Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Nashoihul Ibad

14. Akibat Buruk bagi Enam Golongan

Ahnaf bin Oais r.a. berkata:

“Tidak ada kesengajaan jiwa bagi orang hasud, tidak ada harga diri bagi pendusta, tidak ada tipu muslihat bagi orang kikir, tiada kesetiaan bagi para raja, dan tidda kemuliaan derajat bagi orang yang buruk perangai dan tiada penangkal bagi keputusan Allah.” .

Dalam masalah dengki (hasud), Abdul Mu’thi As-Samlawi sebagai menukil dari gurunya, Al-Badr r.a. sebagi berikut: “Orang dengki itu ditimpa lima perkara: Ia dicela orang, perasaan gelisah terus-menerus, pintu taufik tertutup baginya, bencana abadi yang tiada membawa pahala dan akan mendapatkan murka dari Allah swt.”

Al-Mawardi berkata: Substansi hasud adalah rasa sangat pedih terhadap kebaikan yang ada pada orang lain yang melebihi dirinya, sedangkan munafasah adalah berusaha untuk-memperoleh keberuntung: an sesuai dengan perkara yang ada pada orang lain tanpa mendatangkan bencana orang tersebut.”

Sehubungan dengan ini diriwayatkan, bahwa Nabi saw. bersabda:

“Orang mukmin itu bersikap ghibthah ( persaingan), sedangkan orang munafik selalu berbuat hasud.”

Tentang harga diri (muru’ah), dapat dijelaskan sebagai berikut: Memelihara diri, agar senantiasa berada pada sikap-sikap yang luhur, sedemikian rupa hingga tidak pernah sengaja melakukan kejelekan dan melakukan sesuatu yang dapat dicela. Nabi bersabda:

“Barangsiapa yang bergaul dengan orang lain, kemudian tidak bertindak zalim, berkata dengan mereka tanpa berdusta dan berjanji dengan mereka tanpa berkhianat, maka orang itu termasuk orang yang telah sempurna perangainya dan tampak keadilannya serta tetap persaudaraannya.”

Adapun orang kikir atau bakhil, dapat dipahami dari batasan pengertian sebagai berikut: Orang dermawan adalah orang yang bersedia menyumbangkan sesuatu berharga, yang diperlukan pada saatnya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya dan diserahkan kepada pihak yang berhak. Orang yang sesuai dengan batasan ini, maka disebut dermawan yang berhak dipuji karena berbudi tinggi. Sedang orang bakhil (kikir), ialah yang tidak mencapai norma tersebut: ia mesti dicela karena kekikirannya.

Nabi saw. bersabda:

“Makanan orang dermawan menjadi obat, sedangkan makanan orang yang kikir menjadi penyakit.”

Segolongan sastrawan berkata Tn | PSA 2 .

“Orang kikir tidak bakal punya teman akrab “

Shalih bin Abdul Oudus berkata dalam Bahar Thawil:

Kekikiran seseorang

akan menampakkan noda di hadapan orang ramai

hanya kemurahanlah

yang dapat menutupi noda dari mereka.

Tutuplah dengan kain kemurahan .

karena semua noda

dapat ditutupi dengan kemurahan

Tiada kesetiaan di hati raja, karena dia tidak pernah merasa takut

khawatir terhadap satu orang rakyat pun.

Diriwayatkan, bahwa Nabi saw. bersabda:

“Dua golongan dari umatku, jika mereka baik, maka baiklah seluruh. umat, yaitu u golongan bejabat dan fukaha (ulama).” (H.R. Abu Nu’ aim).

Dalam hadis lain, Nabi saw. bersabda:

“Rakyat tidak akan binasa, walaupun zalim dan berbuat jahat, jika pemerintahnya mendapat petunjuk dan menunjukkan (pada kebenaran), akan tetapi rakyat akan binasa meskipun mendapatkan petunjuk dan diarahkan, jika pemerintahnya berbuat zalim dan berbuat jahat.” (H.R. Abu Nu’aim).

Abu Bakar membacakan puisi dalam Bahar Basith, sebagai berikut:

Jika kamu berharap manusia menjadi mulia perhatikanlah olehmu

seorang raja memakai kain orang miskin

Itulah perbuatan yang baik di hadapan manusia dan baik pula untuk dunia dan agama

Orang yang buruk perangainya tidak mempunyai derajat tinggi, sebagaimana sabda Nabi saw.:

“Perangai buruk itu tercela, dan yang paling buruk di antara kalian adalah yang paling buruk budi pekertinya.” (H.R. Khatib).

Selain itu diriwayatkan, bahwa Nabi saw. bersabda:

“Sungguh budi pekerti yang buruk, adalah merusak amal perbuatan, seperti cuka merusak madu.” (H.R. Askari).

 Nabi saw. juga bersabda:

“Hamba Allah yang paling dicintai pleh Allah adalah yang paling baik budi pekertinya.” — (H.R. Ath-Thabrani).

Ali bin Abi Thalib menyenandungkan sebuah syair dalam Bahar Basith:

Sungguh budi pekerti mulia dan suci,

yaitu pertama, akal: kedua, agama, ketiga, ilmu:

Keempat, rendah hati: kelima, dermawan, keenam, makrifat: Ketujuh, berbuat baik: kedelapan, sabar: kesembilan, bersyukur, dan kesepuluh lemah lembut. ‘” ”

Yang dimaksud akal dalam syair.ini adalah seperti dikemukakan dalam hadis, yaitu menjauhi semua yang diharamkan Allah dan menjalankan apa yang difardukan oleh Allah.

15. Enam Gejala Diterima Tobat

“Sementara hukama ditanya: ‘Apakah seorang hamba mengetahui diterima atau tidak tobatnya?’ Ia menjawab: ‘Aku sendiri tidak tahu — bersis tentang hal itu, tetapi masalah itu ada tanda-tandanya, pertama, dia tahu bahwa dirinya tidak dipelihara dari perbuatan maksiat: kedua, dia mengetahui dalam hatinya tidak ada kegembiraan hanya ada . kesedihan, ketiga, ia mendekat kepada orang yang baik dan menjauh dari orang yang jahat: keempat, ia mengetahui, bahwa dunia yang sedikit itu banyak dan menganggap amal akhirat yang banyak itu sedikit. Kelima, hatinya sibuk dengan perkara yang berkenaan dengan perintah Allah dan tenang dengan perkara yang dijamin oleh Allah baginya: keenam, ia menjaga lisan, selalu bertafakur dan sedih serta menyesal.”

Menurut sementara Ahli Hikmah, gejala diterima tobat ada enam:

  1. Beranggapan, bahwa dirinya tidak dilindungi dari berbuat dosa. .
  2. Hatinya jauh dari kegembiraan dan kesedihan selalu dekat di hatinya.
  3. Mendekati orang-orang yang baik dan menjauhi orang-orang yang jelek, karena takut jatuh ke dalam maksiat.
  4. Dia memandang rezeki dari Allah banyak, dia mengambil sebagiannya sekadar memenuhi kebutuhannya. Dan beranggpan bahwa amal salehnya sedikit, sehingga ia berusaha menambahnya terus.
  5. Hatinya selalu sibuk dengan macam-macam kewajiban dari Allah, namun tidak ambil pusing menghadapi rezeki, karena sudah dijamin oleh Allah swt.
  6. Senantiasa memelihara lisan.

Diriwayatkan, bahwa Nabi saw. bersabda:

“Amal yang paling dicintai Allah adalah memelihara lidah.”  (H.R. Al-Baihaqi).

Dalam hadis lain beliau saw. bersabda:

“Sesungguhnya.manusia yang paling banyak dosanya pada hari Kiamat, adalah orang yang paling banyak membicarakan hal yang tidak berguna.”  (H.R. Ibnu Nashr).

Mengenai memikirkan dan menghayati keagungan Allah, Nabi saw. bersabda:

“Berpikir tentang keagungan Allah, surga dan nieraka-Nya, selama – satu jam itu lebih bagus daripada salat sunah di malam hari.”

Diriwayatkan pula, bahwa Nabi saw. bersabda:

“Berpikirlah tentang ciptaan Allah, janganlah berpikir tentang Zat Allah, maka kamu akan celaka.”

Juga selalu menyesal melakukan maksiat.” –

16. Enam Tipu Daya yang Paling Besar

Yahya bin Mu’adz berkata:

“Tipu daya yang paling besar menurutku, ialah: Terus-menerus melakukan dosa dengan mengharapkan ampunan tanpa disertai penyesalan, – mengaku dekat kepada Allah Ta’ala tanpa disertai perbuatan taat, mengharapkan menuai kesenangan surga dengan menyebarkan benih neraka, menginginkan rumah orang yang taat dengan melakukan berbagai maksiat, mengharapkan pahala tanpa beramal, dan beranganangan kepada Allah disertai perbuatan melampaui batas.”

Menurut Yahya bin Mu’adz, tipu daya yang paling besar ada enam hal:

  1. Terus-menerus berbuat dosa dengan mengharapkan ampunan tanpa disertai penyesalan.
  2. Menanti agar dekat kepada Allah tanpa melakukan taat.

3 . Mengharap kesenangan surga dengan menyebarkan benih neraka.

  1. Mencari tempat orang yang taat dengan melakukan berbagai maksiat, yakni ingin masuk surga tanpa berusaha menelusuri jalan ke arah sana, bahkan berani melakukan perbuatan yang bertentangan dengan perintah Allah. Dalam hal ini tidak mungkin ia mampu mendapatinya, sebab imbalan yang diperoleh seseorang adalah sesuai dengan amal perbuatannya.

Allah swt. berfirman:

“Sungguh Kamu akan dibalas sesuai dengan apa yang kamu perbuat.” (Q. S. Ath-Thuur: 16).

  1. Mengharapkan pembalasan sesuatu yang mengakibatkan kesenangan, tanpa melakukan amal saleh.
  2. Mengharapkan rahmat Allah, padahal perbuatannya melampaui batas, juga tidak mungkin berhasil, sebagaimana sindiran seorang penyair . yang didendangkan dalam Bahar Basith:

Dia mengharapkan keselamatan, namun dia tidak menempuh jalan keselamatan Sungguh, perahu pun tidak bisa berlayar di atas daratan.

17. Enam Karunia yang Paling Baik

Ahnaf bin Oais pernah berdialog dengan seseorang, di mana Ahnaf selalu ditanya -dan menjawab sebagai berikut:

– Pemberian apa yang terbaik, yang diberikan kepada seorang hamba!

+ Akal tabi’i (yang dibawa sejak lahir)

– Jika tidak ada?

+ Budi pekerti yang baik.

– .Jika tidak ada!

+ Teman yang menolong.

– Jika tidak ada teman-yang menolong!

+ Hati yang tabah.

– Jika tidak ada!

+ Banyak diam.

– Jika tidak ada?

+ Mati dengan segera.

 Akal Gharizi, yakni tabiat. Diriwayatkan, bahwa Nabi saw. bersabda:

“Usaha manusia tidak seperti usaha akal, akal memberikan petunjuk kepada orang yang ditempatinya, atau menolaknya dari yang buruk.”

Budi pekerti yang baik, yaitu melakukan segala sesuatu yang dapat menjaga segala kemaksiatan.

 Tentang teman yang menolong, Nabi saw. bersabda:

“Pemuka akal setelah iman, adalah kasih sayang terhadap sesama manusia dan seseorang memang tidak dapat lepas dari pentingnya musyawarah, dan sungguh, ahli kebaikan di dunia, mereka ahli kebaikan di akhirat, ahli mungkar di dunia, mereka bun ahli mungkar di akhirat.”

Hati yang tabah, yakni hati yang sabar terhadap penghinaan orang lain. Tentang hal ini Nabi saw. bersabda:

“Andaikan ada seorang mukmin di atas sebilah bambu di tengah lautan, niscaya Allah memberikan kekuatan untuk menghadapi orang yang menyakitinya.” (H.R. Ibnu Abi Syaibah).

Mengenai diam yang lama. Diriwayatkan, bahwa Nabi Saw. bersabda:

“Seorang hamba tidak mencapai hakikat iman, sehingga dia sendiri mengendalikan lisannya.” . (H.R. Ath-Thabrani).

Diriwayatkan pula, bahwa Nabi saw. bersabda:

“Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang memelihara isannya, mengenal zamannya dan lempang jalan hidupnya.” (H.R. Abu Nu’aim).

Dalam pokok makalah dikatakan “mati segera”, artinya lebih baik mati daripada hidup,jika tidak memperoleh karunia seperti.yang disebutkan dalam makalah sebelumnya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker