11. Jaga Lima Sebelum Datang Lima
Dari Nabi saw., beliau bersabda:
“Ambillah kesempatan yang lima, sebelum (datang) yang lima: Masa mudamu sebelum datang masa tuamu: Sehatmu sebelum sakitmu, Kayamu sebelum fakirmu, Hidupmu sebelum matimu: Dan masa senggangmu sebelum kesibukanmu.” (H.R. Al-Hakim dan Al-Baihaqi).
Hadis di atas menerangkan lima kesempatan yang baik, yang harus kita pergunakan sebelum datangnya lima perkara, yaitu:
- Masa muda sebelum masa tua, yaitu kita harus taat ketika kita masih kuat sebelum datang masa tua kita.
- Sehat sebelum sakit, yaitu kita rnelakukan amal saleh ketika kita sehat, sebelum datang sakit.
- Kaya sebelum fakir, yaitu kita melakukan sedekah dengan perkara yang selebihnya dari keperluan orang yang harus kita beri nafkah,
sebelum datang musibah yang merusak harta kita, maka jika kita tidak bersedekah dengan hal itu, niscaya kita menjadi orang yang fakir di dunia dan akhirat.
- Hidup sebelum datang kematian, yaitu kita harus menjadikan sesuatu yang bermanfaat setelah kita mati, karena sesungguhnya orang yang telah mati itu terputus segala amalnya.
- Waktu senggang sebelum datang kesibukan, yakni jadikanlah keuntungan masa libur kita di dunia ini, sebelum kita sibuk dengan ketakutan-ketakutan pada hari Kiamat yang tempat pertamanya adalah kubur.
12. Lima Dampak Buruk dari Kenyang
Dari Yahya bin Mu’adz Ar-Raazi -semoga Allah memberi rahmat kepadanya-:
“Barangsiapa yang banyak kenyangnya, maka banyak dagingnya, barangsiapa yang banyak dagingnya, maka besar syahwatnya: barangsiapa yang besar syahwatnya, maka banyak dosanya: barangsiapa yang banyak dosanya, maka keras hatinya: dan barangsiapa yang keras hatinya, maka dia tenggelam dalam bahaya-bahaya dunia dan hiasannya.”
Barangsiapa yang banyak kenyangnya, maka banyak dagingnya. Berbeda dengan orang yang banyak makan sebab ketajaman zikir. Hal ini tidak akan membahayakan, karena sebagian dari para wali, tarekatriya adalah banyak makan, karena cepat tercernanya makanan dengan panasnya bekas zikir. Sesungguhnya bekas zikir itu laksana api, berbeda dengan bekas salawat kepada Nabi, yaitu sejuk.
Siapa saja yang banyak dagingnya, maka besar syahwatnya. Sedang perkara yang dapat memadamkan syahwat adalah lapar. Orang yang banyak syahwatnya, maka banyak dosanya, karena syahwat dapat menghalanginya dari Allah swt. Orang yang banyak dosanya, pasti keras hatinya, sehingga tidak dapat menerima nasihat-nasihat. Barangsiapa yang keras hatinya, maka dia tenggelam ke dalam bahaya dunia dan hiasannya.
13. Lima Pilihan Orang Fakir dan Orang Kaya
Sufyan Ats-Tsauri berkata:
“Orang-orang yang fakir memilih lima dan orang-orang yang kaya memilih lima. Orang-orang fakir memilih ketenteraman jiwa, kesenggangan hati, mengabdi kepada Tuhan, ringan hisab, dan derajat yang tinggi. Sedangkan orang-orang yang kaya memilih lelah jiwa, sibuk hati, penghambaan pada dunia, beratnya hisab dan derajat yang rendah.”
Tentang kesenggangan jiwa dan hati, Nabi bersabda:
“Ya, Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau kehidupan yang mulia dan hati yang tenteram.”
Orang hartawan selalu resah dan gelisah, karena selalu mengurus dan memikir hartanya, karena itu, ia telah mengabdi pada dunia. Hisabnya juga akan berat, terutama yang menyangkut harta bendanya. Dia akan dimintai pertanggungjawaban secara mendetail sampai hal-hal yang sekecil-kecilnya, karena itu, ia akan merasa tersiksa karena menghadapi hisab tersebut.
Orang hartawan memilih derajat yang hina, sebab derajat keduniaan akan tidak berarti jika dibanding derajat akhirat.
14. Lima Obat Hati .
Dari Abdullah Al-Anthaki -semoga Allah merahmatinya katanya:
Lima macam obat hati, yaitu: Bergaul dengan orang-arang saleh, membaca Alqur-an, melaparkan perut, salat di malam hari, dan bersembah sujud di waktu menjelang Subuh.”
Lima perkara termasuk obat hati ketika hati keras, yang lima diambil dari perkataan Sayid Jallil Ibrahim Al-Khawas, sebagaimana yang telah dikemukakan An-Nawawi dalam kitab At-Tibyan. Sebagian ulama menambah yang lima ini dengan perkara-perkara yang banyak, tetapi sebagian dari perkara-perkara tersebut dimasukkan pada yang lainnya. Lima perkara itu adalah:
- Bergaul dengan orang-orang yang saleh, yaitu dengan cara menghadiri majelis-majelis dan cerita orang-orang saleh, juga di dalamnya termasuk diam dan menjauhi orang-orang yang tenggelam dalam kesalahan (kebatilan).
- Membaca Alqur-an disertai menafsirkan maknanya dalam kehidupan sehari-hari.
- Mengosongkan perut dengan cara mengambil sedikit saja dari yang halal, karena sesungguhnya makan yang halal itu merupakan pokok segalanya, sehingga akan menyinari hati, maka cermin mata hati akan menjadi bersih dari karat yang menyebabkan hati menjadi keras. Dalam sebuah hadis marfu’ dikatakan:
“Tiga perkara akan menjadikan hati menjadi keras, yaitu suka makan, suka tidur dan suka istirahat.”
- Salat malam, yaitu salat sunah setelah bangun tidur di malam hari.
- Bersembah sujud di waktu menjelang Subuh, karena dalam waktu ini terdapat ketenangan dan di sinilah waktu diturunkan rahmat dari Allah swt.









One Comment