasa dirinya terasing sendirian, ia menjadi bingung. Maka Yusuf berkata kepadanya : “Sesungguhnya aku adalah saudara kandungmu sendiri!”.
Juga Musa alaihissalaam ketika merasa dirinya di tempat asing, Beliau merasa kebingungan. Lantas Allah berkata kepadanya: “Sesungguhnya Aku adalah Tuhanmu!”.
Demikian pula seorang yang berbuat kemaksiatan, bila ia kebingungan di dalam lautan maksiat, maka Allah berkata kepadanya:
Artinya : “Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku bahwa sesungguhnya Akulah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Hijr: 49)






One Comment