PASAL YANG KETUJUH RASULULLAH SHALLALLAAHU ALAIHI WA SALLAM MASUK KE KOTA MEKAH
Rasulullah Shallallaah alaihi wa sallam masuk ke kota Mekah pada hari Kamis, sebagaimana yang diceritakan Allah, dengan Firman-Nya:
Artinya : “Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya”. (QS. Al Fath: 27)
Sebab turun ayat ini adalah sebagai berikut :
Pada tahun terjadinya perjanjian Al Hudaibiyah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam bermimpi, dan mimpinya itu Beliau ceritakan kepada para sahabatnya, kata Beliau: “Bahwasanya Allah Ta’ala telah memperlihatkan kepadaku dalam tidurku bahwa la memuliakan aku dengan kemenangan dan memasukkan aku ke kota Mekah”.
Ketika Beliau menuju ke Mekah, maka Beliau ditemui oleh Suhail bin Amru, dan terjadilah perjanjian antara Beliau dengannya. Kemudian Rasulullah kembali pulang.
Maka berkatalah Umar bin Khoththob rodliyallaahu anhu: “Ya Rasulullah, Baginda telah mengatakan bahwa Allah Ta’ala telah memerintahkan Baginda supaya memasuki kota Mekah, kenapa sekarang Baginda tidak memasukinya?”.
Rasulullah menjawab: “Walaupun tahun ini aku tidak memasukinya, namun aku akan memasukinya tahun depan!”.
Tatkala datang tahun berikutnya, maka Allah membukakan kota Mekah baginya, dan turunlah Jibril dengan ayat tersebut di atas: “Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu): Bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, Insya Allah dalam keadaan aman ….
(Berkata ahli isyarat): bahwa Allah menyebutkan di dalam Al Qur’an tujuh mimpi:
Pertama: Mimpi Al Khobil Ibrahim alaihissalaam, sebagaimanafirman Allah :
Artinya : “Ibrahim berkata : Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu”. (QS. Ash Shaffaat : 102)
Kedua: mimpi Yusuf alaihissalam titik firman Allah:
Artinya : (ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya : Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari dan bulan, kulihat semuanya sujud kepadaku”. (QS. Yusuf : 4)
Ketiga: Mimpi si tukang beri minuman raja Mesir. Sebagaimana tersebut di dalam Al Qur’an :
Artinya: “Sesungguhnya aku bermimpi akumemeras anggur”. (QS. Yusuf : 36)
Keempat : Mimpi si tukang roti raja Mesir. Tersebut di dalam Al Qur’an sebagai berikut :
Artinya : “Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku membawa roti diatas kepalaku, sebagiannya dimakan burung …. “. (QS. Yusuf: 36)
Kelima: Mimpi Raja Royyaan, diceritakan Allah di dalam Al Qur’an sebagai berikut :
Artinya : “Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya) : sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus, dan tujuh butir (gandum) yang hijau dan tujuh butir lainnya yang kering …. “. (QS. Yusuf : 43)
Keenam : Mimpi orang-orang mu’min, sebagaimana yang diwartakan Allah di dalam Al Qur’an sebagai berikut :
Artinya : “Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia …. “. (QS. Yunus: 64)
Ketujuh : Mimpi Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam, sebagaimana firman Allah :
Artinya : “Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya …. “. (QS. Al Fath : 27)
(Renungan): Sebenarnya Allah Ta’ala kuasa untuk memelihara Rasul-Nya tetap berada di kota Mekah, tanpa memerlukan kepada hijrah ke Madinah. Akan tetapi tatkala ia mengeluarkan Rasulullah dari kota Mekah orang-orang kafir mengatakan bahwa mereka telah menghinakannya, maka Allah menolong Rasul-Nya dengan kemenangan, sehingga Rasulullah berhasil membuka kota Mekah dan menguasainya.
Tidak lain maksudnya adalah agar mereka mengetahui bahwa yang memuliakan dan menghinakan itu hanyalah Allah Ta’ala semata.
Begitu pula halnya dengan Nabi Yusuf alaihissalaam. Allah pun kuasa untuk memberikan kepadanya kerajaan Mesir tanpa ia harus berpisah dari ayahnya. Akan tetapi perpisahan tersebut dimaksudkan agar semua orang tidak menganggap bahwa kemuliaan Yusuf itu dikarenakan ayahnya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya yang memuliakan dan menghinakan itu hanya Allah Ta’ala semata.
Demikian pula, Allah Ta’ala kuasa untuk memelihara hambahambanya agar tidak mengerjakan maksiat dan dosa, namun sengaja la beri kekuasaan kepada setan untuk menggoda mereka sehingga mereka terjerumus ke lembah maksiat dan dosa. Kemudian la muliakan mereka dengan tobat dan kesadaran, dan diberinya maaf dan ampunan, supaya orang-orang yang aniaya itu mengetahui bahwa mereka mempunyai Tuhan Yang Maha Pemurah, dan sesungguhnya la Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
(Suatu isyarat): Tatkala sahabat-sahabat Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam merasa putus asa dari rahmat Allah, maka Allah lalu memberi kabar gembira kepada mereka dengan pembukaan kota Mekah, firman-Nya:
Artinya : ” ….. bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, Insya Allah dalam keadaan aman … “. (QS. Al Fath : 27)
Dan putera-putera Ya’qub ketika memasuki Mesir, mereka merasa putus asa atas diri mereka, maka Allah memberi kabar gembira buat mereka dengan firman-Nya :
Artinya : ” …. Masuklah kamu ke negeri Mesir, Insya Allah dalam keadaan aman … “. (QS. Yusuf : 99)
Demikian pulalah seorang hamba yang mu’min pada hari Kiamat kelak, ketika ia menyaksikan huru-hara dan kehebatan hari Kiamat, ia merasa takut, lalu Allah menggembirakannya, sebagaimana firman-Nya :
Artinya : “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman”. (QS. Al Hijr: 46)
(Kembali ke alur cerita): Disebutkan bahwa tatkala Rasulullah memasuki kota Mekah, maka orang-orang musyrik semua berkumpul di dalam masjid dengan perasaan putus asa terhadap nyawa mereka.
Kemudian datanglah Rasulullah ke masjid itu, lalu Beliau memasukinya diiringi oleh sahabat-sahabat Beliau yang terkemuka, sedangkan bala tentara Islam berdiri mengelilingi masjid dengan tangan-tangan mereka memegangi hulu pedang mereka, sambil menantikan perintah dari Rasulullah untuk meletakkan pedang pedang mereka itu di leher-leher musuh.
Rasulullah menuju Ka’bah, lalu dibukakan pintunya bagi Beliau. Beliau shalat di situ dua rakaat. Setelah itu Rasulullah keluar, lalu berdiri di tepi pintu sambil menghadapkan muka ke arah orang-orangkafirQuraisy yang sedang menundukkan kepala mereka dengan rasa takut dan sedih. Kemudian Rasulullah mulai membuka pembicaraan, kata Beliau: “Wahai penduduk Mekah, sungguh jahat sekali perlakuan kalian terhadap Nabi kalian, kalian telah menyakiti aku dan telah mengeluarkan aku dari tanah tumpah darahku, sekarang Allah telah menolong aku dan memberikan kemenangan bagiku atas kalian, maka apakah yang kalian pandang pantas aku lakukan terhadap kalian?”.
Maka bangkitlah Suhail bin Amru salah seorang pemuka Quraisy seraya berkata: “Ya Muhammad, engkau adalah saudara yang berjiwa mulia, jika engkau menyiksa kami, maka itu karena dosa yang besar jua, dan jika engkau memaafkan kami, maka itu adalah karena pemberian maaf dari seorang yang pemurah!”.
Mendengar perkataan Suhail itu, Rasulullah tersenyum, lalu Beliau berkata: “Aku katakan terhadap kalian sebagaimana perkataan saudaraku Yusuf terhadap saudara-saudaranya : Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dialah Yang Maha Penyayang di antara para Penyayang. Kalian boleh pergi, karena kalian telah kubebaskan”.
Rasulullah membebaskan mereka semua, Beliau tidak mengambil harta mereka atau pun menawan mereka. Maka tidaklah aneh kalau kaum lelaki dan wanita mereka akhirnya menyatakan keimanan mereka.






One Comment