15. KEMURAHAN HATI DAN SIFAT KIKIR
- Ketahuilah, Allah menciptakan harta bagi kepentingan para hamba-Nya dan menyuruh kita bermurah hati dengannya kepada orang-orang fakir dan orang-orang yang membutuhkan serta melarang kita menimbunnya di saat orang-orang sangat membutuhkannya. Oleh karena itu, Allah Ta’ala mewajibkan zakat kepada kita dan mendorong agar mengeluarkan sedekah.
Allah Ta’ala berfirman: “Dan dirikanlah shalat serta keluarkan zakat …” (QS. Al-Baqarah: 43).
“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam. dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Al-Baqarah: 274).
“…… Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak, dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.
Pada hari dipanaskan emas-perak itu dalam neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggungnya, (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS. At-Taubah: 34-35).
- Manusia itu berwatak senang pada harta dan gemar mengumpulkannya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi, sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (Al-A’la: 16-17).
Akan tetapi, kamu wajib membiasakan diri untuk bersifat pemurah hingga selamat dari penyakit kikir yang merupakan penyakit paling berbahaya (gawat). Sebagaimana dijelaskan dalam hadits: “Penyakit mana yang lebih berbahaya daripada kikir?”
Apabila kamu terbiasa bersifat pemurah, maka kamu pun dicintai di sisi Allah, kemudian oleh makhluk-Nya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr: 9)
Disebutkan dalam hadits: “Sesungguhnya orang orang pemurah itu dekat dari Allah, manusia dan surga serta jauh dari neraka. Sesungguhnya orang yang kikir itu jauh dari Allah, manusia dan surga serta dekat dari neraka.”
“Seorang yang bodoh tapi pemurah, lebih dicintai Allah daripada seorang alim yang kikir.”
- Sifat kikir adalah kejahatan besar dan bencana buruk yang menyebabkan permusuhan dan pertengkaran, bahkan perkelahian dan pemutusan hubungan rahim serta kerabat.
Allah Ta’ala berfirman: “Ingatlah, kamu ini orangorang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan orang yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah Yang Maha Kaya, sedangkan kamulah orang yang membutuhkan (kepadaNya) ….” (QS. Muhammad: 38).
Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa dikaruniai harta oleh Allah, sedangkan dia tidak menunaikan zakatnya, maka diciptakan untuknya seekor ular yang terlepas kulit kepalanya dan mempunyai dua titik hitam di atas matanya, yang dikalungkan padanya di hari Kiamat, kemudian membungkam mulutnya. Lalu ia berkata: Akulah hartamu, akulah harta simpananmu.”
Kemudian beliau membaca ayat: “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat ….. ” (QS. Ali-Imran: 180).
Dalam hadits lain: “Janganlah kamu bersifat kikir, karena sifat itu membinasakan orang-orang sebelum kamu. Mereka disuruh berdusta, lalu mereka berdusta. Mereka disuruh berbuat aniaya, lalu mereka berbuat aniaya. Mereka disuruh memutuskan hubungan, lalu mereka pun memutuskan hubungan silaturrahmi.”
- Setan sangat berkeinginan untuk mencegah manusia dari mengeluarkan sedekah, karena dia mengetahui kadar keutamaannya yang besar. Maka, dengan dengki dan permusuhannya terhadap manusia, dia ingin menggagalkan manusia dari pahala yang banyak itu. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: “
“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir).” (QS. Al-Baqarah: 268).
Dalam hadits dijelaskan: “Tidaklah seseorang mengeluarkan suatu sedekah, melainkah terlepaslah dia dari tantangan tujuh puluh setan, yang semuanya melarang dia bersedekah.”
Maka, hendaklah kamu berjiwa pemurah dan terbuka kedua tangan dengan menyerahkan sedekah. Waspadalah, jangan sampai kamu tertipu oleh setan dan was-wasnya. Percayalah, bahwa Allah akan mengganti sedekah yang kamu nafkahkan di jalan Allah.
Allah Ta’ala berfirman: “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantikan dan Dialah, Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).
Dalam hadits Qudsi dijelaskan. “Hai hamba-ku, nafkahkan (hartamu), niscaya Aku ganti nafkahmu. Kekayaan Allah adalah penuh, tidak berkurang oleh pengeluaran nafkah yang mengalir malam dan siang. Tidaklah kamu lihat, apa yang dinafkahkan’ Allah sejak Allah menciptakan langit dan bumi? Sesungguhnya tidaklah berkurang segala yang ada dalam kekayaan-Nya.”
Dalam hadits yang lain: “Setiap hari ketika pagi, turun dua malaikat kepada para hamba. Yang satu berkata: ‘Ya Allah, berilah ganti terhadap orang yang menafkahkan sedekah,’ sedang yang lain mengatakan: ‘Ya Allah, timpakan kebinasaan bagi orang yang kikir’.”









One Comment