21. Sepuluh Hal Kebaikan dalam Salat
Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. bersabda:
“Salat adalah tiang agama, barangsiapa menunaikannya, berarti menegakkan agama dan siapa mengabaikannya, berarti menumbangkan agama.”
Selanjutnya Nabi saw. bersabda:
“Di dalam salat ada sepuluh perkara, yaitu menghiasi muka, menerangi hati, menyenangkan badan, dihibur di dalam kubur, turun rahmat, kunci surga, berat timbangan, disenangi Tuhan, harga surga dan penghalang dari neraka.”
Salat dapat menyinari hati, sebagaimana disinyalir dalam sebuah hadis:
“Salat seseorang adalah penerang hatinya, barangsiapa di antara kamu yang ingin hatinya diterangi, hendaklah memperbanyak salatnya.” (H.R. Ad-Dailami).
Salat juga mengandung arti kesembuhan badan. Nabi saw. bersabda:
“Bangkitlah kamu, lalu salatlah, karena salat adalah obat.” (H.R. Imam Ahmad dan Ibnu Majah).
Dalam hadis lain Nabi saw. bersabda:
“Sesungguhnya Allah apabila menurunkan penyakit dari langit ke ahli bumi, maka Allah memalingkannya dari orang yang meramaikan mesjid. ” (H.R. Al-Asykari).
Salatpun mendatangkan rahmat dan kunci langit. Nabi saw. bersabda:
“Salat itu menjadi kurban bagi setiap orang yang takwa.” (H.R. Al-Oudha’i, dari Ali).
Salat juga menambah berat timbangan amal dan mendatangkan eridaan Allah. Dalam hal ini Nabi saw. bersabda: .
“Tidak ada suatu keadaan pun bagi seorang hamba yang lebih dicintai oleh Allah, selain Dia melihatnya dalam keadaan sujud seraya membenamkan mukanya ke tanah.” (H.R. Ath-Thabrani).
Salat adalah menjadi penebus surga. Diriwayatkan, bahwa Nabi saw, bersabda:
“Sesungguhnya orang yang salat adalah orang yang mengetuk pintu Maha Raja dan sesungguhnya orang yang senantiasa mengetuk pintu, maka akan cepat dibukakan pintu itu baginya.” (H.R. Ad-Dailami).
Salat juga menjadi penghalang dari api neraka. Nabi saw. bersabda:
“Salat adalah timbangan, barangsiapa yang memenuhinya, maka dia akan dipenuhi.” (H.R. Al-Baihagi dari Ibnu Abbas).
Secara keseluruhan, salat fardu lima kali sehari, adalah seperti yang dijelaskan oleh sabda Nabi saw.:
“Lima kali salat, barangsiapa yang memeliharanya, maka baginya menjadi cahaya dan tanda serta keselamatan pada hari Kiamat. Barangsiapa yang tidak memeliharanya, maka baginya tidak mempunyai cahaya, tanda dan keselamatan, dan pada hari Kiamat dia bersama Firaun, Haman, Marun, dan Ubay bin Khalaf.” (H.R. Ibnu Nashr).
22. Sepuluh Cincin Ahli Surga dan Sepuluh Cincin Ahli Neraka
Dari Aisyah r.a., Nabi saw. bersabda:
“Apabila Allah berkehendak memasukkan ahli surga ke dalam surga, terlebih dahulu mengutus malaikat-malaikat untuk menemui mereka dengan membawakan hadiah dan busana dari surga, bila nanti mereka akan masuk, maka malaikat berkata kepada mereka: ‘Sesungguhnya aku membawakan hadiah tuan dari Allah Tuhan semesta alam.’ Dan mereka balik bertanya: Hadiah apa itu?”
“Malaikat menjawab: ‘Hadiah itu adalah sepuluh bis cincin’.”
“Pertama, ditulis: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu, maka masukilah surga, ini untuk selama-lamanya’.”
“Kedua, ditulis: Tatan aku sirnakan segala bentuk derita dan kesusahan’.”
“Ketiga, ditulis: “Dan. inilah surga yang Aku anugerahkan kepadamu sebagai imbalan dari jerih payah yang kau kerjakan’.”
“Keempat, ditulis: ‘Aku memakaikan beraneka ragam busana dan perhiasan kepadamu’.”
“Kelima, ditulis: Dan Aku menjodohkan mereka dengan bidadari molek, dan di hari inilah Aku menganugerahi mereka imbalan dari kesabaran mereka, bahwa sesungguhnya mereka beroleh bahagia.”
“Keenam, ditulis: ‘Inilah imbalan untukmu di hari ini dari taat yang telah engkau lakukan’.”
“Ketujuh, ditulis: “Engkau menjadi pemuda selama-lamanya dan tak akan tua’.”
“Kedelapan, ditulis: “Engkau menjadi aman selamanya, tak bakal merasa ketakutan’.”
“Kesembilan, ditulis: “Engkau bersama-sama para nabi, orang-orang shiddigin, orang-orang syahid dan orang-orang saleh’.”
“Kesepuluh, ditulis: “Engkau bertempat di sisi Ar-Rahman, Pemangku Arasy Yang Maha Mulia’.”
“Kemudian para malaikat berkata: “Silakan tuan masuk dengan selamat dan sentosa!’ Kemudian mereka, para penghuni surga masuk seraya berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah melenyapkan kesusahan dari kami, sesungguhnya Tuhan kami Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.’ (Q.S. Faathir: 34).
Segala puji bagi Allah yang telah menepati janji-Nya buat kami dan mewariskan bumi surga untuk kami duduki di sebelah mana pun yang kami inginkan.”
“Dan apabila Allah berkehendak memasukkan (calon) penghuni neraka ke dalam neraka, maka terlebih dahulu mengutus malaikat kepada mereka dengan membawa sepuluh biji cincin.”
l“Pada cincin pertama, tertulis: ‘Ayolah masuk ke neraka, di situ engkau tidak mati-mati, tidak juga hidup (senang) dan tidak akan keluar’.”
“Kedua ditulis: ‘Bergelimanganlah engkau dalam siksaan yang tidak pernah berhenti’.”
“Ketiga ditulis: ‘Berputus harapanlah kamu dari rahmat-Ku’.”
“Keempat, ditulis: “Masuklah kamu ke dalam neraka dengan penuh kebingungan dan kesedihan selamanya’.”
“Kelima ditulis: “Pakaian kamu adalah api, makanan kamu adalah Zaggum, minuman kamu adalah Hamiim (air yang sangat panas), hamparan kamu adalah api dan tempat berteduh Kamus adalah api”
“Keenam ditulis: ‘Ini adalah pembalasan bagi kamu, pada hari ini, disebabkdn maksiat yang kamu lakukan’.”
“Ketujuh, ditulis: “Kemurkaan-Ku atas kamu di dalam neraka selamanya’.”
“Kedelapan, ditulis: ‘Atas kamu kutukan disebabkan dosa besar yang kamu lakukan dengan sengaja dan kamu tidak bertobat dan tidak menyesalinya’.”
“Kesembilan, ditulis: “Teman-teman kamu adalah setan di neraka selamanya’.”
“Kesepuluh ditulis: “Kamu telah mengikuti setan, kamu mengharapkan dunia dan meninggalkan akhirat, maka inilah pembalasan bagi kamu’.”
Surga itu terletak di atas langit ketujuh. Hal ini telah dinyatakan oleh Nabi saw., bahwa surga terletak di atas tujuh langit, namun masih berada di bawah Arasy. Segolongan ulama mengatakan: Pintu surga ada delapan, masing-masing pintu dapat dilewati sekali barisan yang berjumlah 70.000 orang. Dalam kenyataannya, surga itu merupakan bangunan singgasana yang terdiri kamar-kamar dan lobi-lobi juga berbagai panorama, satu sama lain terbuat dari emas, perak, zabarjad, zamrud, mutiara, merjan, kafours anbar dan ratna mutu manikam lain yang indahindah dan bernilai tinggi.
Adapun tentang neraka, Ibnu Rajab mengatakan, bahwa neraka itu terletak di bawah tujuh bumi dan sekarang sudah wujud.
Nabi saw. bersabda:
“Sesungguhnya di Jahanam terdapat 70.000 jurang: masing-masing jurang terdapat 70.000 liang (gua): masing-masing liang terdapat 70.000 rumah: masing-masing rumah terdapat 70.000 lokal: masingmasing lokal terdapat 70.000 sumur, masing-masing sumur terdapat 70.000 ekor ular: dan di dalam setiap rongga mulut ular tersebut terdapat 70.000 kalajengking. Orang kafir maupun munafik, tidak berakhir sehingga menghadapi semua itu.”









One Comment