Kitab Tasauf

Terjemah Akhlak Lil Banin Juz 4

13. SIFAT MENAHAN DIRI DAN MARAH

  1. Sifat menahan diri, adalah mengendalikan nafsu pada waktu marah. Sifat ini termasuk akhlak paling mulia dan adab yang paling baik. Maka, kamu harus memiliki akhlak itu, agar kehormatan dirimu selamat dari celaan dan hatimu tenang dari kekhawatiran serta mendapat pujian yang baik dan pahala yang banyak. –

Allah Azza wa Jalla berfirman: “… dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali-Imran:134)

Nabi saw. bersabda: “Carilah kemuliaan di sisi Allah.” Para sahabat bertanya: “Apakah itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Sambunglah hubungan dengan orang yang menjauhi kamu dan berilah orang yang tidak memberimu dan menahan diri terhadap orang yang mengganggumu.”

Di antara doa Nabi saw.: “Ya Allah, cukupilah aku dengan ilmu. Hiasilah aku dengan sifat menahan diri dan muliakanlah aku dengan takwa serta baguskanlah aku dengan kesehatan.”

Jika seseorang mengganggumu, maka maafkanlah, dan jika dia mengemukakan alasan, maka terimalah alasannya.

Disebutkan dalam hadits: “Barangsiapa yang dikemukakan alasan kepadanya oleh saudaranya, sedang dia tidak mau menerimanya, maka dia pun berdosa, Seperti pemungut pajak gelap.”

Dalam hadits lain: “Barangsiapa yang dikemukakan alasan kepadanya oleh saudaranya yang bersalah, sedang dia tidak mau menerimanya, maka dia pun tidak bisa menemui aku di Al-Haudh (telaga Nabi di hari Kiamat).”

Penyair berkata:

Terimalah alasan dari orang yang datang mengemukakan alasan, walaupun ia berkata baik atau buruk kepadamu.

Telah tunduk kepadamu orang yang lahirnya membuatmu ridha dan telah mengagungkanmu orang yang mendurhakaimu secara tersembunyi.

  1. Sifat menahan diri mempunyai banyak sebab.

Pertama, kasih sayang terhadap orang-orang bodoh. Disebutkan dalam hadits: “Seorang badui kencing di masjid, lalu orang-orang menghampiri untuk memukulnya. Kemudian Nabi saw. bersabda: “Biarkan dia, dan tuangkan di atas kencingnya seember air. Sesungguhnya kamu diutus untuk memberi kemudahan dan tidak diutus memberi kesulitan’.

Kedua, kemampuan untuk membalas dendam. Disebutkan dalam hadits: “Apabila kamu dapat mengalahkan musuhmu, maka jadikanlah maaf sebagai rasa syukur atas kemenangan itu.”

Rasul saw. telah memaafkan Du’tsur, yang ingin membunuhnya dan orang badui yang menarik serbannya hingga membuat pundaknya membekas dan sakit.

Beliau memaafkan orang yang mengeraskan suaranya ketika dia datang menagih utang. Para sahabat bermaksud memukulnya, namun beliau berkata: “Biarkan dia, karena sesungguhnya pemilik hak boleh berbicara.”

Nabi saw. memaafkan penduduk Makkah yang telah mengganggunya dengan sangat, selama 13 tahun, hingga mereka mengeluarkan dari negerinya, Makkah. Beliau memaafkan banyak orang.

Dalam hadits dijelaskan: “Rasulullah saw. tidak mem. balas dendam untuk dirinya sedikit pun, kecuali apabila larangan Allah dilanggar. Jika demikian, beliau membalas karena Allah.”

Ketiga: menghindari caci maki. Dalam hadits diceritakan: “Dua orang yang saling memaki adalah dua setan yang saling memusuhi dan menjauhi”. Terutama laknat.

Nabi saw. bersabda: “Orang mukmin bukanlah orang yang suka memaki dan melaknat, serta tidak suka berkata keji maupun kotor.”

Penyair berkata: Katakan apa saja berupa kepalsuan dan dusta Maafku tuli, tapi telingaku tidak.

Penyair lain berkata:

Aku menyukai akhlak mulia sekuat tenagaku dan aku tidak suka mencela maupun dicela.

Aku maafkan makian orang karena menahan diri.

Seburuk-buruk orang adalah yang suka mencaci maki.

Diceritakan, seorang laki-laki berkata kepada Dhirar bin Qa’ga’:. “Demi Allah, seandainya kamu katakan kepadaku sekali, tentu kamu dengar sepuluh kali.” Maka Dhirar berkata kepadanya: “Demi Allah, seandainya kamu katakan sepuluh kali, tentu kamu tidak mendengar sekali pun”

Dari Sayyidina Ali bin Husein bin Ali ra.: Bahwasanya Seorang laki-laki memakinya. Maka dia pun melemparkan baju yang dipakainya dan memberi dia uang 1000 dirham.

  1. Adapun sifat marah, maka ia sangat tercela dan merupakan kunci setiap kejahatan. Sabda beliau: “Marah itu merusak iman, sebagaimana jadam merusak madu.” Beliau juga bersabda: “Tidaklah seseorang marah, melainkan dia mendekati Jahanam.”

Seseorang bertanya kepada Nabi saw.: “Sesuatu apakah yang paling berat?” Beliau menjawab: “Murka Allah.” Orang itu bertanya: “Apakah yang menjauhkan aku dari murka Allah?” Beliau menjawab: “Jangan marah.”

Sayyidina Ali Karramallahu Wajha berkata: “Marah itu sebagian dari gila, karena pelakunya akan menyesal. Jika dia tidak menyesal, maka kegilaannya akan menguat (sempurna).”

Sifat marah terkadang menyebabkan pelakunya bunuh diri, seperti murid yang gagal dalam ujian atau orang yang mengeluh karena kesusahan dan kemiskinan. Semua itu berasal dari was-was setan dan kelemahan iman. Dalam hadits dijelaskan: “Barangsiapa yang menjatuhkan diri dari gunung hingga membunuh dirinya, maka dia masuk neraka Jahanam, menjatuhkan diri ke dalamnya. Dia kekal abadi di neraka untuk selama-lamanya.

Barangsiapa meneguk racun sehingga membunuh dirinya, maka racun itu kelak berada di tangan dan diteguknya di neraka Jahanam. Dia kekal abadi di tempat itu untuk selama-lamanya.

Barangsiapa membunuh dirinya dengan sepotong besi, maka itu berada di tangan dan ditusukkannya ke perutnya di neraka Jahanam. Dia kekal abadi di tempat itu untuk selama-lamanya.” (HR. Bukhari).

  1. Apabila kamu marah, maka tahanlah marahmu itu. Jangan bicara pada waktu marah, agar kamu tidak menguCapkan perkataan yang akan kamu sesali. Dan, duduklah bila kamu berdiri.

Dalam hadits disebutkan: “Apabila seseorang di antara kamu marah, maka hendaklah dia diam.”

Dalam hadits lain: “Apabila seseorang di antara kamu marah, maka hendaklah duduk. Jika dia masih marah, hendaklah berbaring.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker