Dalam hadits juga disebutkan: “Terkutuklah orang yang melakukan perbuatan kaum Luth (homoseks).”
- Sesungguhnya, Qana’ah adalah kemuliaan, kehormatan dan ketenangan, sedangkan ketamakan adalah kehinaan, kepayahan dan kecemaran.
Nabi saw. bersabda: “Kemuliaan orang mukmin ads lah apabila dia tidak mengandalkan manusia lainnya.
Selanjutnya Nabi saw. bersabda: “Ketamakan menghilangkan hikmah dari hati para ulama.”
Datang seorang laki-laki kepada Nabi saw.,, lalu berkata: “Berilah aku wasiat.” Nabi bersabda: “Janganlah kamu mengharapkan milik orang lain dan janganlah kamu tamak, karena ketamakan adalah kemiskinan yang nyata.”
Sayyidina Ali Karamallahu Wajha berkata: “Janganlah kamu mengandalkan orang yang kamu kehendaki, niscaya kamu sebanding dengannya. Butuhkanlah orang yang kamu kehendaki, tentu kamu menjadi tawanannya. Berbuatlah baik kepada siapa saja yang kamu kehendaki, tentu kamu menjadi pemimpinnya. Orang merdeka itu dapat menjadi budak apabila dia tamak dan budak itu dapat merdeka apabila dia dapat menerima apa adanya.”
Allah Ta’ala telah memuji orang-orang yang memelihara diri melalui firman-Nya: “…. Orang yang bodoh menyangka mereka (sebagai) orang kaya, karena memelihara diri dari minta-minta …” (QS. Al-Baqarah:273).
- Asal Qana’ah adalah berhemat. Disebutkan dalam hadits: “Tidaklah menjadi miskin orang yang berhemat.”
Selanjutnya, disebutkan lagi dalam hadits: “Barangsiapa berhemat, Allah akan membuatnya kaya. Dan barangsiapa boros, maka Allah membuatnya miskin.”
Percayalah pada takdir Allah dan tenangkan hatimu dengan perbendaharaan Allah yang tidak pernah habis. Allah Ta’ala berfirman: “… dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia memberikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangkanya.” (AS. At-Thalaq:2-3).
Apabila keadaanmu sempit, maka tunggulah pertolongan dari Allah Ta’ala.
Sayyidina Ali Karramaliahu Wajha berkata:
Janganlah kamu tunjukkan kepada mianusia, kecuali kebaikan.
Musibah akan menimpamu atau teman akan menjauhimu.
Jika rezeki hari ini menjadi sempit, sabariah hingga esok.
Mudah-mudahan musibah dunia lenyap darimu.
Berkata Ath-Thaghrai:
Kutenangkan jiwa dengan harapan yang aku nantikan
Alangkah sempitnya kehidupan kalau bukan karena harapan yang lurus.
Abu Firas Al-Hamdani berkata tentang qana’ah:
Sesungguhnya orang kaya Itu adalah yang kaya jiwa.
Apabila kamu miliki sifat qana’ah, maka segala sesuatu menjadi cukup.
Penyair lain berkata:
Qana’ah menimbulkan setiap kemuliaan padaku
Kekayaan manakah yang lebih mulia daripada qana’ah?
Jadikan ia sebagai modalmu dan jadikan ketakwaan sesudah itu Sebagai barang dagangan.
- Diantara hal-hal yang dapat membantu memelihara diri dari harta milik orang lain, ialah mencari harta dari berbagai jalannya yang sah. Misalnya, berdagang, bertani ataupun industri.
Dalam hadits disebutkan: “Lebih baik seseorang di antara kamu mengambil tali-talinya, kemudian pergi ke gunung dan mengambil kayu sambil memikulnya, lalu menjualnya, hingga Allah melindungi wajahnya dari pada meminta-minta kepada orang-orang, baik mereka memberi atau menolaknya.”
Hal itu dapat memelihara kehormatan dan kemuliaa” Serta mendatangkan harta yang membantu dalam berbagai urusan dunia dan agama serta menjauhkan bahaya-bahaya pengangguran dan kekosongan.
Penyair berkata:
Sesungguhnya masa muda, pengangguran dan kekayaan itu menimbulkan kerusakan yang besar bagi manusia.









One Comment