Kitab Tasauf

Terjemah Akhlak Lil Banin Juz 4

  1. Bersikaplah pemurah kepada keluargamu lebih. dahulu, kemudian kepada kerabatmu yang lebih dekat, lalu yang dekat, Nabi saw. bersabda:

“Dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, untuk : membebaskan budak dan sedekah kepada orang miskin serta kepada keluargamu, yang paling besar pahalanya adalah yang kamu nafkahkan kepada keluargamu.”

Nabi saw. juga bersabda: “Sedekah bagi orang miskin adalah satu sedekah, sedangkan sedekah terhadap ke rabat adalah dua sedekah, yaitu sedekah dan hubungan kekeluargaan.”

Nabi saw. bersabda di lain hadits: “Hal umat Muham. mad, demi Allah yang mengutus aku dengan kebenaran, tidaklah Allah menerima sedekah dari seorang laki-laki, sedangkan dia mempunyai kerabat yang sangat mem. butuhkan bantuannya, tetapi dia memberikannya kepada orang lain. Demi Allah yang nyawaku berada dalam kekuasaan-Nya, Allah tidak melihat kepadanya (tidak menghiraukannya) di hari Kiamat.”

Hendaklah kamu mengeluarkan sedekah secara diamdiam (dirahasiakan), karena ia bisa memadamkan kemarahan Tuhan. Sebagaimana tersebut dalam hadits. Juga di hadits lain: “Sesungguh-nya pahalanya dilipatgandakan dari pahala sedekah yang terang-terangan sebanyak 70 kali.”

  1. Di antara beberapa faedah sedekah, ialah menolak bencana dan penyakit serta memelihara harta. Sebagaimana tersebut dalam hadits: “Perbuatan-perbuatan makruf (kebajikan) itu dapat mencegah mati dalam keadaan buruk. Bentengilah hartamu dengan zakat dan sembuhkan orang-orang sakit di antara kamu dengan sedekah. Tidaklah binasa harta di laut dan darat, melainkan karena menahan zakat.”

Di antara pahalanya, ialah dapat menyucikan orang rang bersedekah dari dosa-dosa.. Allah Ta’ala berfirman: ‘Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat tu kamu membersihkan dan menyucikan mereka…” (At-Taubah: 103).

Di samping itu, sedekah berarti memasukkan kegembiraan pada orang-orang miskin dan menyebabkan mereka mendoakanmu. Dalam hadits dijelaskan: “Sebaik-baik amal adalah apabila kamu memasukkan kegembiraan kepada saudaramu yang beriman, melunaskan utang atau memberinya makanan (roti).”

Sedekah dapat menambah rezeki. Telah dikemukakan hadits mengenai hal itu. Sedekah juga menjadi naungan bagi pelakunya dari terik panas di Padang Mahsyar pada hari Kiamat, menyebabkan keringanan hisab (perhitungan amal), beratnya timbangan amal dan meloloskan penyeberangan di atas Ash-Shirot, menambah derajat di surga.

  1. Apabila kamu miskin, maka sedekahlah walaupun sedikit. Hal itu lebih utama di sisi Allah daripada sedekah orang kaya yang banyak. Sebagaimana tersebut dalam hadits: “Satu dirham mengungguli seribu dirham.”

Janganlah kamu menolak peminta-peminta pertama yang berdiri di pintumu dan bersedekahlah setiap hari, walaupun sedikit dan segerakanlah pada waktu pagi. Sebagaimana tersebut dalam hadits: “Segerakanlah mengeluarkan sedekah karena bencana itu tidak bisa menimpa kepada orang yang bersedekah.”

Waspadalah untuk tidak mengungkit-ungkit sedekahmu terhadap orang miskin, karena mengungkit-ungkit itu haram dan membatalkan pahala sedekah. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima) …..” (QS. Al-Baqarah: 264)

Sedangkan dalam hadits: “Tidaklah masuk surga orang yang suka mengungkit-ungkit sedekahnya.”

Hendaklah kamu meminjami orang-orang yang membutuhkan, karena pahala meminjami itu sangat besar.

Allah Ta’ala berfirman: “Siapa yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.” (QS. Al-Hadid: 11).

Dalam ayat lain: “…. maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak …… ” (QS. Al-Baqarah: 245).

Sedangkan dalam hadits disebutkan: “Pada malam Isra’, kulihat di pintu surga tertulis: “Sedekah itu dibalas Sepuluh kali lipat, sedangkan utang dibalas 18 kali lipat! Maka aku bertanya: ‘Ya Jibril, mengapa utang itu lebih utama daripada sedekah?’ Beliau menjawab: ‘Karena orang yang meminta terkadang hanya meminta, padahal dia mempunyai harta yang mencukupinya, sedangkan orang yang berutang, dia tidak berutang, kecuali karena membutuhkan.”

Hendaklah kamu lebih mengutamakan orang lain daripada dirimu, yaitu apabila kamu mempunyai sesuatu yang kamu butuhkan, kemudian ada orang lain yang membutuhkan, lalu kamu berikan dan dahulukan mereka daripada dirimu. Maka, pahala yang demikian itu sangat besar sekali.

Allah Ta’ala berfirman: “….. dan mereka (kaum Anshar) mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan orang yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah o-rang-orang yang beruntung…..” (QS. Al-Hasyr: 9).

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker