13. Sepuluh Hak yang Harus Diperhatikan bagi Orang yang Bertobat
Sebagian ahli Hikmah berkata:
“Seyogianya bagi orang berakal yang ingin bertobat hendaknya melaksanakan sepuluh hal: Lisan membaca istigfar, hati menyesali dosa, badan mencabut kembali dosa, bertekad untuk selamanya tidak akan kembali mengulangi perbuatan dosa, cinta akhirat, membenci duniawi, sedikit bicara, menyedikitkan makan dan minum, sehingga dapat mencurahkan untuk ilmu dan ibadah, dan sedikit tidur.”
Istigfar ialah pernyataan mohon ampunan dosa kepada Allah, misalnya mengucapkan: dari segala macam dosa dan noda.”
Mengenai keutamaan berbicara sesedikit mungkin, Nabi saw. bersabda sebagai berikut:
“Barangsiapa yang banyak bicara, berarti banyak tergelincirnya. Siapa yang banyak tergelincirnya, berarti banyak dosanya, siapa yang banyak dosanya, maka api neraka lebih pantas melahap dirinya.” | Mengenai makan minum sesedikit mungkin, diriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda:
“Para wali Allah (kekasih-kekasih-Nya) adalah suka lapar dan haus, barangsiapa yang menyakiti mereka, maka Allah akan menyiksanya, membuka a aibnya dan Allah mengharamkannya tinggal di surga.” (H.R. Ibnu Najar).
Berkenaan dengan mengosongkan waktu untuk ilmu dan ibadah, seorang penyair berkata:
Hari esok jiwa-jiwa dibalas sesuai usahanya dan para petani akan memanen hasil tanamannya Jika mereka berbuat baik .itulah kebaikan untuk balasan mereka dan jika berbuat jelek itulah sejelek-jelek perbuatan mereka Allah melimpahkan rahmat mencurahkan anugerah bila kita kurang cermat maka kemurahan-Nya akan memadai Wahai, Tuhanku, catatlah aku mulai hari ini mengikuti golongan yang memegangi Al-Kitab serta memetik manfaatnya Cukupilah kami ampunilah kesalahan kami anugerahi kami keamanan sungguh kami amat membutuhkan
Adapun tentang keutamaan tidur sesedikit mungkin, Allah berfirman sebagai berikut:
“Mereka (orang-orang yang bertakwa) sedikit sekali dur waktu malam.” (Q.S. Adz-Dzariyat: 17).
Maksudnya, yakni orang-orang yang takwa, orang yang berbuat kebaikan di dunia, baik dengan perkataan maupun perbuatan, mereka tidur hanya sebentar pada waktu malam.
Sedang ayat selanjutnya menyebutkan:
“Dan di akhir-akhir malam, mereka mohon ampunan.” (Q.S. Adz-Dzariyat: 18).
Seorang penyair berkata dalam Bahar Khafif:
Wahai, orang yang banyak tidur dan lupa kebanyakan tidur mengakibatkan penyesalan
Sesungguhnya jika kamu telah masuk kuburan setelah mati maka akan lama tertidur .
Apakah kamu merasa aman dari malaikat maut!
Bukankah telah datang kepadamu juru menyeru dengan membawa bukti-bukti yang jelas.
14. Setiap Hari Bumi Memekikkan Sepuluh Kalimat
Berkata Anas bin Malik r.a.:
“Sesungguhnya bumi, setiap hari selalu memekikkan sepuluh kalimat, ialah: Wahai, anak cucu Adam, engkau berbuat segala sesuatu di atas punggungku, tapi akan kembali ke dalam perutku. Engkau maksiat di atas punggungku, dan akan disiksa di dalam perutku. Engkau tertawa di atas punggungku, tapi menangis dalam perutku. Engkau bersuka ria di atas punggungku, tapi akan susah payah dalam perutku. Engkau menghimpun harta di atas punggungku, tapi menyesali dalam perutku. Engkau makan barang haram di atas punggungku, tapi engkau dimakan cacing di dalam perutku. Engkau hidup gembira di atas punggungku, ‘ tapi akan hidup merana dalam perutku. Engkau di atas punggungku dapat hidup disinari matahari, bulan dan lampu, tapi di dalam perutku engkau akan kegelapan. Dan engkau dapat menghadiri perkumpulanperkumpulan di atas punggungku, namun kelak engkau di dalam perutku akan sendirian.”
Mengenai tertawa, Ali bin Abi Thalib r.a. berkata:
“Jika seorang alim tertawa satu kali, berarti ia memuntahkan kembali satu ilmu.”
Adapun istilah bersuka ria (Al-Farhu) digunakan pada berbagai makna, yaitu:
- Bathar (berbangga diri), seperti dalam firman Allah:
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.” (Q.S. Al-Qashash: 76).
- Rida (puas/senang), seperti terdapat dalam firman Allah SWT.:
“Setiap golongan merasa senang (puas) dengan sesuatu yang ada pada mereka.” (Q.S. Al-Mu’minun: 53).
- Surur (gembira), seperti pada firman Allah swt.:
“Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka.” (Q.S. Aali Imran: 170).
- Kelezatan hati sebab mendapatkan yang diinginkan, dikatakan dia gembira sebab keberaniannya dan nikmat Allah kepadanya serta gembira sebab musibah yang menimpa atas musuhnya.
Mengenai hidup berlagak di atas bumi, Nabi saw. bersabda:
“Janganlah kamu menjulurkan kain, maka sesungguhnya menjulurkan .. kam termasuk kesombongan dan Allah tidak menyukainya. Jika seseorang memarahimu dan mempermalukanmu dengan sesuatu perkara yang ada padamu, maka janganlah kamu membalas mempermalukannya dengan sesuatu yang ada padanya, biarkanlah dia, maka akibat kejelekannya akan menimpa kepadanya dan pahalanya bagi kamu, dan janganlah kamu mencaci seseorang.” – (H.R. Ibnu Hibban).









One Comment