10. AKIBAT ORANG-ORANG YANG SABAR
- Allah telah mengutus para Nabi kepada kaum-kaum mereka dan menjadikannya sebagai ulul ‘azmi, yakni tabah dan sabar dalam menghadapi kesulitan. Yang paling utama di antara mereka adalah Nabi kita, Muhammad saw. Sudah berapa banyak beliau diganggu, sejak pertama kali diutus hingga wafatnya. Maka, beliau sangat bersabar karena mematuhi firman Allah Ta’ala: “Maka bersabariah kamu, seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari Rasul-Rasul …,” (Al-Ahgaf: 35).
Ketika gangguan kaum musyrikin terhadapnya Meningkat, beliau berkata kepada pamannya, Abu Thalib:
Demi Allah, hai Paman, seandainya mereka letakkan matahari di tangan kananku dan bulan ditangan kiriku, agar aku tinggalkan sedikit saja dari agama yang aku bawa dari Tuhanku, tentulah aku tidak menyetujuinya . sampai Allah menampakkan kebenarannya atau aku binasa dalam membelanya.”
Mereka meletakkan kotoran unta di atas tubuhnya pada saat beliau sedang sujud di depan Ka’bah.
Mereka mencekik dan ingin membunuh serta mengusirnya dari tanah kelahirannya (Makkah). Mereka patahkan gigi dan melukai wajah sehingga berdarah serta menjatuhkannya dalam sebuah lubang pada waktu Perang Uhud.
Mereka memaki dan mendustakannya, menyihir dan meracunnya serta gangguan-gangguan lainnya yang keras dan berlebihan. Mereka juga mengganggu keluarga dan para sahabatnya. Namun beliau tetap sabar dalam menghadapi semua itu, sampai Allah memenangkan agama dan menyenangkannya dengan keberhasilan tugasnya hingga beliau wafat.
- Sayyidina Nuh as. bersabar dalam menghadapi gangguan kaumnya dan tinggal di antara mereka selama 950 tahun. Mereka memukulnya sampai pingsan. Sayyidina Ibrahim as. bersabar dalam menghadapi api Raja Namrud dan ketika disuruh menyembelih putranya, Sayyidina Ismail as., hingga Allah menyelamatkannya dari kedua cobaan itu. Sayyidina Ya’qub as. bersabar atas kehilangan anaknya, Yusuf, hingga memutih kedua matanya karena sedih. Sayyidina Yusuf as. bersabar ketika dimasukkan ke sumur dan penjara serta mengalami berbagai ujian lainnya. Sayyidina Musa as. bersabar dalam menghadapi Bani Israel, Fir’aun dan Qarun. Sayyidina Isa as. bersabar dalam menghadapi gangguan Yahudi. Para Nabi yang lainnya bun bersabar. Di antara mereka ada yang dipotong dengan gergaji, ada yang dikupas kulit kepala dan wajahnya, dan ada yang dibakar dengan api.
- Diantara kisah-kisah Sayyidina Ayub as.: Bahwa Allah memberi kekayaan yang banyak berupa unta, berbagai jenis ternak dan kebun. Allah mengaruniainya istri dan anak laki-laki maupun perempuan. Akan tetapi itu semua tidak melalaikannya dari menyembah Tuhan dan menunakar kewajiban-kewajibannya.
Beliau seorang yang menyayangi orang-orang Miskin menghormati tamu dan memelihara anak-anak yatim serta para janda.
Kemudian Allah mengujinya dengan berbagai cobaan berat pada badan, keluarga dan hartanya, agar menjadi pe. lajaran baginya dan orang lain, di samping agar mereka mengetahui bahwa dunia adalah tanaman untuk akhirat, sedang yang wajib atas manusia adalah bersabar da am keadaan susah dan senang.
Sayyidina Ayub terserang penyakit di tubuhnya selama 18 tahun dan rumahnya roboh menimpa anak-anaknya h ngga semuanya meninggal. Harta bendanya terkena gangguan hingga binasa. Kemudian setan menimbulkan perasaan waswas ke dalam dirinya. Namun Allah melindunginya dari kejahatan dan menyelamatkannya dari fitnah setan. Beliau menghadapi semua itu dengan kesabaran dan penyerahan diri di samping menghadapi kenikmatan dengan pujian dan syukur.
Maka Allah Ta’ala memujinya: “Sesungguhnya kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (AQ. Shaad: 44)
Beliau berdo’a dan memohon perlindungan kepada Tuhannya dalam menolak cobaan dari“Nya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: ‘(Ya, Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.
Maka, Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS. Al-Anbiya’: 83-84).
Kemudian Allah memberi karunia kepadanya dengan menjadikan Ayub muda dan sehat kembali serta melipatgandakan keluarga, anak dan harta yang pernah dimilikinya, sehingga keadaannya pun menjadi lebih baik daripada sebelumnya.
- Demikian juga kesabaran Sayyidina Dawud, Sulaiman, Yunus, Zakaria dan Yahya. Jejak mereka diikuti oleh para wali dan ulama. Mereka pun bersabar dan mendapat pahala yang banyak. Di antara mereka ada yang tersebut dalam sebuah hadits, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:
Sesungguhnya ada orang di zaman dahulu yang diuji: pertama, dalam hal mencintai anak-anaknya, dia pun bersabar dan selamat dari mendurhakai ibu-bapak. Kedua, dalam hal mencintai putri pamannya, dia pun bersabar dan selamat dari perbuatan zina. Ketiga, dalam hal mencintai hartanya, dia pun teguh di atas kebenaran dan menyampaikan amanat serta selamat dari khianat. Lafazh hadits tersebut ialah:
“Ada tiga orang dari umat sebelum kamu bepergian, mereka masuk dan bermalam di dalam sebuah gua. Tibatiba jatuh sebuah batu besar dari gunung hingga menutupi gua itu terhadap mereka. Maka, mereka berkata: ‘Sesungguhnya tidak ada yang menyelamatkan kamu dari batu ini, kecuali, bila kamu berdoa dengan perantaraan amal-amalmu yang shalih.’ Salah seorang dari mereka berkata:
‘Ya, Allah, dahulu aku mempunyai ibu dan bapak yang sudah lanjut usianya, sedangkan aku tidak memberi minum susu seorang pun, baik keluarga maupun hamba Sahaya, sebelum kedua orang tuaku.









One Comment