Kitab Tasauf

Terjemah Akhlak Lil Banin Juz 4

4. BUKTI NYATA BAGI YANG MEMBERI NASIHAT

  1. Rasulullah saw. menerima tamu seorang laki-laki yang kafir, lalu menyuruh memerah susu seekor kambing dan tamu itu meminum susunya. Kemudian beliau menyuruh memerah susu dari kambing lain dan orang itu meminumnya, hingga minum susu dari tujuh ekor kambing. Kemudian pada waktu pagi dia masuk Islam. Maka, Rasulullah saw. menyuruh memerah susu seekor kambing, lalu orang itu minum air susunya. Kemudian beliau menyuruh memerah susu seekor kambing lainnya, namun orang itu tidak menghabiskannya. Maka, Rasulullah saw. bersabda: “Orang mukmin itu minum dalam satu usus, sedang orang kafir minum dalam tujuh usus.” (H.R. Muslim).
  1. Diceritakan, Sayyidina Umar bin Abdul Aziz melihat anaknya pada hari raya memakai baju yang sudah usang, maka dia menangis. Lalu anaknya bertanya: “Kenapa ayah menangis?” Beliau berkata: “Hai anakku, aku khawatir hatimu sedih di hari raya, apabila anak-anak melihatmu dengan baju yang usang ini.” Maka berkatalah anak itu:

“Sesungguhnya yang sedih hanyalah hati orang yang tidak mendapat ridha Allah atau mendurhakai ibu dan ayahnya. Sungguh aku berharap Allah ridha kepadaku sebab ridhamu.” Maka menangislah Sayyidina Umar dan memeluk serta mendoakannya.

  1. Abdullah bin Dinar berkata: “Aku keluar bersama Umar ibnul Khattab ra. ke Makkah. Lalu kami beristirahat di suatu jalan. Kemudian datang kepadanya seorang pengembala dari gunung.” Umar berkata kepadanya: “Hai pengembala, juallah kepadaku seekor di antara kambing-kambing ini.” Pengembala itu menjawab: “Aku seorang budak.” Umar berkata: “Katakan kepada tuanmu, bahwa serigala telah memakannya.” Pengembala itu berkata: “Jika begitu, dimana Allah?” Maka Umar menangis.

Kemudian Umar mendatangi tuannya, lalu membeli budak tersebut dan memerdekakannya. Umar berkata: “Perkataan ini telah membebaskanmu di dunia dan aku berharap ia akan membebaskanmu di akhirat.”

  1. Dalam hadits diterangkan: “Seorang laki-laki membeli sebidang kebun dari seseorang. Kemudian ia menemukan sebuah pundi berisi emas di kebun itu. Maka pembeli kebun berkata: “Ambillah emasmu dariku. Sesungguhnya aku hanya membeli tanah darimu dan tidak membeli emas”. Pemilik tanah berkata: ‘”Sesungguhnya aku menjual tanah itu beserta isinya padamu”. Kemudian kedua orang itu mengadukan perkaranya kepada seorang laki-laki. Orang itu berkata: Apakah kalian (berdua) mempunyai anak?’

Salah seorang dari mereka berkata: “Aku mempunyai seorang anak laki-laki”. Yang satunya lagi berkata: ‘Aku mempunyai seorang anak perempuan.’ Orang itu berkata: ‘Nikahkanlah anak laki-laki itu dengan anak perempuan ini dan keluarkan (belanjakan) bagi mereka (untuk keperluannya) dari emas itu dan bersedekahlah’.” (H.R. Bukhari).

  1. Diceritakan, seorang laki-laki menangkap seekor burung. Kemudian burung itu berkata: “Apa yang ingin Anda lakukan terhadapku?” Orang itu menjawab: “Aku akan menyembelih dan memakanmu.” Burung itu berkata: “Demi Allah, aku tidak bisa memuaskan keinginan dan mengenyangkan dari lapar.

Akan tetapi aku ajari kamu tiga perkara yang lebih baik bagimu daripada memakan aku. Pertama, ketika aku berada di tanganmu. Kedua, bila aku berada di atas pohon. Ketiga, ketika aku berada di atas gunung.” Orang itu berkata: “Ajarilah yang pertama.” Burung itu berkata: “Janganlah kamu menyesali sesuatu yang luput darimu.” Maka orang itu melepaskannya. Ketika burung itu berada di atas pohon, orang itu berkata: “Ajarilah yang kedua”. Burung itu berkata: “Janganlah kamu mempercayai sesuatu yang tidak terjadi”. Kemudian burung itu terbang ke atas gunung. Kemudian burung itu berkata: “Hai orang yang sengsara, seandainya kamu menyembelihku, tentu kamu keluarkan dari rongga . tubuhku dua butir mutiara dan berat setiap butir adalah 20 mitsqal “. Orang itu menggigit kedua bibirnya dan menyesal, seraya berkata: “Ajarilah yang ketiga.”

Burung itu berkata: “Kamu telah melupakan dua perkara, maka, bagaimana aku ceritakan kepadamu yang ketiga? Bukankah aku katakan, janganlah menyesali sesuatu yang luput darimu dan jangan mempercayai sesuatu yang tidak terjadi? Daging, darah, dan buluku, semuanya tidak mencapai berat 20 mitsqal, maka, bagaimana mungkin terdapat dua butir mutiara di dalam rongga tubuhku, yang masing-masing seberat 20 mitsqal?” Kemudian burung itu terbang dan lenyap.

Maksud dari cerita di atas adalah melarang keserakahan dan ketamakan.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker