Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Nashoihul Ibad

18. Sepuluh Golongan yang Tidak Akan Masuk Surga, Kecuali Jika Mau Bertobat

Ibnu Abbas r.a. berkata, dari Nabi saw.:

“Sepuluh golongan umatku tidak akan masuk surga, kecuali yang bertobat, ialah: Al-Qalla’, Juyyuf, Qattat, Daibub, Dayyus, pemilik Artabah, pemilik Kubah, ‘Utul, Zanim dan orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya.”

Selanjutnya, dalam kaitan hadis ini Ibnu Abbas menyatakan:

“Lalu ada yang bertanya: Ya, Rasulullah, apa yang dimaksud Al-Qalla’ itu?” Beliau menjawab: “Orang yang berjalan di hadapan para pejabat.” “Apa yang dimaksud Juyyuf?” Beliau menjawab: “Pencuri kuburan.” “Apa yang dimaksud Qattat?” Beliau menjawab: “Orang yang suka mengadu domba.” “Apa yang dimaksud Daibub?” Beliau menjawab: “Orang yang” mengumpulkan pemudi-pemudi di rumahnya berzina.” “Apa yang dimasud Dayyus?” Beliau menjawab: “Orang yang tidak cemburu terhadap keluarganya.” “Apa yang dimaksud mempunyai Artabah?” Beliau menjawab: “Orang yang memukul drum.” “Apa yang dimaksud mempunyai Kubah?” Beliau menjawab: “Orang yang memukul gendang.” “Apa yang dimaksud ‘Utul?” Beliau menjawab: “Orang yang tidak memaafkan dosa dan tidak menerima ampunan.” “Apa yang dimaksud Zaniim?” Beliau menjawab: “Orang yang dilahirkan dari zina dan dia duduk di tengah jalan sambil mengumpat orang lain.”

Sehubungan dengan penjelasan tentang Jayyuf, segolongan ulama salaf memberikan cerita: Di negeri mereka, hiduplah seorang Jayyuf (pembongkar kuburan untuk dicuri isinya) yang telah dikenal merata. Seorang gadhi yang saleh, di kala merasa telah mendekati ajalnya sempat memanggil si Jayyuf seraya berpesan:

“Saya dengar anda suka membongkar kuburan. Tapi di hari ini, saya merasa telah dekat dengan ajal. Untuk biaya kafan dan sebagainya, telah kami persiapkan sebesar sekian: Silakan ini diambil, tapi jangan engkau bongkar kuburku nanti.”

“ Kemudian si Jayyuf itu menjawab: “Baiklah.”

Maka pulanglah si Jayyuf ke rumahnya. Setibanya di rumah, dia menceritakan pesan gadhi itu kepada istrinya.

“Kalau begitu berhati-hatilah, jangan kau curi,” kata istrinya.

Ketika kematian gadhi telah tiba dan dia telah dikuburkan, Jayyuf berkeinginan sekali untuk mencuri kain kafan gadhi tersebut, tetapi istrinya tetap melarangnya. Namun Jayyuf tetap bersikeras tidak mengindahkan larangan istrinya, maka dibongkarlah makam gadhi tersebut. Ketika itu dia melihat mayat gadhi telah duduk dan di sana ada dua malaikat. :

Malaikat pertama berkata kepada malaikat kedua! “Ciumlah kedua kakinya.”

Malaikat kedua kemudian mencium kaki gadhi, katanya: “Tidak ada sesuatu pada kaki itu.”

“Ciumlah kedua tangannya.”

Kemudian malaikat kedua mencium kedua tangan gadhi, lalu ia berkata: “Dia tidak melakukan kemaksiatan dengan kedua tangannya.”

“Ciumlah kedua matanya.”

Kemudian dia menciumnya dan berkata: “Mayat ini tidak melihat yang haram dengan kedua matanya.”

“Ciumlah pendengarannya.”

Kemudian dia mencium telinganya dan tidak menemukan apa-apa.

“Ciumlah telinga yang sebelahnya.”

Dia diam setelah mencium telinga yang sebelahnya. “Apa yang kamu temukan!”

“Saya menemukan bau.”

“Apakah kamu tahu bau apakah itu?”

“Sesungguhnya orang tersebut mendengarkan dengan salah satu pendengarannya kepada salah seorang yang bertikai lebih banyak daripada yang lain.”

Kemudian telinga gadhi itu membengkak dan menyemburkan api yang menjilat-jilat memenuhi kuburannya. Lalu api itu menyambar mata si Jayuf sehingga matanya buta. Kisah ini dikutip dari kitab Qam’u nufus. — Masih ada kaitannya dengan pokok makalah ini, Mu’adz pernah suatu ketika bertanya kepada Nabi saw. tentang firman Allah:

“Yaitu hari ditiup sangkakala, lalu kamu sekalian datang berbondongbondong.” (Q.S. An-Naba’: 18).

Kemudian kepada sahabat Mu’adz tersebut Nabi saw. bersabda:

“Wahai, Mu’adz kau telah menanyakan sesuatu yang amat besar.”

Lebih lanjut, dengan mata berlinangan Nabi menjelaskan sebagai berikut: “Digiring sepuluh kelompok dari umatku dengan bermacam- macam rupa. Mereka dibedakan oleh Allah dari kelompok orang muslim dan Allah menampakkan bentuk mereka, di antara mereka ada yang berbentuk monyet, babi dan ada yang matanya buta berjalan ke sana kemari. Ada juga yang tuli, bisu, tidak mempunyai akal, ada yang menggigit lidahnya sampai menjulur ke dadanya sambil mencucurkan nanah dari mulutnya yang menjijikkan orang banyak. Sebagian lagi ada yang putus tangan dan kakinya, dan sebagian lagi ada yang disalib atau dipasung di atas daripada bau bangkai dan ada yang diberi pakaian berupa aspal cair.

Adapun yang berbentuk monyet adalah mereka yang suka mengadu domba. Orang yang berbentuk babi, mereka adalah pemakan riba dan yang haram. Sedangkan yang dibalikkan kaki dan mukanya, mereka adalah pemakan barang riba. Orang yang tuli serta bisu adalah orangorang yang ujub dengan amalnya. Orang yang menggigit lidahnya ialah  para ulama dan ahli bicara yang pembicarannya bertentangan dengan amalnya.

Orang yang putus tangan dan kakinya adalah orang yang suka menyakiti tetangga. Orang yang disalib dengan tiang api adalah orang yang mengadukan orang yang tidak bersalah kepada penguasa. Orang yang lebih bau daripada bangkai adalah orang yang bersenang-senang dengan syahwat dan kelezatan, dan mereka tidak mau mengeluarkan hal Allah swt. dari hartanya. Adapun orang yang diberi pakaian dengan aspal adalah orang takabur, sombong dan angkuh. (H.R. Al-Qurthubi).

Perbuatan dianggap sebagai kedurhakaan terhadap orangtua adalah setiap perbuatan anak yang menurut ukuran umum dinilai telah menyakitkan hati orangtua, walaupun perbuatan yang dilakukan tidak haram, jika diperlakukan pada orang lain. Misalnya berpaling muka ketika berjumpa, mendahului orangtua di waktu berjalan bersama-sama dalam suatu rombongan, sehingga tampak mengabaikan dan acuh.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker