PASAL YANG KEEMPAT MAKAR FIR’AUN TERHADAP NABI MUAA ALAIHISSALAAM
Firman Allah Subhanahu wa Ta’alla:
Artinya : “Maka himpunkanlah segala daya (sihir) kamu sekalian kemudian datanglah dengan berbaris”. (QS.Thoha : 64 )
Fir’aun dan haamaan berkata kepada Nabi Musa alaihissalaam Engkau telah pergi meninggalkan kami untuk mempelajari sihir, dan sekarang Engkau kembali kepada kami, maka kami akan mengumpulkan tukang-tukang sihir untuk menandingimu.
Kamudian mereka mengumpulkan tukang-tukang sihir dengan peralatan sihir mereka yang berjumlah tujuh puluh ribu macam benda, berupa tongkat dan tambang. Lalu mereka melemparkan benda-benda itu dengan kekuatan sihir mereka, maka berubahlah seluruh benda-benda itu menjadi berbagai macam ular yang menakutkan, sehingga Musa merasa gentar. Lantas Allah mewahyukan kepadanya : “jangan takut, sesungguhnya engkau yang paling unggul (menang).
Demikian lah pula halnya seorang mukmin yang menghadapi ajalnya, ia melihat malaikat maut yang akan mencabut nyawanya, dengan memendang Iblis yang ingin menghapus Imanya, maka takutlah Ia. Lantas turunlah malaikat yang menggembirakannya: “Jangan tajut dan jangan sedih, dan gembiralah dengan surga yang telah di janjikan kepadamu.
Setelah tukang-tukang sihir itu melemparkan alat-alat sihir mereka sehingga berubah menjadi ular-ular yang menakutkan, maka Allah memerintahkan kepada Nabi Musa agar melemparkan tongkat yang ada di tangannya; Firman-Nya :
Artinya : “Dan lemparkan lah apa yang ada di tangan kanamu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat…”. (QS. Tohaa :69)
Seakan-akan Allah hendak mengatakan : Hai Musa, tukang-tukang sihir itu telah melemparkan tongkat-tongkat dan tambang-tambang mereka sehingga engkau melihat sihir ereka yang hebat. Maka sekarang lemparkanlah tongkatmu, supaya engkau dapat melihat kekuatan Tuhanmu yang Qodiim.
Lalu Musa melemparkan tongkatnya, seketika itu juga berubahlah tongkat itu menjadi ular yang maha besar, yang segera menelan hasil karya tukang-tukang sihir itu. Setelah ular itu mengangakan mulutnya sambal berjalan menuju ketempat tukang-tukang sihir itu. Maka berlarilah orang-orang kafir itu saling tindih menindih, sehingga banyak diantara mereka yang mati.
Kemudian ular itu menuju singgasana Fir’aun. Setelah ia dekat Fir’aun menjerit : Wahai musa, tolonglah aku!.
Maka musa mengambil ular itu, setelah berada di tangan musa, seketika itu juga isa berubah kembali menjadi sebuah tongkat.
Ketika tukang-tukang sihir melihat kejadian itu, dengan segera mereka sujud mengundurkan diri, seraya berkata : kami beriman kepada Tuhan semesta alam yaitu Tuhan Musa dan Harun.
Dikala mereka sujud itu, Allah menampakkan kepada mereka semua isi bumi, dan dikala mereka mendongakan kepala mereka kelangit, Allah menampakan kepada mereka segala isi langit sampai ke Arsy, sehingga mereka merasa rindu kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
Kemudian Fir’aun berkata kepada mereka : Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian.
Sesungguhnya ia adalah pemimpin mu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimabal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma, dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya.
Tukan-tukang sihir itu menjawab : Kami tidak akan mengutamakan kamu dari bukti-bukti yang nyata (Mukjizat), yang telah dating kepada kami daripada Tuhan yang telah menciptakan kami, maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja. Hai Fir’aun, engkau hanya dapat memotong tangan dan kaki kami saja, Namun engkau tidak sanggup memotong ma’rifah dari hati kami.
(Renungan) : Tukang-tukang sihir itu dahulu adalah orang-orang yang kafir dan hianat, mereka bersekongkol dengan Fir’aun untuk menentang Mu’jizat Nabi Musa alaihissalaam, namun ketika mereka bersujud dengan membawa dosa-dosa besar ini, Allah mengangkat hijab langit dan bumi, dan memuliakan mereka dengan keimanan, dan menjadikan mereka sebagai Aulia-Nya. Maka betapa pula halnya Umat Muhammad Shallallaahu alaihi wa salam, bila mere menuju ke Baitullah Al Haram, dengan taubat dan penyasalan, suci dari hadas kecil dan besar, kemudian masuk kedalam Masjidil Haram dengan niat untuk melaksanakan kebaikan dan peribadatan, lalu sujud dengan Khudlu’dan khusu, betapa Allah tidak akan memuliakan mereka dengan suatu kemuliaan dan menempatkan mereka pada Daarul muqomah (Surga)?
(Renungan Lainya) : Allah menambahkan tongkat Nabi Musa di dalam Al Qur’an dengan tiga nama. Yaitu Hayyatun Tas’aa, Janun dan Tsu’banun Mubiin. Sedangkan kalimat Tauhid mempunyai tujuh puluh nama. Tongkat itu adalah mu’jizat nabi musa, sedang kalimat Tauhid adalah kalimat Maula (Allah). Allah berfirman :
Artinya : “Dan kalimat Allah itulah yang tinggai…”. (QS. AT TAUBAH :40)
Apabila tingkat Nabi Musa telah memusnahkan tujuh puluh ribu perkakas sihir, maka sudah selayaknya bila kalimat Maula menghapuskan dosa-dosa tujuh puluh tahun, dari awal hingga akhir.






One Comment