Kitab Tauhid

Terjemahan Kitab Nurud Dholam Lengkap

Iman Kepada Hari Akhir

Syaikh Ahmad Almarzuqi rahimahullah berkata:

Artinya: Iman kita kepada hari kiamat adalah wajib Dan segala keanehan yang ada padanya

PENJELASAN:

Syaikh Nawawi rahimahullah berkata: “Wajib (kata Syaikh Ahmad) atas setiap mukallaf membenarkan akan adanya hari kiamat serta apa-apa yang berhubungan dengannya, seperti kebangkitan, penghisaban, titian, timbangan amal, pembalasan, neraka, surga, telaga, dan syafaat.”

Ia dinamakan ‘hari akhir karena ia merupakan hari terakhir yang mempunyai waktu terbatas, yakni akhir hari-hari dunia, dan tidak ada hari lagi sesudahnya.

Dan disebut juga “hari kiamat karena bangkitnya orang-orang mati dari kubur-kubur mereka.

Azzamakhsyari berkata: “Permulaan hari kiamat itu adalah saat terjadinya kebangkitan dari dalam kubur hingga waktu yang tak terbatas, atau sampai masuknya penghuni surga ke dalam surga dan penghuni neraka ke dalam neraka.

Lamanya kalau dinisbatkan kepada orang-orang kafir adalah lima puluh ribu tahun sebab keadaannya yang sangat menakutkan, sedangkan bagi orang mukmin yang salih hanya seperti lama waktu mengerjakan salat fardhu di dunia, dan bagi orang mukmin yang durhaka lamanya separuh dari lama yang dirasakan oleh orang-orang kafir.

Keadaan orang-orang yang bangkit dari dalam kubur itu bermacam-macam, ada orang yang ketika bangkit itu mengatakan: “Celaka, siapa yang membangunkan kami dari tempat tidur kami?”

Lalu malaikat menjawabnya: “Inilah hari yang telah dijanjikan Tuhan Yang Maha Rahman, dan benarlah apa yang dikatakan oleh para utusan itu.”

Ada pula orang yang berkata: “Aduhai, sungguh menyesal aku atas apa yang aku sia-siakan dalam hak Allah.”

Ada pula ahli Laa Ilaaha Illallaah yang menepiskan debu dari kepalanya seraya berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesusahan dari kami.”

Ada yang mengatakan: “Tidak ada tuhan selain Allah, segala puji bagi Allah.” Kemudian wajahnya menjadi putih bercahaya.

Sebagian ulama mengatakan bahwa manusia dibangkitkan pada hari kiamat kelak dalam keadaan telanjang.

Hal ini didasarkan pada sebuah hadis, bahwa Nabi sallallaahu alaihi wasallam bersabda, yang artinya: “Pada hari kiamat manusia dibangkitkan dalam keadaan telanjang kaki (tanpa alas kaki), telanjang badan (tanpa busana), dan tanpa dikhitan.”

Dan sabda Beliau pula, yang artinya: “Manusia dibangkitkan dalam keadaan telanjang kaki dan telanjang badan. Mereka dikekang oleh keringat yang mencapai daun telinganya.”

Sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa, manusia dibangkitkan dengan kain kafan mereka.” Hal ini didasarkan pada hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang artinya: “Sesungguhnya mayit itu dibangkitkan dalam pakaian yang dikenakannya sewaktu matinya.”

Albaihagi berkata: “Dari semua hadis ini dapat ditarik kesimpulan bahwa, ada orang yang dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan ada pula yang dibangkitkan dengan pakaian yang dikenakannya ketika matinya.”

Ibnu Hajar berkata: “Manusia dibangkitkan dari dalam kubur mereka dengan pakaian yang mereka kenakan ketika matinya. Kemudian pakaian itu terlepas dari tubuh mereka pada saat permulaan kebangkitan, lalu mereka dikumpulkan di padang mahsyar dalam keadaan telanjang semuanya.

Kemudian para nabi diberi pakaian, dan yang mula-mula diberi pakaian adalah Nabi Ibrahim alaihissalam. Atau, mereka semua keluar dari dalam kubur dengan mengenakan pakaian yang mereka kenakan di waktu meninggal dunia.

Kemudian pakaian tersebut terlepas dari mereka pada permulaan dikumpulkan di padang Mahsyar, sehingga mereka menjadi telanjang. Yang mula-mula diberi pakaian adalah Nabi Ibrahim alaihissalam, kemudian baru Nabi kita sallallaahu alaihi wasallam.

Ada pun hikmat Nabi Ibrahim lebih dahulu diberi pakaian itu adalah karena ketika Beliau dilemparkan ke dalam api oleh raja Namrudz, pakaian Beliau dicopot.

Sedangkan Beliau ketika itu tengah menjalankan perintah Allah, dan Beliau bersabar serta ridha. Karena itulah Beliau menjadi orang pertama yang diberi pakaian di hari kiamat dengan disaksikan oleh seluruh manusia.

Kemudian setelah itu, Nabi kita diberi pakaian yang lebih indah daripada yang diberikan kepada Nabi Ibrahim alaihissalam demi menghibur hati Baginda karena didahului oleh Nabi Ibrahim itu.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31Laman berikutnya
Show More

Related Articles

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker