Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Nashoihul Ibad

41. Tiga Tanda Orang Baik.

Ada yang mengatakan:

“Apabila Allah menghendaki hamba-Nya menjadi orang baik, maka Dia menjadikan hamba itu mengerti agama, menjadikan dia zuhud terhadap dunia dan menjadikan dia menyadari aib-aib dirinya.”

Maksudnya, jika Allah menghendaki seorang hamba menjadi manusia yang seutuhnya, yakni yang baik menurut Allah dan menurut sesama manusia, maka orang-itu dikehendaki oleh Allah mengerti di dalam agama, dari mulai pokok sampai ke cabang-cabangnya. Hatinya dijadikan tenang, walau tidak ada rezeki yang ada padanya. Orang itu dijadikan Allah mampu melihat aib-aib yang ada pada dirinya,

42. Tiga Hal yang Menyenangkan ,

Dari Nabi saw., beliau bersabda:

“Di antara duniamu, ada tiga hal yang dititahkan menyenangkan kepadaku, yaitu bau harum, wanita dan dibuat kesejukan mataku justru dalam salat.”

Tiga hal ini kalau ternyata berada pada Rasulullah saw. bukanlah semata-mata dunia, karena sesungguhnya setiap perkara yang disertai niat karena Allah swt. bukanlah dunia semata, seperti bekal untuk kekuatan, tempat tinggal dan pakaian yang diperlukan, sebagaimana yang dikatakan oleh Syekh Khalil Ar-Rasyidi dalam kitab Al-Majaalisi Ar-Raaiqah.

Ketika Rasulullah saw. menyampaikan sabda tersebut di atas, terdapat para sahabat sedang duduk mengerumuni beliau, Abu Bakar mengatakan:

“Betul engkau, wahai, Rasulullah, di antara dunia ada tiga hal yang menyenangkan kami, yaitu: Melihat wajah Rasulullah, membelanjakan hartaku untuk Rasulullah dan putriku menjadi istri Rasulullah saw.”

Sayidina Umar berkata:

“Betul engkau, wahai, Abu Bakar! Di antara dunia, ada tiga hal yang menyenangkan aku, yaitu: Amar makruf, nahi mungkar dan pakaian. yang usang.”

Selanjutnya Sayidina Utsman berkata:

“Betul engkau, wahai, Umar! Di antara dunia, ada tiga hal yang menyenangkan aku, ialah: Memberi makan orang kelaparan sampai kenyang, memberi pakaian orang yang tidak berpakaian dan membaca Alqur-an.

Diriwayatkan, bahwa Utsman r.a. telah mengkhatamkan Alqur-an dalam dua rakaat salat sunah malam hari.

Lalu Sayidina Ali berkata:

“Betul engkau, wahai, Utsman, yang aku senangi dari dunia ada tiga, yaitu: melayani tamu, puasa pada waktu cuaca panas dan mengangkat pedang terhadap musuh-musuh.”

Ketika mereka sedang berdialog mengenai hal tersebut, tiba-tiba datang Jibril a.s. kepada Nabi saw. seraya berkata: “Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi telah mengutusku ketika Dia mendengar ucapan kamu sekalian. Dia memerintahkan kepadamu, agar bertanya kepadaku tentang perkara yang aku senangi andaikata aku menjadi penduduk bumi.” Kemudian Nabi bertanya: “Wahai, Jibril, apakah yang kamu ‘ senangi andaikata kamu menjadi penduduk dunia?”

Jibril menjawab:

“Memberi petunjuk orang-orang yang sesat pada jalan yang lurus, ramah terhadap orang-orang yang mengembara, yang taat kepada Allah swt. dan khusyuk kepada-Nya serta menolong kerabat yang sengsara.”

Lebih lanjut Jibril mengatakan:

“Tuhan, Pemilik keagungan, mencintai tiga perkara dari hamba-hambaNya, yaitu: Mengerahkan segala kekuatan untuk taat kepada Allah swt., menangis ketika sedih karena telah melakukan maksiat dan sabar ketika miskin.”

43, Tersesat, Melarat dan Terhina

Dari sebagian hukama:

“Barangsiapa berpegang teguh bada akalnya, niscaya dia sesat, barangsiapa mencari kecukupan melalui harta bendanya, niscaya dia akan melarat dan barangsiapa yang mencari kemuliaan dan makhluk, niscaya dia hina.”

Berlindung pada akal itu sesat, jika tidak dibarengi berpegang kepada Allah dan mohon bimbingan-Nya menuju kebenaran. Merasa cukup dengan hartanya saja akan melarat, jika tidak menyadari bahwa sesungguhnya yang memberi kecukupan adalah Allah. Bahkan dalam hadis disebutkan:

 “Barangsiapa merasa cukup dengan Allah, maka Dia akan memberinya kekayaan.”

Kemudian barangsiapa yang mengandalkan kekuatan makhluk, maka dia menjadi hina di hadapan Allah.

44. Tiga Macam Buah Makrifat

Dari sebagian hukama:

“Buah makrifat (mengenali Allah) ada tiga: Malu terhadap Allah, cinta kepada Allah dan rindu dengan-Nya.”

Hukama ialah orang-orang yang ucapan dan pekerjaannya sesuai dengan sunah. Buah rnakrifat kepada Allah swt. itu ada tiga perkara: Malu kepada Allah swt. karena banyak melakukan maksiat kepada-Nya, mencintai segala sesuatu yang ada di sisi Allah, yaitu pahala serta ridaNya dan rindu kepada Allah swt. karena keagungan Allah swt. berbekas . dalam hatinya.

45. Cinta, Iffah dan Pangkal Keyakinan

Nabi saw. bersabda:

“Cinta kepada Allah itu adalah asas makrifat, iffah (enggan) itu tanda yakin, sedang pangkal yakm adalah takwa dan rela dengan takdir Allah.”

Cinta kepada Allah swt. dengan cara beribadah kepada-Nya, adalah asas makrifat. Sesungguhnya bagi orang Sufi ada tiga derajat:

  1. Syariat (ibadah kepada Allah swt.) menurut para fukaha, ialah hukumhukum yang diterangkan Allah swt. kepada umat-Nya.
  2. Thariqat, yaitu jalan menuju Allah swt. yang disertai ilmu dan amal.
  3. Makrifat (mengetahui), yaitu mengetahui perkara-perkara batin, yang merupakan buah dari syariat.

Enggan (iffah), yakni menahan diri dan meminta-minta kepada manusia, adalah berkeyakinan bahwa sesungguhnya Allah swt. Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Dia yang memberi rezeki kepada semua makhluknya disertai keyakinan, bahwa sesungguhnya rezeki itu tidak akan sampai kepadanya tanpa kehendak Allah swt.

Pokok yakin adalah mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dan hati merasa senang (rida) terhadap takdir Allah swt. kepadanya, baik yang pahit maupun yang manis.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker