5. KEJUJURAN DAN PENGKHIANATAN
- Kejujuran termasuk akhlak yang agung dan kita diperintahkan Allah untuk mengamalkannya.
Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya …..” (QS. An-Nisa’:58). .
Allah menjadikan tanggung jawab amanat sangat berat, Oleh karena itu, Allah Azza wa Jalla berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat pada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan bodoh.” (QS. Al-Ahzab:72).
- Arti amanat ialah: Apabila manusia memelihara perintah-perintah Tuhannya. Di samping itu, dia pun mengerjakan berbagai kewajiban, misalnya, shalat, puasa dan haji, sebagaimana diperintahkan Allah mengamalkannya. Manusia harus menjauhi perbuatan maksiat dan mungkar. Maka, dia tidak boleh mendurhakai salah satu anggotanya, karena itu adalah amanat baginya, sedangkan Allah telah melarangnya berbuat durhaka.
Ia harus menunaikan hak-hak para hamba. Maka, dia tidak boleh mencuri, menipu, mengkhianati titipan, mengingkari agama dan lengah dalam menunaikan kewajibannya terhadap perbuatan yang diwajibkan kepadanya dan larangan-larangan lainnya.
Dalam hadits dijelaskan: “Shalat, wudhu’ , timbangan, dan takaran adalah amanat.” Dan hal-hal lain yang disebutnya, sedangkan yang paling berat adalah titipan.
Dalam hadits lain diterangkan: “Masing-masing di antara kamu adalah pemimpin, dan masing-masing da kamu bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Imam adalah pemimpin, dan dia bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Orang laki-laki adalah pemimpin di dalam keluarganya, dan dia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Wanita adalah pemimpin di rumah suaminya, dan dia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Pelayan adalah pemimpin mengenai harta tuannya, dan dia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya.”
- Termasuk amanat ialah: Apabila kamu memelihara hak dari beberapa majlis. Maka, janganlah kamu menyiarkan rahasia-rahasianya. Banyak pertengkaran dan pemutusan hubungan yang terjadi karena menyiarkan rahasia.
Dalam hadits disebutkan: “Apabila seseorang berbicara kepada orang lain tentang suatu hal, kemudian dia menoleh, maka ia merupakan amanat. Kecuali majlismajlis maksiat, maka tidak ada kehormatan baginya.” Dalam hadits lain: “Majlis-majlis itu harus disertai amanat, kecuali tiga majlis: menumpahkan darah haram, kemaluan haram dan mengambil harta tanpa hak.”
- Amanat adalah bukti adanya iman dan cinta kepada Allah, sedangkan kebalikannya adalah khianat.
Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. “ (QS. Al Anfal: 58).
“.. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa.” (QS. An-Nisa’:107).
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) serta janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.” (QS. Al-Anfal:27).
Dari Anas ra., beliau berkata: “Tidaklah Rasulullah saw. berkhotbah kepada kami, melainkan beliau bersabda: “Tiada iman bagi orang yang tidak menunaikan amanat dan tiada agama bagi orang yang tidak menunaikan janji.”
Dalam hadits lain disebutkan : “Tenda orang munafik Itu ada tiga, apabila berbicara dia berdusta, apabila berjanji dia mengingkari dan apabila diserahi amanat dia berkhianat,”
“Oleh karena itu, Nabi saw. telah memohon perlindungan dari khianat. Sabda Nabi: “Wahai Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelaparan, karena la adalah seburuk. buruk teman tidur. Dan aku berlindung kepada-Mu dari khianat, karena ia adalah seburuk-buruk kekenyangan.”
Dalam hadits lain: “Apabila Allah mengumpulkan antara orang-orang terdahulu dan yang kemudian di hari Kiamat, (maka) setiap pengkhianat diberi (dikibari) bendera untuk mengenalinya. Kemudian dikatakan: Inilah pengkhi-anatan si Fulan.”









One Comment