Kitab Tasauf

Terjemah Akhlak Lil Banin Juz 4

  1. Sebab-sebab dengki itu banyak, di antaranya:

Permusuhan dan kebencian. Orang yang dengki tidak ingin musuhnya memiliki suatu keutamaan. Oleh karena itu, dia mendengki terhadapnya atas kenikmatan itu.

Meninggikan diri dan bersikap sombong. Dia tidak rela seseorang menampakkan suatu sifat baik, agar tidak menyombongkan sifat itu kepadanya. Oleh sebab itu, dia mengharapkan tidak ada kebaikan padanya (orang lain).

Takut tidak mencapai maksudnya. Ini biasanya terjadi antar kerabat dan teman. Sesama saudara saling mendengki atas timbulnya kedudukan di dalam hati ayah dan ibu. Sesama murid saling mendengki karena mendapat kedudukan di sisi guru. Sesama pedagang saling mendengki karena banyak langganan, dan lain-lain. Sebagaimana dikatakan: Musuh manusia ialah orang yang bekerja seperti pekerjaannya.

Jiwa yang jahat dan watak yang rendah. Ini adalah sebab terpenting dan paling buruk. Dia tidak menginginkan kebaikan bagi seseorang dan merasa berat atas terlihatnya kenikmatan Allah atas hamba-hamba-Nya. Dia pun bersedih bila melihat orang-orang dalam keadaan sehat dan afiat, tentram dan aman. la gembira bila mereka ditimpa musibah, sehingga kacau urusannya, harga-harga menjadi mahal dan tersebar di antara mereka penyakit serta permusuhan. Orang ini adalah musuh kenikmatan-kenikmatan Allah dan dengkinya mantap, sedangkan pengobatannya sulit sekali, karena dia tidak senang, kecuali nikmat-nikmat Allah lenyap dari para hamba-Nya.

5.Sungguh baik penyair yang berkata:

Setiap permusuhan dapat diharapkan menohilangkannya, kecuali permusuhan orang yang memusuhimu karena dengki karena di dalam hati ada ikatan yang membelitnya, tiada seorang pun yang dapat membukanya untuk selamanya

Kecuali Tuhan, jika Dia mengasihani, dilepaskannya.

Jika Dia menolak, maka jangan mengharapkannya dari seorang pun.

Di antara mereka ada orang-orang yang memusuhi orang-orang yang memperbaiki negeri dan memberi manfaat bagi umat. Mereka menentang pekerjaan-pekerjaan dan menghambat proyek-proyeknya karena dengki dan berniat jahat. Oleh karena itu, janganlah kamu bergaul dengan mereka dan jauhilah, seperti orang sehat yang menjauhi penderita – Sakit kudis, serta dukunglah orang sehat yang menjauhi penderita sakit kudis, serta dukunglah orang-orang yang mengadakan perbaikan itu dengan kekuatan yang ada padamu.

  1. Di antara sifat-sifat yang menyertai dendam, adalah buruk sangka, menyelidiki aib (cela) dan suka menyiarkan perbuatan keji. Allah Ta’ala berfiman: “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar dikalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. An. Nuur:19).

Dari Ibnu Umar ra., dia berkata: Rasulullah saw. naik mimbar, lalu beliau berseru dengan suara sekeras-kerasnya: “Hai, orang masuk Islam dengan lisannya, namun iman tidak masuk ke hatinya. Janganlah kamu mengganggu kaum muslimin, menjelekkan, dan menyelidiki aib (cela) mereka, karena barangsiapa menyelidiki aib (cela) saudaranya muslim, maka Allah menyelidiki aib (cela)nya. Dan barangsiapa yang diselidiki Allah aibnya, maka Allah akan menyingkapnya (membuka rahasianya) walaupun di dalam rumahya.”

Pada suatu hari Ibnu Umar memandang Ka’bah, lalu berkata: “Alangkah agung kamu dan alangkah agung kehormatanmu, sedang orang mukmin lebih besar kehormatannya di sisi Allah daripada kamu (Ka’bah).”

Termasuk karunia Allah atas hamba-hamba-Nya ialah Dia (Allah) suka menutupi kejelekan-kejelekan dan menamakan diri-Nya As-Sattar (Yang Maha Menutupi kejelekan).

Dalam hadits dijelaskan: “Tidaklah seorang hamba menutupi kejelekan seorang hamba lainnya di dunia, melainkan Allah Ta’ala menutupi kejelekannya di hari Kiamat.”

  1. Maka, wajiblah kamu waspada dari dendam dan dengki sekuat tenaga. Apabila kamu terjerumus ke dalamnya, segeralah bertobat dan obatilah hatimu yang sakit dengan . obat-obat yang manjur berikut:

Pertama: Hendaklah kamu ketahui, bahwa dengki itu membahayakan dalam agama dan duniamu. Adapun bahaya di dunia, maka dengan sebab dengki itu kamu selalu berada dalam kesusahan dan keresahan, kekeruhan dan kesedihan.

Kamu ingin mengganggu orang lain dengan dengkimu, tetapi sebenarnya kamu mengganggu dirimu sendiri. Maka, siksaan yang kamu kehendaki bagi musuhmu, justru menimpamu, sedangkan nikmat-nikmat Allah SWT. tetap tidak hilang dari orang yang menjadi sasaran dengkimu.

la berkata sebagaimana kata penyair:

Jika mereka dengki kepadaku, maka Sesungguhnya aku tidak menyalahkan mereka.

Sebelum aku, orang-orang yang baik telah menjadi sasaran dengki.

Tetaplah padaku dan mereka apa yang aku dan mereka alami.

Kebanyakan kita mati karena jengkel alas apa yang dirasakan.

Adapun bahayanya dalam agama, maka dengan dengki kamu tidak menyukai keputusan Allah dan tidak menyukai kebaikan bagi hamba-hamba-Nya. Dengan itu kamu berbuat kejahatan besar kepada dirimu dan melakukan dosa besar serta patut mendapat siksa yang pedih atas hal itu di akhirat.

Penyair berkata:

Hai orang yang dengki pada nikmatku, tahukah kamu, kepada siapa kamu berlaku buruk?

Kamu berlaku buruk kepada Allah

Mengenai hukum-Nya karena engkau tidak senang atas karunia-Nya bagiku

Maka, Tuhanku membalasnya dengan menambah nikmatku dan menutupi berbagai permintaanmu.

Kedua: Hendaklah kamu memperlakukan orang yang menjadi sasaran dengkimu dengan kebalikan dari apa yang dikehendaki oleh kedengkian itu. Maka, paksakanlah lisanmu untuk memuji dan menampakkan kegembiraan atas nikmat nikmat Allah padanya.

Bersikap rendah hatilah kepadanya dan tersenyum didepannya serta mengajukan alasan kepadanya atas kekurangan dalam menunaikan hak haknya. Mulailah memberi salam jika bertemu dengannya. Ringkasnya, tunjukkanlah kasih sayang kepadanya dengan segenap kemampuanmu. Harus memaksakan diri dengan perlakuan ini dan memerangi dirimu untuk melakukan Itu pada permulaan, sehingga akhu. nya menjadi perilaku dan watak.

Dengan demikian, Insya Allah hatimu menjadi sehat dari penyakit dengki dan kamu pun dicintai oleh hati orang yang menjadi sasaran dengki. Di samping itu, hati kalian akan saling menyayang dan berakibat setan menjadi hina.

Telah disebutkan dalam hadits, bahwa manusia tidak luput dari dengki, buruk sangka dan firasat buruk (sikap pesimis). Akan tetapi ia tidak boleh berbuat menurut ketiga sifat ini.

Rasulullah saw. bersabda: “Ada tiga perkara, yang seorang pun tidak luput darinya, yaitu dengki, sangkaan dan firasat buruk.

Maukah kalian kuberitahu tentang jalan keluar dari itu? Apabila kalian mendengki, jangan berbuat zalim. Jika menyangka, jangan memastikan. Dan jika berfirasat buruk, maka teruskanlah.” Yakni jangan mundur sebab firasat buruk dari perkara yang kamu inginkan.

Apabila kamu senang pada nikmat seseorang, maka mohonlah dari Allah seperti itu, karena Allah Ta’ala Maha Pemurah dan Maha Pemberi. Berusahalah untuk memperolehnya, karena barangsiapa bersungguh-sungguh, dia pun berhasil.

Penyair berkata:

Apabila kamu senang dengan sifat-sifat seseorang maka jadilah seperti dia dan kamu mendapat apa yang kamu senangi.

Tidaklah ada hambatan yang menghalangimu bila kamu ingin mencapai kebesaran dan kemuliaan.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker