51. Tiga Ciri Orang yang Makrifat kepada Allah swt.
Dzin Nun Al-Misri berkata:
“Orang yang makrifat kepada Allah adalah yang jiwanya tertambat kepada Allah, hatinya melihat dan amalnya banyak semata-mata karena Allah.”
Orang yang makrifat kepada Allah swt. berarti ia terikat oleh kecintaan kepada-Nya, hatinya dihiasi dengan Muraayabah (merasa dekat dengan Allah) dan lahirnya dihiasi dengan Muhaasahah (mengoreksi diri sendiri) dan amalnya banyak semata-mata karena Allah.
52. Tiga Ciri Lain Makrifat kepada Allah swt.
Dzin Nun Al-Misri berkata:
“Orang yang makrifat kepada Allah swt. adalah orang yang memenuhi janjinya, hatinya cerdas dan amalnya bersih.”
Orang yang makrifat kepada Allah swt., ialah orang yang memenuhi janji kepada Allah swt., dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya, hatinya cepat menerima nasihat yang baik dan amalnya bertambah dari hari ke hari.
53. Pangkal Kebajikan Dunia dan Akhirat
Abu Sulaiman Ad-Darani berkata:
“Pangkal setiap kebajikan di dunia dan akhirat adalah takut kepada Allah, kunci dunia adalah perut kenyang, sedangkan kunci akhirat adalah perut lapar.”
Rasa takut Allah dapat mengubah letak buku catatan perbuatan manusia, suatu ketika digeser ke kanan setelah berada di tangan kiri.
Pangkal segala kebaikan menurut Abu Sulaiman ada tiga, yaitu: Takut kepada Allah, menjauhi keduniaan dan mengejar pahala akhirat.
Jadi, bagi hamba Allah ketika sehat harus merasa takut dan selalu ‘ mengharapkan kepada Allah-swt., agar rasa takut tersebut dapat mencegahnya dari perbuatan maksiat. Sedangkan harapannya kepada Allah dapat membangkitkan semangat untuk mengerjakan amal saleh.
Ibadah orang yang berharap kepada Allah swt. lebih utama, karena dalam dirinya terdapat rasa cintanya kepada Allah, melebihi orang yang takut. Seorang raja akan membedakan antara seorang pelayan yang melayaninya karena takut akan siksanya, seorang yang melayani karena mengharapkan kebaikan hatinya dan pelayan yang melayaninya tanpa mengharapkan sesuatu pun. Perkara-perkara dunia akan terbuka sebab adanya kenyang. Sedangkan perkara-perkara akhirat akan terbuka sebab adanya lapar.
54. Ibadah adalah Kesempatan Kerja
Ada yang mengatikan:
“Ibadah adalah kesempatan kerja, kiosnya menyepi diri dan modalnya adalah takwa.”
Menyepi diri, yaitu konsentrasi di kesepian untuk dapat dengan tenang hatinya berhadapan langsung dengan Allah.
Modal ibadah yaitu takwa, ini berarti tanpa takwa, maka ibadah tidak akan membawa untung besar. Takwa di sini adalah dalam arti menjaga diri agar tidak melakukan sesuatu yang mendatangkan siksa, baik sesuatu itu berwujud perbuatan maupun meninggalkan perbuatan.
55, Tiga Hal yang Harus Dijauhi Orang Mukmin
Malik bin Dinar r.a. berkara:
“Agar anda termasuk kaum mukmin, cegalah tiga sikap dengan tiga cara: Cegahlah sikap sombong dengan tawaduk, cegahlah sikap rakus dengan qanaah dan cegahlah sikap dengki dengan nasihat.”
Manusia harus menolak tiga perkara yang dicela dengan tiga perkara yang dipuji, agar tersifati oleh hakikat iman yang sebenarnya seperti orangorang mukmin. –
Sombong ialah memandang dirinya sendiri dengan pandangan mulia dan memandang orang lain dengan pandangan rendah. Kebalikan sombong adalah tawaduk. Sombong terjadi akibat kedudukan, sedangkan ujub terjadi akibat keutamaan.”
Rakus adalah merasa tidak puas dengan apa adanya. Sedangkan qanaah adalah rida atas segala yang ada.
Dengki (hasud) adalah mengharapkan hilangnya kenikmatan orang yang didengkinya, agar berpindah pada dirinya.
Nasihat yaitu: Mendorong berbuat kebaikan dan melarang berbuat kerusakan.
Dalam sebuah hadis disebutkan:
“Iman dan dengki tidak akan dapat bersatu di dalam rongga seorang hamba.”
Maksudnya iman dalam hadis tersebut, adalah iman kepada takdir Allah.
Mu’awiyah berkata: Aku mampu untuk menjadikan semua orang rida kepadaku, kecuali orang yang dengki terhadap nikmatku, sesungguhnya orang yang dengki masih belum merasa puas, kecuali jika nikmat itu hilang dariku.
Sebagaimana seorang penyair menyatakan.dari bahar Thawil:
Setiap orang dapat kubuat puas
Tetapi orang dengki kepadaku
sulitlah membuat ia puas
dan berat mencapai kepuasan itu
Bagaimana seseorang dapat membuat puas
Orang yang dengki terhadap nikmatnya,
jika si dengki itu sendiri memang tak pernah puas
sebelum nikmat itu hilang dari pemiliknya.









One Comment