Campuran

Terjemah Kitab As Sab’iyyat Fi Mawaidzil Bariyyat

PASAL YANG KEENAM KEBINASAAN SYADAAD BIN ‘AAD

Syadaad bin ‘Aad dibinasakan, Allah pada hari Rabu.

(Jalan ceritanya): Adapun ‘Aad itu mempunyai dua putera, yang satu bernama Syaadiid sedang yang lainnya bernama Syadaad.

Si Syadaad ini suka sekali menelaah kitab. Suatu ketika ia membaca tentang sifat-sifat Surga, maka berkatalah ia dalam hatinya: “Aku akan membuat di muka bumi ini suatu Surga, seperti yang disifatkan di dalam kitab”.

Pada waktu itu, seluruh dunia berada dalam kekuasaannya. Lalu ia mengajak raja-raja bawahannya untuk berembuk, ia berkata kepada mereka: “Aku ingin membangun seperti Surga yang disifatkan Allah dalam Kitab-Nya!”.

Mereka menjawab: “Hal itu terserah kepada Tuan hamba, karena kerajaan dunia ini berada di bawah kekuasaan Tuan hamba, begitu pula semua perbendaharaannya adalah milik Tuan hamba pula”.

Kemudian ia memerintahkan agar dikumpulkan semua emas dan perak yang ada, dari timur hingga ke barat. Setelah itu ia berkata: “Bangunlah untukku Surga dalam masa tiga ratus tahun!”.

Lalu berkumpullah tukang-tukang bangunan, maka dipilihnya tiga ratus di antara mereka, setiap orang dari tukang-tukang bangunan itu membawahi seribu orang”.

Mereka mengelilingi bumi selama sepuluh tahun, akhirnya mereka mendapatkan suatu tempat yang paling baik, ada pepohonan dan sungai-sungai. Maka mereka pun lalu mulai membangun Surga itu satu farsakh demi satu farsakh. Satu parsakh dari emas dan satu parsakh dari perak.

Setelah mereka anggap bangunan itu telah sempurna, lalu mereka alirkan sungai-sungainya, mereka dirikan pohonpohonnya, yang batangnya terbuat dari perak, dan cabang serta rantingnya terbuat dari emas. Dan mereka bangun pula istanaistana terbuat dari mirah delima, dengan dihiasi berbagai permata, seperti intan, berlian dan lain-lain. Kemudian mereka sirami dengan bau-bauan yang wangi seperti : misik, anbar dan lain-lain.

Setelah sempurnalah pembangunan Surga itu, mereka lalu memberi kabar kepada Syadad.

Syadad pun bersiap-siap untuk berangkat ke sana, yang akan memakan waktu sepuluh tahun perjalanan.

Untuk merealisasikan keinginan Syadad itu, raja-raja dan para pembantumereka telah mengambil emas dan perak dari rakyat dengan paksa, sehingga tidak tertinggal sedikit pun emas dan perak pada seseorang di dunia selain yang ada di leher seorang anak, yang beratnya kira-kira satu dirham. Ketika mereka akan merampasnya, anak itu berkata: “Janganlah kalian ambil emasku itu!”.

Akan tetapi mereka berkeras hendak mengambilnya juga, mereka berkata: “Kami diperintah oleh raja untuk mengambilnya!”.

Lalu emas yang sedikit itu mereka renggutkan dengan paksa dari leher anak kecil tersebut. Maka anak itu mengangkatkan tangannya ke langit, seraya berdoa: “Wahai Tuhanku, Engkau Maha Mengetahui tentang apa yang telah diperbuat oleh orang yang zalim ini terhadap hamba-hamba-Mu yang lemah, maka tolonglah kami, wahai Zat yang menolong orang-orang yang meminta tolong kepada-Nya!”.

Maka malaikat semua mengaminkan doa anak itu.

Kemudian Allah mengutus Jibril alaihissalaam. Pada waktu itu rombongan Syadaad telah sampai di dekat Surga (bikinannya) itu. Akan tetapi tiba-tiba Jibril memekik dengan suara yang mengguntur dari atas langit, maka dalam seketika mereka mati semuanya, sebelum sempat memasuki Surga tersebut. Dan tidak tertinggal seorang pun, baik yang kaya atau yang miskin, baik raja atau menteri, seperti firman Allah :

Artinya : “Dan berapa banyak telah Kami binasakan umatummat sebelum mereka, adakah kamu melihat seorang pun dari mereka atau kamu dengar suara mereka samar-samar”. (QS. Maryam: 98)

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56Laman berikutnya
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker