Pada suatu hari, aku mencari pohon untuk makanan ternak di tempat yang jauh hingga aku belum menjumpai kedua orangtuaku, sampai mereka tidur. Maka, kuperah Susu bagi mereka dan aku dapati kedua orangtuaku sedang tidur. Akan tetapi aku enggan membangunkan dan tidak ingin memberi keluarga maupun hamba sahaya. Aku tetap diam sambil memegang gelas di tanganku. Aku menunggu mereka bangun hingga terbit fajar, sementara anak-anakku menjerit-jerit di kakiku. Ketika kedua orangtuaku telah bangun, lalu mereka meminumnya.
Ya Allah, jika aku melakukan hal itu karena mengharap ridha-Mu, maka bebaskanlah kami dari batu ini.’ Maka, tersingkirlah batu itu sedikit. Namun, mereka tidak bisa keluar dari goa itu.
Orang kedua berkata: ‘Ya, Allah, aku mempunyai putri paman yang paling aku cintai. Aku menginginkan dirinya, namun dia menolak keinginanku hingga dia mengalami musim paceklik (kemarau panjang). Kemudian dia datang padaku. Aku pun memberinya 120 dinar dengan syarat dia mau menyerahkan dirinya kepadaku. Dia setuju hingga aku berhasil menguasainya. Namun perempuan itu berkata: Takutlah kepada Allah dan jangan melepas cincin,’? kecuali dengan haknya.”
Kemudian dia kutinggalkan, padahal dia orang yang paling aku cintai. Aku tinggalkan pula emas yang kuberikan kepadanya. :
Ya Allah, jika aku melakukan hal itu karena mengharap ridha-Mu, maka bebaskanlah kami dari kesulitan yang kami alami.” Maka batu itu tersingkir sedikit, tetapi mereka belum dapat keluar dari tempat itu.
Orang ketiga berkata: ‘Ya Allah, sesungguhnya aku (majikan) menyewa orang-orang dan kuberi upah, kecuali satu orang yang membiarkan upahnya, kemudian pergi. Aku pun mengembangkan upahnya hingga menjadi banyak hartanya. Setelah beberapa waktu, dia (buruk itu) datang kepadaku. Dia berkata:
Wahai hamba Allah, berikan upah yang dulu kepadaku. Aku berkata: Semua yang engkau lihat adalah dari upahmu, yakni, unta, sapi, kambing dan budak.
Orang itu berkata: Hai hamba Allah, janganlah kamu mengejek aku. Kemudian aku berkata: Aku tidak mengejekmu. Orang itu pun mengambil semua miliknya. Dia mengambil harta seluruhnya tanpa meninggalkan sedikit pun.
Ya Allah, jika aku melakukan hal itu karena mengharap ridha-Mu, maka bebaskanlah kami dari kesulitan yang kami alami.’ Kemudian, tersingkirlah batu itu dan mereka keluar sambil berjalan.”









One Comment