16 KEMURAHAN HATI RASULULLAH SAW. DAN KELUARGANYA
- Rasul saw. adalah orang yang paling pemurah dan dermawan. Beliau mendermakan setiap yang ada dan memberikan pemberian yang tidak mampu dilakukan oleh raja-raja, misalnya, Kisra dan Kaisar. Tidak pernah beliau diminta sesuatu, lalu beliau mengatakan: “Tidak.”
Datang kepada beliau seorang perempuan membawa selembar kain burdah yang ditenun. dengan kedua tangannya untuk dipakaikan kepada beliau. Maka Nabi saw. mengambil dan memakainya karena dibutuhkan. Kemudian seorang Sahabat berkata: “Pakaikanlah ia padaku. Alangkah bagusnya!”
‘ Maka Nabi saw. bersabda: “Ya.” Setelah Nabi saw. duduk di majlis, kemudian pulang, lalu beliau melipatnya. Setelah itu beliau mengirimkannya kepada sahabat tadi. Maka orang-orang berkata kepadanya: “Kamu tidak berbuat baik. Nabi saw. memakainya karena dibutuhkan. Kemudian kamu memintanya, sedangkan kamu tahu bahwa beliau tidak menolak orang yang meminta.” Sahabat tadi menjawab: “Demi Allah, aku tidak memintanya untuk dipakai. Sesungguhnya aku memintanya agar ia menjadi ‘kain kafanku.” Maka kain burdah itu pun menjadi kafannya.
- Dibawa kepada Nabi saw. uang sebanyak 90.000 dirham. Kemudian beliau meletakkannya di atas sehelai tikar. Setelah itu beliau berdiri dan membaginya. Maka, tidaklah beliau menolak seorang pun yang meminta hingga selesai membagikannya.
Datang seorang laki-laki meminta sesuatu kepadanya (Nabi saw). Maka beliau bersabda: “Aku tidak punya apa apa, tetapi belilah atas namaku. Jika aku punya uang, nanti aku yang membayarnya.”
Nabi saw. juga mengembalikan tawanan dari bani Hawazin yang berjumlah 6.000 orang.
Kedermawanannya itu semua karena Allah dan demi mendapatkan ridha-Nya. Beliau lebih mengutamakan orang lain daripada diri dan anak-anaknya. Terkadang selama sebulan atau dua bulan tidak dinyalakan api di dalam rumah-nya. Beliau dan keluarganya hanya cukup makan kurma dan air. Sering kali beliau tidur dalam keadaan lapar dan bangun pagi dalam keadaan puasa. Beliau mengikatkan batu di perutnya karena lapar. Dibawakan harta kepadanya, namun beliau tidak menyimpan sedikit pun bagi dirinya, bahkan ketika beliau wafat, baju besinya masih tergadai pada orang Yahudi dengan imbalan 30 sha’ biji gandum. Padahal beliau telah menguasai Jazirah Arab.
Masih banyak lagi kemurahan hati Nabi saw. dan sifat mengutamakan orang lain, yang mengherankan pikiran dan dicatat dalam buku sejarah.
Keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka (para tabiin) mengikuti jalan dan menempuh perilakunya dalam hal pengorbanan dan kemurahan, kedermawanan dan pemberian.
Maka, lihatlah pada kemurahan Sayyidina Abu Bakar ra. hingga beliau menafkahkan seluruh hartanya dalam perang Tabuk. Sayyidina Umar ra. membelanjakan dari setengah hartanya. Sedang Sayyidina Utsman dan Sayyidina Abdurrahman bin Auf ra. menafkahkan harta yang sangat banyak.
- Dari sahabat Ibnu Abbas ra.: Bahwa Hasan dan Husein ra. (cucu Rasulullah) sakit, lalu Rasulullah saw. menjenguk kedua anak itu bersama beberapa orang. Kemudian mereka berkata: “Wahai Abal Hasan (yang dimaksud Sayyidina bin Abi Thalib, ayah Hasan dan Husein) bagaimana Seandainya engkau bernazar (janji melakukan kebaikan untuk mendekatkan diri kepada Allah) untuk anakmu?” Lalu Ali dan Fatimah serta si Fidhdhah (nama sahaya perempuan) bernazar, bahwa jika kedua anak itu sembuh dari penyakitnya, maka mereka akan berpuasa tiga hari. Akhirnya kedua anak itu sembuh, sedang mereka tidak punya apa-apa.
Kemudian Ali ra. berutang dari Syam’un Al-Khaibari, seorang Yahudi, 3 sha’ gandum. Fatimah ra. menggiling gandum itu sebanyak satu sha’ dan membuat roti sebanyak lima potong, sesuai jumlah mereka. Kemudian mereka meletakkan di hadapannya untuk berbuka puasa. Kemudian datang seorang peminta-minta seraya berkata: “Assalamu’alaikum, wahai keluarga Muhammad, aku seorang muslim yang miskin, berilah aku makanan, semoga Allah memberi kalian makanan dari hidangan surga.” Kemudian mereka memberinya dan tidur tanpa makan sesuatu, selain air.
Pada waktu pagi mereka berpuasa. Ketika tiba waktu sore dan mereka menyiapkan makanan di hadapannya, datanglah kepada mereka anak yatim. Mereka pun memberinya makanan itu.
Pada hari ketiga, datang kepada mereka seorang tawanan. Maka, mereka pun melakukan seperti itu. Pada waktu pagi, Ali memegang tangan Hasan dan Husein ra. Mereka datang kepada Rasulullah saw., ketika melihat mereka yang gemetar seperti anak burung karena sangat lapar, Rasulullah saw. bersabda: “Betapa menyedihkan keadaanmu, sebagaimana yang aku lihat.” Beliau berdiri, lalu pergi bersama mereka. Dilihatnya Fatimah berada di mihrabnya. Tubuhnya tampak kurus dan kedua matanya tampak cekung. Beliau sedih melihat hal itu. Maka, turunlah Jibril dan berkata: “Ambillah dia, wahai Muhammad! Allah memberimu selamat mengenai keluargamu.” Kemudian Jibril membacakan kepadanya surat Al-Insan sampai akhir. Di antaranya:
“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air Kafur, (yaitu) mata air (dalari surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.
Mereka menunaikan nazar dan takutakan suatu hari, yang azabnya merata di mana-mana.
Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.
Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami ti. dak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.
Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.” (QS. Al-Insan:5-10).
Imam Al-Alusi, Fakhrur Razi dan Az-Zamakhsyari menyebutkan hadits di atas dalam kitab-kitab tafsir mereka dan para ulama lainnya.
- Diriwayatkan, Sayyidah Fatimah ra. menghadiahkan kepada Rasulullah saw. dua potong roti dan sedikit daging. Kemudian beliau mengirimkannya kembali kepada Fatimah atau mengambil dan mengembalikannya dalam keadaan tertutup, seraya bersabda: “Kemarilah hai anakku.” Maka Fatimah membuka talam itu.
Ternyata, ia penuh roti dan daging. Rasulullah bertanya kepadanya: “Dari mana engkau mendapat ini?” Fatimah menjawab: “Ia berasal dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada setiap orang yang dikehendaki-Nya tanpa perhitungan (batas).” Kemudian beliau bersabda: “Segala puji bagi Allah yang menjadikanmu menyerupai pemimpin wanita bani Israel.” (Siti Maryam binti Imran).
Kemudian beliau mengumpulkan Ali, Hasan dan Husein serta keluarganya, semoga Allah meridhai mereka semua. Lalu mereka makan sampai kenyang, sedangkan makanan itu tetap seperti semula, maka diberikannya kepada tetangga-tetangga. (Abu Suud menyebutkan kisah ini dalam tafsirnya).









One Comment