Kemudian Syaikh Ahmad Almarzuqi rahimahullah berkata:
Artinya: Perincian sepuluh di antara mereka adalah Jibril Mikail, Israfil, Izrail Munkar, Nakir, Raqib dan juga Atib, Malik, Ridwan mengikuti
PENJELASAN:
Syaikh Nawawi rahimahullah berkata: “Wajib (kata Syaikh Ahmad) atas setiap mukallaf meyakini sepuluh malaikat secara rinci dengan mengetahui nama-nama mereka. Mereka terbagi ke dalam empat bagian: Malaikat Mutasharrifun, malaikat faatinuun, malaikat haafizhuun dan malaikat khaazinuun.”
Adapun malaikat mutasharrifuun itu 4, yaitu: Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail alaihimussalam.
Jibril Alaihissalam
Jibril alaihissalam bertugas untuk menyampaikan wahyu atau berita yang datangnya dari Allah Taala kepada para nabi alaihimussalam.
Imam Suyuthi mengatakan bahwa, malaikat Jibril itu hadir pada saat kematian seseorang yang mati dalam keadaan berwudhu.
Sedangkan pendapat yang masyhur bahwa Jibril tidak lagi turun sepeninggal Nabi Muhammad sallallaahu alaihi wasallam adalah pendapat yang tidak berdasar sama sekali.
Hanya dikatakan bahwa dia tidak turun membawa wahyu lagi, demikian dikatakan oleh Algalyubi.
Mikail Alaihissalam
Mikail alaihissalam bertugas mengatur hujan, lautan, sungai, rezeki, dan membentuk rupa janin di dalam kandungan.
Israfil Alaihissalam
Israfil alaihissalam bertugas menjaga Lauh Mahfuz dan meniup sangkakala (pada saat menjelang hari kiamat kelak).
Sangkakala itu adalah sebuah terompet berbentuk tanduk yang terbuat dari cahaya. Pada sangkakala itu terdapat lobanglobang sebanyak jumlah arwah yang ada.
Malaikat Israfil meniup sangkakala itu dua kali. Pada tiupan yang pertama, seluruh makhluk binasa kecuali yang dikehendaki oleh Allah tidak binasa, yaitu ada tujuh: Arsy, Kursi, Lauh Mahfuzh, Qalam, Surga, Neraka dan arwah.
Pada tiupan kedua, seluruh makhluk dibangkitkan kembali, maka kembalilah seluruh ruh kepada jasadnya masing-masing.
Tidak ada ruh yang keliru memasuki jasadnya. Jarak antara dua tiupan itu adalah selama empat puluh tahun.
Hal ini disinggung Allah dalam firman-Nya:
Artinya: Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa saja yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah (tidak mati). Kemudian sangkakala itu ditiup sekali lagi maka tibatiba mereka semua berdiri menunggu (putusannya masingmasing). (OS. Azzumar (39): 58)
Artinya: Dan ditiuplah sangkakala (untuk yang kedua) maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. (OS. Yaasiin (36): 51)









Terjemah Nurud Dholam