20. KESIA-SIAAN ORANG-ORANG YANG BERSIKAP RIYA’
- Diriwayatkan dari Rasulullah saw., bahwa seorang laki-laki berkata kepadanya: “Aku berpuasa sepanjang tahun, wahai Rasulullah.” Maka beliau berkata kepadanya: “Kamu tidak berpuasa dan tidak berbuka.” Para ulama berkata: “Nabi mengucapkan demikian, karena dia menampakkan amalan puasanya.”
- Diriwayatkan, Sayyidina Umar bin Khattab ra. melihat Seorang laki-laki menundukkan lehernya. Kemudian dia berkata: “Hai pemilik leher, angkatlah lehermu. Khusyuk itu bukaniah dengan menundukkan leher, tetapi khusyuk itu di da. lam hati.”
- Dari Ibnu Mas’ud ra., bahwa dia mendengar Seorang laki-laki berkata: “Tadi malam aku membaca surat Al-Baga. rah.” Maka dia berkata: “Itulah bagian: yang didapatkannya dari surat tersebut.” Yakni, dia tidak mendapat pahala, karena bersikap riya’ dengan amalnya.
- Abu Umamah Al-Bahili ra. melihat seorang laki-laki di masjid sedang menangis dalam sujudnya. Lalu Abu Umamah berkata: “Kamu berbuat benar, seandainya ini terjadi di dalam rumahmu.”
- Diceritakan, seorang laki-laki menjamu Sufyan Ats. Tsauri dan para sahabatnya. Kemudian dia berkata kepada istrinya: “Berikan baki (talam) selain yang kubawa pada waktu haji pertama, tetapi pada waktu haji kedua.” Maka Sufyan AtsTsauri rahimahullah berkata: “Kasihan dia! Dia merusak kedua hajinya dengan ucapan ini.”
- Seorang laki-laki melakukan shalat dengan bersikap riya’. Kemudian dikatakan kepadanya: “Alangkah baiknya shalatmu!” Orang itu berkata: “Disamping itu, aku pun berpuasa.”
- Dikatakan kepada seorang yang bersikap riya’: “Berapa lama kamu tinggal di Irak?” Dia menjawab: “Sejak 20 tahun, dan aku berpuasa sejak 30 tahun.”
Mahmud Al-Warraq berkata:
Mereka menampakkan ibadah kepada ” manusia .dan demi uang mereka berbuat.
Mereka shalat dan puasa karena uang dan karena’uang mereka pergi haji dan ziarah.
Andaikata terlihat di atas bintang Tsurayya sedang mereka punya bulu, tentulah mereka terbang.





One Comment