24. BUKTI-BUKTI ATAS BAHAYA GHIBAH
- Sahabat Anas ra. berkata: Rasulullah saw. memerintah orang-orang agar berpuasa pada suatu hari. Kemudian. beliau bersabda: “Janganlah seseorang berbuka hingga aku mengizinkan baginya.” Maka orang-orang berpuasa, hingga pada waktu sore ada orang datang, lalu berkata: “Wahai Rasulullah, aku tetap berpuasa, maka izinkanlah aku berbuka.” Maka, beliau mengizinkan baginya.
Kemudian datang seorang laki-laki, lalu berkata: “Wahai Rasulullah, dua anak perempuan dari keluargaku tetap berpuasa dan keduanya merasa malu untuk datang kepada Anda. Maka izinkanlah bagi keduanya berbuka puasa.” Maka Rasulullah berpaling darinya. Kemudian orang itu datang lagi dan berkata: “Wahai Rasulullah, demi Allah, kedua perempuan itu telah meninggal atau hampir meninggal (sekarat).” Kemudian Rasulullah bersabda: “Bawalah keduanya kepadaku.” Maka kedua anak perempuan itu datang, lalu Rasulullah meminta sebuah gelas, setelah itu bersabda kepada salah seorang di antara mereka: “Muntahkanlah.” Maka dia pun muntah nanah, darah dan bercampur antara nanah dan darah sehingga memenuhi gelas itu. Kemudian Nabi saw. bersabda kepada perempuan yang lain: “Muntahkanlah.” Maka dia pun muntah. Kemudian Nabi berkata:
“Sesungguhnya kedua gadis ini berpuasa dari apa yang dihalalkan Allah bagi mereka dan berbuka dengan apa yang diharamkan Allah atasnya. Yang satu duduk menghadap yang lain dan selalu memakan daging orang orang (menggunjing orang).”
2. Diriwayatkan dari Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah, bahwa seorang laki-laki berkata kepadanya: “Si Fulan telah menggunjingkanmu.” Maka dia mengirimkan kurma diatas talam (baki). Imam Hasan berkata: “Telah sampai kepadaku bahwa kamu menghadiahkan kebaikan-kebaikanmu ‘ kepadaku, maka aku Ingin membalasnya. Maafkan aku, karena aku tidak dapat membalasmu sepenuhnya.”





One Comment