27. NASIHAT-NASIHAT UMUM I
Wahai anak tercinta!
- Sesungguhnya kamu hidup dalam zaman dimana orang yang menjalankan agamanya seperti orang yang memegang bara api, sebagaimana tersebut dalam hadits. Maka, kamu harus memegang agamamu dalam segala keadaan dan bersabar atas hal itu, seperti kesabaran orang-orang yang kuat. Hendaklah kamu memelihara dengan sangat kenikmatan ini, yang merupakan nikmat paling utama, yaitu nikmat Islam dan iman. Maka, janganlah kamu tinggalkan sedikit pun dari perintah-perintah agamamu, walaupun di masa yang paling sulit.
Janganlah kamu takut terhadap seorang pun dari orang. orang yang melakukan penyimpangan dan kesesatan serta para penyeru kekafiran dan atheisme. Hendaklah kamu men. jauhi majlis-majlis mereka dan jangan mendengarkan propaganda-propaganda yang dusta serta membaca buku-bukunya yang menarik, karena itu semua adalah racun pembunuh. Mereka telah mengarangnya untuk merobohkan akidah-akidah kaum muslimin dan merusak akhlak serta kebiasannya.
- Hendakiah kamu menguatkan iman dan memantapkan keyakinan. Hal itu dapat dilakukan dengan membaca Al-Gur’an, kitab-kitab tafsir dan hadits serta kitab-kitab para ulama penasihat. Hendaklah kamu duduk dengan ahli ilmu dan orang-orang yang shalih serta bertakwa, agar kamu bahagia di dunia dan akhirat.
Hendaklah kamu bersungguh-sungguh dalam mendapatkan ilmu-ilmu yang berguna dan mencurahkan segenap kemampuan dalam memperbaiki akhlak serta membersihkan jiwa, selama kesempatan masih terbuka dan muda belia. Apabila kesempatan itu hilang, maka kamu pasti menggigit jari karena menyesal, sedangkan penyesalan itu tidak berguna bagimu, walaupun kamu menangis hingga mengeluarkan darah.
Ketahuilah! Bahwa suatu hari kamu akan meninggalkan alam yang fana (tidak kekal) ini menuju alam baka (Kekal). Maka, periksalah apa yang kamu siapkan bagi hari esokmu,
Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari Esok (akhirat) …” (QS. Al-Hasyr:18).
- Laksanakanlah kewajiban-kewajibanmu terhadap Tuhan, Nabi, ayah-ibu, guru-guru, seluruh kerabat dan tetanggamu, serta orang-orang yang sebangsa denganmu dan semua orang. Laksanakan juga kewajibanmu terhadap agama, bahasa, sekolah, pelajaran, perdagangan dan industri serta pekerjaanmu yang lain, apabila kamu menjadi seorang pedagang atau pekerja.
Sesungguhnya pelaksanaan kewajiban menenangkan jiwa dan menyebabkan menusia memperoleh kepercayaan penuh di antara orang-orang serta menyebabkan kebahagiaan antar anggota masyarakat. Kebalikannya adalah tidak melaksanakan kewajiban, karena ia menghilangkan kepercayaan manusia, menjatuhkan kedudukannya, dan menimbulkan kekacauan dan kerusakan serta kesengsaraan pada semua lapisan.
- Pikirkanlah masa depanmu. Ketahuilah, kamu tidak tetap dalam usia kanak-kanak dengan pikiran kosong dan dicukupi belanjamu. Maka, suatu ketika, kamu akan memasuki gelombang kehidupan dan dibebani mengurusi maslahat-maslahat (kepentingan) diri dan keluarga.
Pada waktu itu, pilihlah olehmu pekerjaan yang mulia. Jangan tinggalkan pekerjaan sehingga kamu mengandalkan orang lain. Walaupun rezeki itu sudah terbagi, namun harus berusaha mencarinya, karena gerak itu dapat menimbulkan berkah.
Dalam hadits Sayyidina Umar ra.: “Sungguh aku tidak suka melihat seseorang di antara kamu sia-sia, baik dalam pekerjaan dunia maupun akhirat.” Beliau berkata pula: “Janganlah seseorang di antara kamu malas mencari rezeki, lalu dia berkata: ‘Ya Allah berilah aku rezeki.’ Padahal dia tahu, bahwa langit tidak menurunkan hujan emas atau perak, dan sesungguhnya Allah Ta’ala memberi rezeki kepada manusia, sebagian mereka dari sebagian yang lainnya.” Kemudian beliau membaca firman Allah Ta’ala: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka menyebarkan kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah serta ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (Al-Jumu’ah:10).
- Tanamkanlah di dalam hatimu sifat rahmat dan kasih sayang kepada manusia dan hewan, agar Tuhan menyayangi kamu.
Dalam hadits dijelaskan: “Sayangilah makhluk yang dibumi, niscaya kalian disayangi makhluk yang di langit. Barangsiapa yang tidak menyayangi, ia pun tidak disayangi.”
“Tidaklah dicabut rahmat, kecuali dari orang yang sengsara.”
“Barangsiapa yang menyayangi, walaupun atas burung yang disembelih, niscaya Allah menyayanginya.”
Banyak di dunia ini orang-orang yang lemah dan miskin, melarat dan susah, anak-anak yatim dan orang-orang sakit, wanita-wanita dan laki-laki tua, orang-orang bodoh dan bingung. Ulurkan pertolongan kepada mereka dengan segenap kemampuanmu, baik dengan ilmu, harta, pikiran atau kedudukanmu untuk menolong seseorang dalam memenuhi kebutuhannya.
Allah Ta’ala berfirman: “Barangsiapa memberikan syafa’at yang baik,?) niscaya dia akan memperoleh bagian (pahala) daripadanya. Dan barangsiapa memberi syafa’at yang buruk, niscaya dia akan memikul bagian (dosa) daripadanya …” (QS. An Nisa’:85)”.
“Rasulullah saw. bersabda: “Berilah pertolongan, niscaya kamu mendapat pahala.”
Apabila kamu berbuat baik kepada orang lain, maka dia pun akan berbuat baik kepadamu pada waktu kamu membutuhkannya. Dan sesungguhnya, orang yang kuat sekarang, besok dia akan menjadi lemah.
Barangsiapa yang mengalami masa muda, dia pun akan mencapai masa tua. Barangsiapa kaya, maka dia pun tidak aman dari kemungkinan menjadi miskin. Sebagaimana kamu memberi utang, maka kamu pun akan diberi utang.
Penyair berkata:
Berbuatlah baik kepada orang-orang niscaya kamu perbudak hati mereka. Sering kali manusia diperbudak oleh kebaikan.
Jadilah kamu penolong dalam kesusahan bagi empunya harapan yang mengharap kemurahanmu karena orang merdeka suka menolong.
Penyair lain berkata:
Barangsiapa melakukan kebaikan, tidaklah habis balasannya. Tidaklah lenyap kebaikan antara Allah dan manusia.









One Comment