Campuran

Terjemah Kitab As Sab’iyyat Fi Mawaidzil Bariyyat

PASAL YANG KETIGA KEBINASAAN FIR’AUN DAN BALA TENTARANYA

Fir’aun dan bala tentaranya mendapatkan kebinasaan pada hari Rabu. Adapun ceritanya adalah sebagai berikut :

Musa alaihi ssalaam beserta pengikutnya bani Israel yang berjumlah tujuh puluh ribu jiwa, pergi menuju ke tepi sungai. Dikejar oleh Fir’aun dan bala tentaranya yang berjumlah dua juta orang.

Maka setelah kedua pasukan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: “Sesungguhnya kita benar benar akan tersusul!”.

Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”.

Perkataan Musa ini sama dengan yang diucapkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam ketika sedang berada di dalam gua bersama Abu bakar Ash Shiddiq rodliyallaahu anhu: “Jangan berduka, Allah bersama aku!”.

Dan firman Allah kepada ummat Muhammad: “Dia beserta kalian di mana saja kalian berada!”.

Orang yang mengatakan bahwasanya Tuhannya beserta dirinya, bisa selamat dari orang-orang kafir; apalagi Tuhan sendiri yang mengatakan untuknya: “Aku bersama kalian! tidak akan selamat dari siksa neraka?”.

(Kembali ke alur cerita): Kemudian Allah mewahyukan kepada Musa alaihissalaam: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu!”.

Maka terbelahlah lautan itu, dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.

Musa dan kaumnya berjalan melintasi lautan itu dengan selamat, sedangkan, Fir’aun dan bala tentaranya yang menyusul kemudian tenggelam dan akhirnya masuk ke neraka.

Dikatakan bahwa tatkala Fir’aun melihat azab yang akan menimpanya, ia lalu berusaha menyelamatkan diri dari bahaya tenggelam.

Tetapi Jibril menyumpal mulutnya dengan sebongkah tanah, hingga ia meminta tolong kepada jibril sampai tujuh puluh kali.

Karena itulah Allah mencela: “Hai jibril, sesungguhnya Fir’aun telah meminta tolong kepadamu sebanyak tujuh puluh kali, namun tidak kau tolong, maka demi kemuliaan dan keagungan-Ku, seandainya ia meminta tolong kepada-Ku walau hanya satu kali saja, Aku pasti akan menyelamatkannya dari bahaya tenggelam!

Penyair bermadah :

Artinya : “Walaupun Fir’aun itu telah berbuat aniaya dan berkata dusta serta membuat kebohongan terhadap Allah apabila ia bertobat kepada Allah seraya memohon ampunan maka tidaklah ia mendapatkan Allah kecuali sebagai Dzat yang Maha Pengampun”.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56Laman berikutnya
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker