PASAL YANG KETUJUH KEBINASAAN KAUM HUD
Allah telah membinasakan kaum Hud dengan angin pada hari Rabu, sebagaimana firman-Nya:
Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus”. (QS. Al Qomar: 19)
(Jalan cerita): Ketika kaum telah berada pada puncak kedurhakaan kepada Tuhannya, mereka lalu menyakiti nabi mereka, mereka berkata: “Hai Hud, kami tetap menyembah berhala dan sama sekali tidak menghiraukan ocehanmu, dan kami tidak takut kepada ancamanmu. Jika Engkau benar, maka turunkanlah azab seperti yang kau katakan itu!”.
Hud menjawab: “Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu … “(QS.AlA’raaf:71)
Kemudian Allah menahan air hujan selama tiga tahun, selama itu tidak satu tetes pun air hujan membasahi mereka, sehingga timbullah musim paceklik yang berkepanjangan, binatang ternak banyak yang mati, semua orang menghadapi masa-masa sulit yang sangat.
Maka berkatalah Hud kepada kaumnya : “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu”. (QS. Huud : 52)
Mereka menjawab : “Kami tidak akan bertobat, akan tetapi kami akan mengutus beberapa orang ke Mekah untuk “istisqo” (minta turunkan hujan)”.
Adapun pada masa itu, orang-orang Arab yang musyrik sangat mengagungkan Mekah, mereka pergi ke sana untuk meminta turunnya hujan. Demikian pula halnya dengan kaum Hud, mereka lalu mengutus enam orang pergi menuju ke Mekah.
Setelah mereka sampai di Mekah, dua di antara mereka menyatakan dirinya Islam, lalu berkatalah mereka berdua: “Wahai Tuhan kami, kami berdua mengetahui bahwa Engkau akan mengazab kaum Hud, kami bukan dari golongan mereka, maka kabulkanlah doa kami dan tunaikanlah hajat kami!”.
Mereka berdua mendengar suara yang mengatakan: “Mintalah, kamu akan diberi!”.
Maka berkatalah seorang dari mereka berdua: “Tuhanku, aku mohon kepada-Mu umur tujuh burung garuda!”.
Maka terdengar jawaban: “Aku berikan apa yang kau pinta itu”.
Tinggallah empat orang kafir yang datang bersama mereka, salah seorang dari empat orang kafir itu berkata: “Ya Allah, kami tidak datang karena orang sakit yang perlu diobati, atau karena tawanan yang perlu ditebus. Ya Allah, berilah air kepada kaum Aad, sebagaimana dahulu Engkau telah memberi mereka air!”.
Kemudian bertiuplah tiga macam awan, yang satu berwarna putih,yangsatu lagi merah, dan yang lainnya berwarna hitam. Lalu terdengar suara: “Pilihlah mana yang kau suka!”.
Maka berkatalah ia: “Aku memilih yang berwarna hitam”.
Lantas terdengar suara mengatakan: “Kau telah memilih debu, maka tidak akan tersisa seorang pun dari bangsa Aad, baik orang tua maupun anak-anak!”.
Kemudian Allah memerintahkan kepada malaikat yang mengawal angin supaya ia menghembuskan angin kencang kepada kaum itu.
Berkata Wahab bin Munabbah Al Yamaani: Sesungguhnya di lapisan bumi paling bawah terdapat angin yang disebut Al ‘Aqiim. Angin inilah yang pada hari Kiamat kelak akan berkecamuk, yang akan menjebol gunung-gunung dari tempatnya, dan akan menggoncangkan bumi serta mengangkatnya sampai ke langit, dan akan meretakkan langit. Sebagaimana firman Allah :
Artinya : “Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur maka pada hari itu terjadilah hari kiamat”. (QS. Al Haaqqooh : 14-15)
Ada tujuh ribu malaikat yang menjaga angin ini.
Angin itulah yang diperintahkan Allah kepada malaikat agar dihembuskan kepada kaum Aad.
Malaikat itu bertanya: “Ilaahi, berapa banyakkah yang harus saya hembuskan?”.
Jawab: “Sebanyak ukuran hidung lembu”
Maka berkatalah malaikat itu: “Saya kira itu terlalu banyak”. Allah berfirman: “Kalau begitu seukuran lobang jarum saja!”. Tatkala datang awan hitam menaungi mereka, mereka mengatakan: “Ini adalah awan yang membawa hujan, yang akan menghujani kita”.
Namun Hud menjawab: “Bukan, tetapi itu adalah angin yang berisi azab sebagaimana yang telah kamu pinta!”.
Setelah angin itu datang kepada mereka, maka keluarlah tujuh ratus orang di antara mereka naik ke atas gunung sambil satu sama lain berpegangan tangan. Ketika mereka merasakan angin itu berhembus semakin kuat, maka berteriaklah mereka dan mereka pun berlarian ke atas gunung. Mereka terbenam ke dalam batu sampai di lutut.
Ketika saat azab tiba, maka langit pun mengeluarkan suara menggeletar dan turunlah angin kencang yang memusnahkan semua bangunan mereka, angin itu mengamuk dan mengangkat apa saja, kemudian menghancurkannya, sehingga menjadi seperti pasir. Dan pasir yang ada sekarang ini pun adalah bekas-bekasnya.
Setelah itu angin itu lalu mengangkat kaum Aad ke atas udara, kemudian dihempaskannya ke bumi, sehingga mereka menjadi ibarat batang korma yang tumbang.
Di dalam lathoifil qishooshi disebutkan bahwa, Nabi Hud alaihissalaam mengumpulkan kaum muslimin dan menggariskan di sekeliling mereka suatu garis. Ketika angin itu datang ke garis tersebut, maka berbelok kembali.
Berkata Wahab bin Munabbin: “Angin itu ada tujuh macam, tiga angin rahmat, dan empat angin azab”.
Adapun angin rahmat itu adalah sebagai berikut :
Pertama : An Naasyiroot, seperti firman Allah :
Artinya : “Dan angin yang menyebarkan rahmat Tuhannya (berupa hujan) dengan seluas-luasnya”. (QS. Al Mursalat : 3)
Kedua : Al Mubasysyiroot, seperti firman Allah :
Artinya : “Dan diantara tanda-tanda kekuasannya ialah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa kabar gembira”. (QS. Ar Ruum: 46)
Ketiga : Adz Dzaariyaat, seperti firman Allah :
Artinya : “Demi angin yang menerbangkan debu dengan sekuat-kuatnya”. (QS. Adz Dzaariyat : 1)
Semuanya ini adalah angin rahmat yang bertiup di dunia. Sedangkan angin azab itu adalah sebagai berikut :
Pertama : Ash shorshor, seperti firman Allah : asle
Artinya : “Adapun kaum Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang”. (QS. Al Haaqqoh : 6)
Kedua : Al ‘Aqiim, seperti firman Alla
Artinya : “Dan juga pada (kisah) Aad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan”. (QS. Adz Dzaariyaat: 41)
Ketiga : Al ‘ Aashif , seperti firman Allah :
Artinya : ” …… dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai … “. (QS. Yunus : 22)
Keempat : Al Qoshif, seperti firman Allah :
Artinya : ” …… Lalu Dia meniupkan atas kami angin taupan … “. (QS. AI Israa’: 69)
Keempat macam angin azab itu karena rahmat Allah Ta’ala hanya bertiup di lautan saja.
Kemudian ia berkata pula: “Ada lagi tiga macam angin rahmat lainnya, yaitu: Ash Shobaa (angin timur), Al Januub (angin selatan) dan Asy Syimaal (angin utara)”.
Ash Shobaa (angin timur itu bertiup dari Surga, dan daripadanyalah Allah menciptakan binatang melata, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Sayyidina Ali Karromallaahu wajhah, daripada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam. Beliau berkata: “Tatkala Allah hendak menciptakan kuda, maka Allah berfirman kepada angin selatan; Aku akan menciptakan darimu satu makhluk yang akan Kujadikan kemuliaan bagi auliya-Ku, dan kehinaan bagi musuh-musuh-Ku, dan ia akan membawa orang-orang yang berbakti kepada-Ku.
Lalu angin itu menerima kehendak Tuhan tersebut. Kemudian diambil-Nya segumpal angin itu dan dijadikan-Nyalah seekor kuda. Setelah itu Allah berkata kepada kuda itu. Aku telah menciptakanmu dan Aku jadikan kebaikan itu menyertaimu, kau dapat terbang tanpa sayap, dan akan Kujadikan orang yang akan menunggangimu itu, orang yang suka mengucapkan tasbih, tahmid dan tahlil serta takbir. Maka bila mereka mengucapkan tasbih, hendaklah kau ikut mengucapkannya, dan bila mereka mengucapkan tahlil, hendaklah engkau mengucapkannya pula, dan bila mereka mengucapkan takbir, engkau pun hendaklah mengucapkannya juga.
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam berkata: “Tidaklah seseorang yang menunggang kuda itu mengucapkan tasbih atau tahmid, melainkan kuda itu pun turut mendengar dan mengucapkannya pula”.
Ash Shobaa (angin timur) itu adalah angin yang diberkati, ia bertiup dari arah Ka’bah di waktu fajar. Ia juga membawa istighfar orang-orang yang memohon ampunan kepada Al Malikul Jabbaar. Ia pulalah angin yang membawa bau Yusuf alaihissalaam kepada Ya’qub alaihissalaam, sebagaimana yang difirmankan Allah :
Artinya : ” ….. berkata ayah mereka (yaitu Ya’qub) : Sesungguh nya aku mencium bau Yusuf …. “. (QS. Yusuf : 94)
Dikatakan bahwasanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam mendapatkan kemenangan pada waktu terjadi peperangan Ahzab, dengan bantuan angin timur. Seperti yang dikatakan oleh Umar Rodliyallaahu anhu: daripada Nabi Shallallaahu alaihi wa sallam, Beliau berkata: “Aku diberi kemenangan dengan bantuan angin timur, dan kaum Aad dibinasakan dengan angin kencang”.
(Renungan): Maha suci Allah yang telah memperjalankan kapal dengan angin, dan mengeluarkan rezki dengan angin, dan menghidupkan api dengan angin, dan meruntuhkan dedaunan dari pohon dengan angin, dan mengangkat langit dengan angin, dan menurunkannya bila la kehendaki juga dengan angin; begitu pula kelak jika la kehendaki pada hari Kiamat, dengan kekuasaanNya angin akan bertiup di bawah kaki ummat Muhammad sehingga memadamkan nyala api Neraka, dan dengan kekuasaan-Nya pula, akhirnya mereka dapat melintasi Neraka dengan selamat, wallaahu alam.






One Comment