18. BEBERAPA KISAH DARI ORANG-ORANG YANG MERENDAHKAN HATI DAN SOMBONG
- Seorang laki-laki makan di dekat Rasulullah saw dengan tangan kirinya. Kemudian beliau berkata kepadanya: “Makanlah dengan tangan kananmu.” Orang itu berkata: “Aku tidak bisa.”
Rasulullah saw. berkata: “Engkau tidak akan dapat melakukannya. Dia menolak karena dia sombong.”
Nabi berkata lagi: “Maka orang itu tidak bisa meng. angkat tangan ke mulutnya.”
- Sayyidina Ali ra. memberi sahayanya beberapa uang dirham untuk membeli dua baju yang berbeda harganya. Ketika membawa kedua baju itu. Sayyidina Ali memberinya baju yang lebih tipis tenunannya dan lebih mahal harganya serta menyimpan yang lain bagi dirinya. Sayyidina Ali berkata kepadanya: “Kamu lebih berhak memakai yang terbaik daripada aku, karena kamu masih muda dan seleramu suka yang bagus. Sedang aku telah tua dan cukuplah ini bagiku.”
- Tatkala Sayyidina Umar bin Khattab ra. dipanggil ke negeri Syam untuk melaksanakan penandatanganan perdamaian di salah satu wilayahnya, sebagaimana diisyaratkan penduduknya, maka beliau bergiliran menaiki kendaraan antara beliau dan sahayanya. Ketika mendekati kota, tibalah giliran sahaya itu menaikinya. Akhirnya, tibalah Sayyidina Umar di pangkalan pasukannya sambil berjalan, sementara sahayanya menaiki kendaraan.
- Sayyidina Husein bin Ali ra. melewati tempat orangorang miskin, sementara mereka makan roti di atas selembar kain. Kemudian mereka berkata: “Wahai Abu Abdillah, marilah makan siang.”
Maka Sayyidina Husein ra. turun dari kendaraannya dan membacakan ayat: “Sesungguhnya Dia (Allah) tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (QS. An-Nahl: 23).
Sayyidina Husein ra. makan bersama mereka, kemudian dia berkata: “Aku telah memenuhi undangan kalian, maka penuhilah undanganku.”
Maka mereka pergi bersamanya. Ketika tiba dirumahnya, beliau berkata kepada sahaya perempuannya: “Keluarkan makanan yang kamu simpan.”
- Diriwayatkan, pada suatu malam Sayyidina Umar bin Abdul Aziz ra. kedatangan seorang tamu, ketika itu beliau sedang menulis, lampunya nyaris padam. Maka tamunya berkata: “Aku akan menghampiri lampu itu untuk memperbaikinya.”
Sayyidina Umar berkata: “Bukanlah merupakan kemurahan hati apabila seseorang dilayani oleh tamunya.” Orang itu berkata: “Apakah perlu aku bangunkan pelayan laki-laki itu?” Sayyidina Umar menjawab: “Dia baru tidur.” Kemudian Umar berdiri dan mengambil lampu, lalu mengisinya dengan minyak. Tamu itu berkata: “Engkau berdiri sendiri, wahai Amirul Mukminin!” Sayyidina Umar berkata: “Aku pergi dan namaku Umar. Aku pulang dan namaku Umar. Tidak mengurangi dariku sesuatu pun. Sebaik-baik manusia adalah orang yang rendah hati di sisi Allah.” .
- Diceritakan, Mutharrif bin Abdullah bin Syikhkhirrahimahullah memandang kepada Muhallab bin Abi Shufrah yang memakai pakaian hingga mengenai tanah dan menyeretnya sambil berjalan dengan sombong. Kemudian Mutharrif berkata: “Hai Abu Abdillah, kenapa kamu berjalan seperti ini, yang dibenci Allah dan Rasul-Nya?” Maka Al-Muhallab berkata: “Tidakkah kamu mengenal. aku?” Mutharrif menjawab: “Ya, aku mengenaimu. Pertama kali kamu adalah setetes air mani yang busuk, akhirnya menjadi bangkai yang kotor, sedangkan isi perutmu di antara itu adalah kencing dan kotoran.” Akhirnya, Muhallab tidak lagi berjalan seperti itu.
- Dari Umar bin Syabbah, dia berkata: “Pada saat aku di Makkah, berada di antara Shafa dan Marwah. Kemudian aku melihat seorang laki-laki yang menaiki baghal betina (peranakan kuda dan keledai) dan di depannya terdapat beberapa anak. Ternyata, mereka membentak orang-orang.
Selang beberapa waktu, aku kembali, kemudian memasuki jembatan. Ternyata, aku melihat seorang laki-laki yang ber. telanjang kaki dan terbuka kepalanya dengan rambut panjang. Lalu aku memandang dan merenungkannya.”
Maka dia berkata: “Mengapa kamu memandang kepa. daku?” , Aku jawab: “Aku serupakan kamu dengan seorang laki-laki yang kulihat di Makkah dan aku gambarkan sifatnya.”
Kemudian dia berkata: “Akulah orang itu.”
Maka aku bertanya: “Apa yang dilakukan Allah terhadapmu?”
Dia menjawab: “Aku meninggikan diri di tempat orangorang merendahkannya (di Makkah). Maka Allah merendahkan aku di mana orang-orang meninggikan diri (di bawah jembatan).”
- Al-Hajjaj bin Yusuf, seorang yang zalim dan sombong serta sering menumpahkan darah. Berita-beritanya yang buruk tersebut di kitab-kitab sejarah. Pada suatu hari, dia melihat seekor kumbang merayap menuju tempat shalatnya, lalu diusirnya, namun ia kembali. Kemudian diusirnya lagi, tetapi kumbang itu tetap kembali. Maka. dia mengambilnya dengan tangan dan dibuang. Akan tetapi kumbang itu menggigitnya hingga bengkak tangannya, lalu dia meninggal akibat gigitan kumbang tadi.
Demikian Allah menghinakannya, melalui sebab makhluk-Nya yang terlemah, sebagaimana Raja Namrud bin Kan’an, yang terbunuh oleh seekor nyamuk yang masuk ke ” hidungnya. Nyamuk itulah yang menyebabkan kebinasaannya.. Sering kali dia bertindak sewenang-wenang dan sombong hingga mengaku Tuhan. Dia mengganggu Sayyidina Ibrahim as. dan ingin membakarnya dengan api. Maka Allah menyelamatkannya dari api.
Allah Ta’ala berfirman: “Kami berfirman: ‘Hai api, menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim’.” (QS. Al-Anbiya’: 69).
- Begitu pula Allah membinasakan Fir’aun dengan menenggelamkannya di Sungai Nil dalam keadaan hina dina setelah dia berbuat sewenang-wenang dan aniaya serta berkata kepada kaumnya: “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi.” (QS. An-Nazi’at: 24).
Dia mengganggu Sayyidina Musa as., membunuh dan memenjarakan banyak orang serta menyiksa mereka dengan sekeras-kerasnya. Begitu pula Garun ketika menjadi sombong. Allah membenamkannya di bumi. Maka, dia pun masuk ke dalamnya hingga hari Kiamat, dan lain-lain.
Demikian pula yang tersebut dalam cerita-cerita kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud, Luth dan Syu’aib. Maka Allah menyiksa mereka karena kesombongan dan kerusakan mereka di muka bumi. Sebagian mereka ada yang ditenggelamkan, diterpa angin yang sangat dingin lagi kencang, karena teriakan, karena batu-batu dan api yang menimpa mereka dari langit atau gempa yang keras.
Allah Ta’ala berfirman: “Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, serta di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS. Al-Ankabut: 40).









One Comment