Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Nashoihul Ibad

6. Tujuh Pandangan Nabi saw. Tentang Dunia

Nabi saw. bersabda:

“Dunia adalah tempat orang yang tidak mempunyai tempat, dan hartanya orang yang tidak mempunyai harta, dunia dikumpulkan oleh orang yang tidak mempunyai akal dan disibukkan oleh orang yang tidak memahaminya, orang yang tidak mempunyai pengetahuan akan merasakan sedih dan orang yang tidak mempunyai akan iri dengan dunia dan orang yang tidak punya keyakinan akan memperjuangkan atau mencarinya”

Sehubungan dengan ini semua, Nabi saw. bersabda:

“Jika ia pergi mencari dunia secukup keperluan anak kecilnya, maka ia berada di jalan Allah, jika ia pergi mencari dunia secukup keperluan kedua orangtuanya yang sudah renta, maka ia berada di jalan Allah: jika ia pergi mencari dunia untuk keperluan diri sendiri agar tidak minta-minta pada orang lain, maka ia berada di jalan Allah, dan jika ia pergi mencari dunia untuk pamer dan kebanggaan, maka ia berada-di jalan – setan.”

(H.R. Ath-Thabrani).

7. Tujuh Wasiat Jibril kepada Nabi saw.

Dari Jabir bin Abdullah Al-Anshari r.a. dari Nabi saw. beliau bersabda:

“Selalu saja Jibril mewasiatkan kepadaku tentang tetangga, sampai saya kira ia mau menjadikannya ahli waris: selalu saja Jibril mewasiatkan kepadaku tentang wanita, sampai saya kira ia akan mengharamkan menalaknya, selalu saja Jibril mewasiatkan kepadaku tentang budakbudak belian, sampai saya kira ia akan menentukan saat kemerdekaan mereka dengan sendirinya, selalu saja Jibril mewasiatkan kepadaku tentang bersiwak, sampai saya kira ia akan menjadi wajib: selalu saja Jibril mewasiatkan kepadaku tentang salat berjamaah, sampai saya kira bahwa Allah tidak berkenan menerima salat kecuali dengan berjamaah: selalu saja Jibril mewasiatkan kepadaku agar salat Qiyamul Lail, sampai saya kira tidak boleh tidur di malam hari, dan selalu saja Jibril mewasiatkan kepadaku agar zikir (menyebut) Allah, sampai saya kira suatu ucapan tidak bermanfaat tanpa disertai zikir Allah (menyebut Asma Allah)”

Mengenai tetangga, hendaknya seseorang dapat hidup rukun dan membantu mereka, baik berupa nasihat agama maupun sumbangan harta. Tetangga yang lebih dekat hendaknya lebih memperoleh perhatian dibanding tetangga yang jauh. Yang dimaksud tetangga di sini, ialah penghuni rumah-rumah di sekitar rumah kita, tidak termasuk di sini penghuni mesjid, madrasah atau pondokan.

8. Tujuh Orang yang Dimurkai Allah pada Hari Kiamat

Nabi saw. bersabda:

“Tujuh orang yang kelak di hari Kiamat, Allah tidak memandangi mereka dengan pandangan rahmat, tidak pula menyucikan mereka, bahkan memasukkan mereka ke neraka, yaitu: Orang yang mengerjai dan dikerjai (bermain seks sesama jenis kelamin), orang yang nikah dengan tangannya (masturbasi), orang yang menyetubuhi binatang, orang yang menyetubuhi dubur wanita, orang yang mengawini wanita berikut anaknya, orang yang berzina dengan istri tetangga dan orang yang menyakiti tetangga sampai tetangga itu melaknatinya.” Tujuh orang yang dimurkai Allah swt. pada hari Kiamat:

  1. Orang yang bermain seks dengan sesama jenis (homoseksual), Nabi saw. bersabda:

“Apabila seorang laki-laki melakukan hubungan dengan laki-laki, maka mereka berdua berbuat zina dan apabila seorang wanita melakukan hubungan dengan wanita, maka mereka berdua juga dihukumi berzina.” (H.R. Al-Baihagi).

  1. Orang yang melakukan masturbasi/onani, yakni orang yang berusaha mengeluarkan mani (ejakulasi) memakai perantaraan tangan sendiri.
  2. Orang yang menyetubuhi binatang, misalnya kuda, kambing dan sebagainya. –
  3. Laki-laki yang menyetubuhi istrinya melalui duburnya.
  4. Laki-laki yang mengawini seorang ibu sekaligus anaknya.
  5. Orang yang berzina dengan istri tetangganya.
  6. Orang yang menyakiti tetangganya dengan ucapan atau perbuatan, sehingga tetangganya itu melaknatinya.

9. Tujuh Orang Termasuk Mati Syahid

Nabi saw. bersabda: :

“Selain orang yang gugur dalam perang di jalan Allah, masih ada tujuh orang yang mati syahid, yaitu: Orang mati karena sakit perut, adalah syahid: orang mati tenggelam, adalah syahid: orang mati sakit pinggang, adalah syahid, orang mati karena penyakit tha’un (penyakit menular yang telah mewabah), adalah syahid: orang mati tertimpa bangunan roboh, adalah syahid: dan seorang ibu yang mati karena melahirkan, adalah syahid.”

Orang mati tenggelam atau tertimpa bangunan roboh, adalah mati syahid, jika ternyata waktu itu tidak dapat mengelakkan diri dari bencana tersebut. Kalau misalnya mungkin dapat mengelak tetapi ia diam saja, sehingga benar-benar tertimpa dan mati, maka dihukumi mati bunuh diri.

Selain itu juga masih ada orang-orang mati syahid lain, yaitu: Orang mati karena sakit paru-paru, tersesat di kesepian, sakit panas, terkena bisa, sakit asma, diserang binatang buas, terjatuh dari tebing, di pembaringan saat berjuang di jalan Allah, membela harta, agama, jiwa atau keluarganya, dalam penjara jika ia dipenj arakan secara zalim, sakit rindu, dan di saat menuntut ilmu.

10. Tujuh Hal yang Harus Dipilih oleh Orang yang Berakal

Dari Ibnu Abbas r.a:

“Orang yang berbekal harus memilih tujuh (sifat) daripada tujuh (sifat) yang lain, yaitu memilih fakir daripada kaya, memulih hina daripada mulia, memilih tawaduk daripada sombong, memilih lapar daripada kenyang, memilih susah daripada senang, memilih kerendahan daripada ketinggian dan memilih mati daripada hidup.”

Mengenai kemelaratan/kefakiran, Nabi saw. bersabda:

“Kefakiran itu cela bagi manusia, tapi perhiasan menurut Allah” (H.R. Ad-Dailami)

Dalam hadits lain Nabi bersabda:

“Wahai, orang-orang fakir, tunjukkanlah sifat rida dari hatimu kepada Allah, maka engkau berhasil memperoleh pahala kefakiran, kalau tidak begitu, maka tidak berhasil guna.”

Tentang sikap merendah diri (merasa dirinya rendah), Nabi saw. bersabda:

“Orang mukmin yang bercampur dengan manusia dan sabar menerima gangguan mereka, adalah lebih utama dibanding orang mukmin yang tidak bergaul dengan orang lain dan tidak sabar menerima gangguan mereka.” (H.R. Al-Bukhari dan Imam Ahmad).

Mengenal sikap sopan atau tawaduk, Nabi saw. bersabda:

“Barangsiapa tawaduk karena khusyuk berada Allah, maka Allah mengangkat derajatnya, dan barangsiapa mengunggulkan diri karena sombong, maka Allah menurunkan derajatnya.”

Dalam hadis lain Nabi saw. bersabda:

“Tiada seseorang yang membusungkan dadanya dan berjalan berlagak sombong, melainkan ia menemui Allah, sedang Dia murka kepadanya.” (H.R. Al-Bukhari, Ahmad dan Al-Hakim).

Mengenai lapar, Nabi saw. bersabda:

“Apabila seseorang mengurangi laparnya, maka Allah memenuhi nur dalam perutnya.” (H.R. Ad-Dailami).

Dalam riwayat lain Nabi saw. bersabda:

“Di antara kalian yang paling disenangi Allah, ialah siapa saja yang : paling sedikit makannya dan paling ringan badannya.”

Dalam riwayat lain lagi Nabi saw. bersabda:

“Sesungguhnya adalah termasuk kelewat batas, jika engkau makan segala yang engkau berselera.” (H.R. Ibnu Majah).

Memilih susah daripada gembira, diriwayatkan bahwa Nabi saw: bersabda:

“Kamu harus bersedih, karena bersedih adalah pintu hati.” Mereka bertanya kepada Rasul, “Wahai, Rasulullah, bagaimana cara bersedihnya?” Rasul menjawab: “Buatlah lapar dan haus pada diri kalian.”

Adapun memilih kerendahan daripada ketinggian, diriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda:

“Sesungguhnya perbuatan merendahkan diri termasuk sikap yang mulia dalam.majelis.” (H.R. Ath-Thabrani dan Ibnu Hibban).

Pada hadis lain diriwayatkan, bahwa Nabi saw. bersabda:

“Barangsiapa meninggikan diri sendiri di dunia, maka di hari Kiamat Allah akan menjatuhkannya: barangsiapa tawaduk di dunia karena ‘ Allah, maka di hari Kiamat Allah mengutus malaikat kepadanya untuk .. kemudian membangkitkan (mengangkat)nya di antara orang-orang yang berkumpul (di Padang Mahsyar) seraya berkata: “Wahai, hamba. yang saleh, Allah swt. berfirman: Kemarilah bersama-Ku, kemarilah bersama-Ku! Sesungguhnya kamu termasuk golongan mereka yang tidak dicekam ketakutan Jagi pula tidak kesusahan.” (HR, Ibnu Asakir).

Maksudnya memilih mati daripada hidup, ialah dengan cara membelanjakan harta bendanya dalam rangka menaati Allah. Jika ia mengutamakan harta sebelum datang-kematian, berarti ia masih suka mendapati hartanya itu: jika sebaliknya, maka berarti ia telah suka terlewat daripada harta tersebut. Lebih suka mati.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker