Kitab Tauhid

Terjemahan Kitab Nurud Dholam Lengkap

Riwayat Singkat Nabi Sallallaahu Alaihi Wasallam

Syaikh Ahmad Almarzuqi rahimahullah berkata:

Artinya: Penutup ini membicarakan sisa yang wajib yang perlu diketahui oleh mukallaf dari hal yang wajib

Artinya: Nabi kita Muhammad diutus kepada manusia dan jin sebagai rahmat, dan Beliau paling utama

PENJELASAN:

Syaikh Nawawi rahimahullah berkata: “Wajib (kata Syaikh Ahmad) atas setiap mukallaf mengitikadkan bahwa Sayyidina Muhammad sallallaahu alaihi wasallam itu diutus oleh Allah Taala sebagai rahmat bagi alam semesta.

Allah Taala mengutus Beliau kepada seluruh mukallaf dari golongan jin dan manusia, ini adalah iimak seluruh kaum muslimin dan telah diketahui dari agama secara pasti, sehingga orang yang mengingkarinya menjadi kafir.

Para malaikat tidak termasuk ke dalam tsagalain karena Beliau tidak diutus kepada mereka dengan perutusan taklif, namun Beliau diutus kepada mereka, juga kepada seluruh hewan dan benda, dengan perutusan tasyrif, sebab ketaatan mereka itu merupakan jibiliah (sudah merupakan watak), sehingga tidak dibebani taklif.

Ini merupakan pendapat yang dipegangi oleh Muhammad Arramli, tetapi ditentang oleh Syaikh Ibnu Hajar dan Assubki serta sekelompok ulama ahli tahkik, mereka mengatakan bahwa, Nabi sallallaahu alaihi wasallam diutus kepada para malaikat dengan perutusan taklif yang cocok dengan keadaan mereka, sebab di antara mereka ada yang rukuk, sujud hingga hari kiamat.

Taklif yang dibebankan kepada manusia secara rinci dan global, juga dibebankan kepada jin, termasuk Yakjuj dan Makjuj.

Dan nyatanya, Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam diutus juga kepada seluruh nabi dan umat dahulu kala, yakni dengan perantara alam arwah.

Karena ruh Beliau telah diciptakan sebelum ruh-ruh yang lain, lalu Allah mengutus Beliau kepada mereka semua.

Dengan demikian, para nabi itu merupakan wakil Beliau di alam jisim. Jadi Beliau diutus kepada seluruh umat manusia sejak Nabi Adam sampai hari kiamat, bahkan kepada diri Beliau sendiri, agar masuk ke dalam kata ‘seluruh’ sesuai dengan sabda beliau, yang artinya:

“Aku diutus kepada manusia seluruhnya.”

Dan firman Allah Taala, yang artinya: “Tidaklah kami mengutusmu kecuali kepada manusia seluruhnya.”

Maka barangsiapa yang meniadakan keumuman perutusan Beliau itu, maka ia menjadi kafir.

Demikian dikatakan oleh Bajuri. Dan ia juga mengatakan bahwa, yang benar adalah bahwa Beliau diutus kepada golongan malaikat dengan perutusan tasyrif, sekalipun ada sebagian yang berpendapat lain.

Adapun perutusan Beliau kepada seluruh hewan maka itu adalah perutusan tasyrif secara pasti, tanpa ada perselisihan pendapat.

Syaikh Muhammad bin Ahmad Ilyas berkata: ”Perutusan Beliau kepada malaikat adalah perutusan tasyrif, agar mereka termasuk ke dalam golongan umatnya, bukan taklif, yang harus menjalankan syariatnya. Sedangkan kepada benda-benda adalah perutusan ta’min.

Adapun perkataan Syaikh Ahmad ‘dan Beliau paling utama’, maksudnya adalah bahwa, wajib atas setiap mukallaf mengitikadkan bahwa Nabi Muhammad sallallaahu alaihi wasallam merupakan nabi dan rasul yang paling utama, sesuai dengan firman Allah Taala, yang artinya:

“Tidaklah Kami mengutusmu (wahai Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi semesta alam.”

Dan sabda Beliau sallallahu alaihi wasallam, yang artinya:

“Aku adalah penghulu jin dan manusia pada hari kiamat, tidak sombong. Aku adalah pemilik panji Alhamd pada hari kiamat, tidak sombong. Adam dan nabi-nabi sesudahnya berada di bawah panjiku pada hari kiamat, tidak sombong.”

Maksud ‘tidak sombong di sini adalah: Aku mengatakan ini bukan karena sombong, melainkan untuk mengungkapkan nikmat saja.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31Laman berikutnya
Show More

Related Articles

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker