PASAL YANG KELIMA UNTUK PERTAMA KALI JIBRIL TURUN MENJUMPAI NABI SAW.
Untuk pertama kalinya Jibril alaihissalaam turun menjumpai Nabi kita Shallallaahu alaihi wa sallam terjadi pada hari Senin.
Adapun sebabnya adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam telah beribadat kepada Allah dengan peribadatan yang banyak sekali, dan melakukan mujahadah selama empat puluh tahun, sehingga semua orang sepakat akan kebaikan akhlaknya, dan mereka menggelarinya dengan sebutan Muhammad Al Amiin.
Ketika ibadatnya itu telah mencapai puncaknya, maka Allah menanamkan rasa rindu kepada-Nya ke dalam hatinya, sehingga mengalahkan rasa kecintaan kepada selain-Nya. Hal ini menyebabkannya banyak merenung dan berduka.
Kata Syair :
Artinya : “Jika kaum lelaki bermain dengan apa saja
Maka kulihat cinta mempermainkan kaum pria”.
Keadaan Beliau yang demikian itu akhirnya diketahui juga orang-orang di sekelilingnya.
Hamzah pamannya berkata kepada adiknya Atikah: “Apakah gerangan yang menyebabkan Muhammad bermuram durja, kulihat muka pucat, banyak merenung dan suka menyendiri?!”.
Tetapi Atikah tidak memberikan komentar apa-apa atas pertanyaan abangnya itu. Kemudian mereka memanggil Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam. Setelah Beliau datang, mereka mengajukan pertanyaan kepada Beliau: “Seandainya hatimu merasa gundah atau ada penyakit yang kau rasakan pada dirimu, beritahukanlah kepada kami, supaya kami dapat mengusahakan penyembuhannya?!”.
Namun Rasulullah diam seribu bahasa.
Akhirnya mereka ingat bahwa Beliau adalah sahabat Abu Bakar, mungkin Beliau mau menumpahkan isi hatinya kepada sahabatnya itu.
Karena itu mereka meminta bantuan Abu Bakar rodliyallaahu anhu untuk menyelidikinya.
Ketika Rasulullah ditanya Abu Bakar, Beliau menjawab: “Wahai Abu Bakar sahabatku, hatiku berada dalam kebimbangan, diriku seakan-akan terbakar, mataku sulit dipicingkan. Aku tidak mengetahui gerangan apakah yang menyebabkan semua ini?!”.
Lalu Rasulullah mengambil air, mandi dan memakai sarung serta memakai jubah, kemudian menuju ke Gua Hiraa.
Di sana Beliau menangis dan bertadlarru kepada Allah, sambil meletakkan mukanya ke atas tanah, sehingga para malaikat di tujuh lapis langit dan para bidadari di dalam Surga menjadi gempar. Mereka berkata: “Wahai Tuhan kami, kami mendengar suara rintihan pencinta, dan ketadlarru’an orang yang rindu!”.
Maka Allah lalu mewahyukan kepada malaikat Jibril alaihissalaam: “Wahai Jibril, telah tiba waktu turunnya wahyu, dan menampakkan hukum-hukum perintah dan larangan. Turunlah engkau kepada kekasih-Ku, makhluk pilihan dan yang paling baik”.
Sampaikanlah salam-Ku dan hadiah-Ku kepadanya!.
Kemudian turunlah malaikat Jibril alaihissalaam seraya berteriak kepada Rasulullah ketika ia masih berada di udara; lantas Rasulullah melihat ke langit, tampak oleh Beliau seseorang dengan memakai pakaian warna hijau sedang berada diantara langit dan bumi, kemudian turun mendekati Beliau. Malaikat Jibril lalu berkata: “Bacalah!”.
Rasulullah merasa takut, lalu malaikat Jibril memegang pundak Beliau dan digoyang-goyangkannya, seraya berkata: “Bacalah!”.
Rasulullah menjawab: “Saya tidak bisa membaca!”. Jibril mengatakan pula: “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan, yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah”.
Kemudian malaikat Jibril lenyap dari pandangan Rasulullah. Rasulullah segera pulang ke rumahnya, kemudian Beliau menceritakan kejadian yang dialaminya itu kepada isterinya Khodijah.
Lalu Beliau berkata: “Selimutilah aku wahai Khodijah! karena aku telah ditimpa musibah”.
Khodijah rodliyallaahu anhu berkata: “Ya Muhammad,
sesungguhnya engkau telah menyambungkan tali kekeluargaan, menyayangi anak-anak yatim, dan menyukai perkara-perkara yang baik dan akhlak yang mulia. Tuhanmu tidak akan melakukan sesuatupun untukmu, melainkan yang baik-baik saja. Mungkin itu adalah An Naamusul Akbaru (Jibril) yang juga telah pernah turun kepada nabi-nabi terdahulu.
Ketika Beliau sudah diselimuti oleh Khodijah, maka Jibril alaihissalaam turun kembali sambil membacakan wahyu: “Wahai orang yang berselimut, bangkitlah dan beri ingatlah!”.
Kemudian Rasulullah berkata: “Wahai Khodijah, ini dia telah turun kembali!!”.
Khodijah berkata: “Ya Muhammad, aku akan menyibakkan rambutku, bila ia setan ia tidak akan pindah dari tempatnya; namun bila ia adalah utusan Allah, maka ia akan lenyap”.
Ketika Khodijah menyibakkan rambutnya, maka lenyaplah Jibril dari pandangan mata. Lalu Rasulullah berkata: ?Wahai Khodijah, ia telah lenyap dari pandanganku”.
Maka berkatalah Khodijah: “Ya Muhammad, ajukanlah Islam kepadaku, karena engkau adalah utusan Allah, dan ia tadi adalah Arruuhul Amiin”.
Lalu Rasulullah mengajukan Islam kepada Khodijah, dan masuk Islamlah ia. Maka ia adalah wanita pertama yang memeluk agama Islam.






One Comment