Kemudian Syaikh Ahmad Almarzuqi rahimahullah berkata:
Artinya: ” Kemaksuman mereka itu wajib sama seperti malaikat bahkan mereka lebih mengungguli malaikat
PENJELASAN:
Syaikh Nawawi rahimahullah berkata: “Wajib (kata Syaikh Ahmad) atas setiap mukallaf meyakini bahwa para nabi dan rasul itu wajib bersifat ma’shum (terpelihara dari segala dosa, baik yang besar maupun yang kecil, disengaja atau tidak disengaja, serta mustahil mereka terjerumus ke dalamnya) sebagaimana ma’shumnya para malaikat.”
Dan perkataan Syaikh Ahmad bahkan mereka lebih mengungguli malaikat, maksudnya adalah bahwa para nabi dan rasul itu lebih utama dari para malaikat. Dan yang paling utama daripada para nabi dan rasul itu adalah Sayyidina Muhammad sallallaahu alaihi wasallan, kemudian Sayyidina Ibrahim alaihissalan, kemudian Sayyidina Musa alaihissalam, kemudian Sayyidina Isa alaihissalam, dan kemudian Sayyidina Nuh alaihissalam.
Mereka berlima disebut juga Ulul “Azmi, yakni yang sabar menanggung beban penderitaan yang berat.
Kita wajib mengetahui urutan mereka berlima dalam keutamaan seperti yang disebutkan di atas Kemudian di bawah mereka berlima adalah para rasul, kemudian para nabi selain rasul, kemudian tokoh-tokoh malaikat, seperti Sayyidina Jibril alaihissalam dan lain-lain, kemudian para aulia, kemudian para malaikat biasa, kemudian manusia biasa. Demikian dikatakan oleh sebagai ulama.
Selanjutnya Syaikh Ahmad Almarzuqi rahimahullah berkata:
Artinya:
Sifat mustahil merupakan lawan dari segala sifat yang wajib maka hafalkanlah lima puluh sifat tersebut sebagai suatu kewajiban
PENJELASAN:
Syaikh Nawawi rahimahullah berkata: “Wajib (kata Syaikh Ahmad) atas setiap mukallaf meyakini bahwa mustahil Allah dan para rasul-Nya memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan sifatsifat wajib.”
Adapun sifat-sifat yang mustahil itu sama jumlahnya dengan sifat-sifat yang wajib. Sifat wajib bagi Allah ada dua puluh maka sifat mustahilnya juga ada dua puluh, sifat wajib atas rasul ada empat maka sifat mustahilnya juga ada empat, sifat jaiz bagi Allah ada satu dan sifat jaiz bagi rasul juga ada satu.
Jadi semuanya ada lima puluh sifat. Kelimapuluh sifat ini wajib dihafalkan oleh setiap mukaliaf.
Selanjutnya Syaikh Ahmad Almarzuqi rahimahullah berkata:
Artinya: Merinci dua puluh lima rasul itu wajib atas setiap mukallaf, maka yakinilah dan ambil untunglah.
PENJELASAN:
Syaikh Nawawi rahimahullah berkata: “Wajib (kata Syaikh Ahmad) atas setiap mukallaf mengetahui secara rinci nama-nama dua puluh lima rasul tersebut.”
Syaikh Suhaimi rahimahullah berkata: “Wajib atas tiap-tiap orang mukmin mengetahui dan mengajarkan kepada anak-anak, istri-istri dan pelayan-pelayan mereka nama-nama para rasul yang disebutkan di dalam Alquran hingga mereka beriman dan membenarkan semua rasul tersebut secara terperinci.
Jangan dikira bahwa mereka hanya wajib beriman kepada Nabi Muhammad sallallaahu alaihi wasallam saja, namun iman kepada seluruh nabi baik yang disebutkan nama-namanya di dalam Alquran maupun tidak adalah wajib atas setiap mukallaf.”
Syaikh Baijuri rahimahullah berkata: “Yang benar dalam masalah nabi dan rasul ini adalah tidak membatasi jumlah mereka, karena hal itu bisa membawa kepada menetapkan nabi dan rasul bagi orang yang sebenarnya bukan nabi dan rasul, atau meniadakannya dari orang yang sebenarnya adalah nabi dan rasul.
Kewajiban kita hanyalah mempercayai bahwa Allah Taala telah mengutus para nabi dan rasul secara ijmal (global), kecuali dua puluh lima Nah dan rasul yang wajib diketahui secara rinci, yaitu:
Artinya: Mereka adalah Adam, Idris, Nuh, Hud serta Saleh, Ibrahim semuanya harus diikuti Luth, Ismail, Ishak, begitu juga Yagub, Yusuf dan Ayyub yang mengikut Syu’gib, Harun, Musa, Iyasa’ Dzulkifli, Daud, Sulaiman yang mengikut Ilyas, Yunus, Zakariya, Yahya Isa, Thaha penutup para nabi, tinggalkan penyelewengan









Terjemah Nurud Dholam