Campuran

Terjemah Kitab As Sab’iyyat Fi Mawaidzil Bariyyat

PASAL YANG KEDUA TERBUNUHNYA NABI YAHYA ALAIHISSALAAM

Nabi Yahya alaihissalaam terbunuh pada hari Selasa. Adapun sebabnya adalah sebagai berikut :

Tersebutlah pada bangsa Israel, ada seorang raja mempunyai istri yang telah mempunyai putri dari lelaki lain. Istrinya itu ingin mengawinkan putrinya itu kepada sang raja, suaminya.

Sebab ia takut sang raja kawin lagi dengan perempuan lain. Kemudian untuk merealisasikan keinginannya itu. Suatu hari ia mengadakan pesta perayaan, Nabi Yahya turut diundang menghadirinya. Pada saat itulah ia mengutarakan maksudnya kepada Nabi Yahya, meminta kepada Beliau agar keinginannya itu diizinkan. Namun Nabi Yahya tidak meluluskan permintaan perempuan itu. Beliau berkata: “Ini adalah haram menurut ajaran Islam!”.

Kemudian Yahya alaihissalaam pergi meninggalkan perempuan itu, yang menjadi marah bukan kepalang.

Ia lalu mencari daya upaya buat mencelakakan Yahya alaihissalaam. Ia memberi suaminya minuman yang memabukkan. Setelah dilihatnya suaminya mabuk, lalu ia menghiasi puterinya dengan sebagus-bagusnya, kemudian diperlihatkannya kepada suaminya, seraya berkata: “Bahwasanya Yahya melarang aku mengawinkannya denganmu!”.

Lalu raja itu mengundang Yahya, lantas ditanyanya: “Bagaimana pendapatmu tentang hal ini?”.

Yahya menjawab: “Itu haram!”.

Kemudian raja itu lalu memerintahkan agar Yahya dibunuh. Maka mereka sembelihlah Yahya ibarat menyembelih kambing, sehingga para malaikat di langit gempar.

Para malaikat itu berkata: “Ilaahii, apakah gerangan dosa yang telah dikerjakan Yahya, sehingga mereka membunuhnya?”.

Allah berfirman: “Yahya tidaklah berdosa, juga tidak bermaksud untuk berbuat dosa sedikitpun. Tetapi ia mencintai Aku, maka Aku pun mencintainya. Maka dalam percintaan itu haruslah ada pembunuhan”.

(Dihikayatkan): tentang Husein Al Hallaaj ‘semoga rahmat Allah melimpah atasnya’ bahwa ia telah dipenjarakan selama delapan belas hari, ketika suatu hari lewat Syibli ‘semoga rahmat Allah melimpah atasnya, Syibli bertanya: “Wahai Husein, apakah cinta itu?”.

Al Hallaaj menjawab: “Jangan tanyakan tentang hal itu hari ini, tetapi tanyakanlah besok!”.

Keesokan harinya, ia dikeluarkan dari dalam penjara, lalu diikatkan pada suatu tiang gantungan untuk dibunuh. Kemudian lewatlah Syibli dihadapannya, lalu Al Hallaaj memanggilnya: “Wahai Syibli, cinta itu dimulai dengan “Harq” (terbakar) dan diakhiri dengan “Qotl” (terbunuh)”.

(Dihikayatkan): tentang Abu Yazid Al Busthami ‘semoga rahmat Allah melimpah atasnya bahwa ia berjalan di suatu padang pasir, tiba-tiba tampak olehnya empat puluh pemuda ahli tarekat mati dalam keadaan lapar dan dahaga, lalu Abu Yazid munajat ke hadlirat Tuhannya: “Ilaahii, Engkau telah membunuh para pencinta, dan sampai berapa lagi Engkau akan menumpahkan darah para pencinta?!”.

Maka terdengarlah suara mengatakan: “Wahai Abu Yazid, Aku telah menumpahkan darah, akan tetapi Aku ganti diatnya!”. Abu Yazid bertanya: “Apakah diatnya mereka itu?”.

Jawab: “Diat orang yang terbunuh oleh sesama makhluk adalah dinar, sedangkan diat orang terbunuh oleh Al Haq, adalah melihat Al Ghoffaar (Allah)!”.

Abubakar Asy Syibli telah ditanya tentang cinta, maka dijawabnya: “Cinta itu mabuk. Mereka minum dari piala kasih sayang, maka terasa sempitlah bumi dan negeri bagi mereka; barangsiapa mengenal keagungan Allah dengan sebenar-benarnya, maka ia akan termangu-mangu melihat kekuasaan-Nya; barangsiapa meminum dari piala cinta-Nya, maka akan tenggelam dalam lautan kesenangan-Nya, dan akan merasa kelezatan bermunajat dengan-Nya; dan barangsiapa mengenal Allah, ia tidak akan merasa senang dengan yang lain-Nya.

Artinya : “Ingat kekasih wahai tuan telah memabukkan aku.

Tidakkah tuan lihat orang mencinta itu selain mabuk”.

PASAL YANG KETIGA TERBUNUHNYA NABI ZAKARIYA ALAIHISSALAAM

Nabi Zakariya alaihissalaam terbunuh pada hari Selasa. Hal tersebut terjadi karena Nabi Zakariya melarikan diri dari orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi itu mengejarnya, ketika mereka telah dekat dengannya, Nabi Zakariya melihat ada suatu pohon, lalu ia berkata: “Wahai pohon, sembunyikanlah aku di dalammu!!”.

Lalu pohon itu terbelah, setelah Nabi Zakariya masuk ke dalamnya, maka ia tertutup kembali.

Ketika orang-orang Yahudi itu datang, mereka tidak mendapatkan Nabi Zakariya. Kemudian Iblis berkata kepada mereka: “Sesungguhnya ia telah bersembunyi di dalam pohon itu”.

Mereka lalu membelah pohon itu dengan gergaji menjadi dua bagian, supaya Nabi Zakariya mati di dalamnya, demikian anjuran Iblis.

Tatkala gergaji itu mengenai kepalanya, Nabi Zakariya menjerit, katanya: “Aaaah!”.         

Maka terjadilah gempa di kerajaan langit, sehingga dengan segera Jibril turun menemuinya, seraya berkata: “Ya Zakariya, bahwasanya Allah berfirman untukmu: bila engkau mengatakan sekali lagi “Ah “, maka engkau akan dihapus dari daftar nabinabi”.

(Dihikayatkan) tentang Yahya bin Mu’az Ar Raazi, suatu malam ia munajat, katanya: “Ilaahii, bila aku meminta kepadaMu, maka Engkau payahkan aku; bila aku lari dari-Mu, maka Engkau bakar aku; dan bila aku mencintai-Mu, maka Engkau bunuh aku. Sungguh tidak ada tempat lari daripada-Mu”.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56Laman berikutnya
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker