Iman Kepada Kitab Kitab Allah
Syaikh Ahmad Almarzuqi rahimahullah berkata:
Artinya: Empat kitab yang rinciannya adalah Taurat Nabi Musa, diturunkan dengan petunjuk Zabur Nabi Daud, dan Injil kepada Nabi Isa, serta Furgan kepada sebaik-baik manusia.
PENJELASAN:
Syaikh Nawawi rahimahullah berkata: “Wajib (kata Syaikh Ahmad) atas setiap mukallaf mengitikadkan empat Kitab Suci secara rinci dengan nama-namanya, yaitu: Kitab Taurat untuk Nabi Musa alaihissalam, Kitab Zabur untuk Nabi Daud alaihissalam, Kitab Inja untuk Nabi Isa alaihissalam dan Kitab Alfurgan (Alquran) untuk Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Sedangkan Kitab-Kitah Suci lainnya maka hanya terus mengitikadkannya secara ijmal (garis besar), yaitu meyakini bahwa Allah Taala telah menurunkan Kitab Suci dari langit secara ijmal.
Telah masyhur bahwa seluruh kitab suci itu ada seratus empat buah, ada pula yang mengatakan jumlahnya ada seratus empat belas buah.
Suhaimi berkata: ‘Yang sahih adalah tidak membatasi jumlah kitab suci itu dengan jumlah tertentu, jadi jangan mengatakan jumlahnya ada seratus empat saja.
Sebab andaikata Anda periksa riwayat-riwayat mengenai hal tersebut, niscaya akan Anda temukan jumlahnya sampai seratus delapan puluh empat. ”
Faedah:
Dari Wahab bin Munabbih, katanya: “Saya dapati di dalam kitab Taurat itu terdapat empat baris kalimat berturut-turut, yaitu:
- Pada baris pertama tertulis, yang artinya:
“Barangsiapa membaca Kitabullah kemudian ia mengira bahwa ia tidak akan diampuni, maka ia telah mengolok-olok firman Allah.”
- Pada baris kedua tertulis, yang artinya:
“Barangsiapa merendahkan diri kepada orang kaya karena kekayaannya maka lenyaplah sepertiga agamanya.”
- Pada baris ketiga tertulis, yang artinya:
“Barangsiapa merasa sedih terhadap apa-apa yang luput darinya, maka berarti ia telah jengkel kepada ketentuan Tuhannya.”
- Pada baris keempat tertulis, yang artinya :
“Barangsiapa mengeluhkan musibah yang menimpanya, berarti ia mengeluhkan Tuhannya.”
Di dalam kitab Taurat juga terdapat kalimat yang berbunyi:
“Wahai anak Adam, jangan takut kepada penguasa selama kekuasaan-Ku ada. Sedangkan kekuasaan-Ku tidak akan musnah selamanya.”
“Wahai anak Adam, Aku menciptakanmu supaya menyembahKu, maka jangan bermain-main.”
“Wahai anak Adam, jangan kuatir luput dari rezeki selama perbendaharaan-Ku penuh, sedangkan perbendaharaanku tidak akan habis selama-lamanya.”
“Wahai anak Adam, Aku telah menciptakan langit dan bumi, dan Aku tidak merasa payah dengannya, apa mungkin Aku payah untuk memberimu sepotong roti setiap saat.”
“Wahai anak Adam, sebagaimana Aku tidak menuntutmu dengan amal esok, maka engkau jangan pula menuntut-Ku dengan rezeki esok.”
“Wahai anak Adam, Aku mewajibkan atasmu kewajiban, dan engkau berhak mendapatkan rezeki. Andaikata engkau menentang-Ku dalam masalah kewajiban tersebut, Aku tidak akan menentangmu dalam masalah rezekimu, apa pun perbuatanmu.”
“Wahai anak Adam, andaikata engkau ridha dengan apa yang Aku bagikan untukmu maka Aku akan menyenangkan hatimu dan melegakan badanmu, namun jika engkau tidak rela dengan apa yang Aku bagikan untukmu maka akan Aku jadikan dunia menguasai dirimu sehingga engkau akan berpacu di dalamnya seperti hewan di dalam hutan, sedang engkau, demi Kemuliaan dan kebesaran-Ku, tidak akan memperoleh dari dunia itu kecuali yang sudah Aku tetapkan untukmu, dan engkau tercela di sisi. Ku.”
Dari Hasan Albashri, katanya: “Allah Taala telah menurunkan seratus empat kitab, dan dipercayakan ilmu-ilmunya di dalam empat kitab, yaitu: Taurat, Zabur, Injil, Furgan.
Kemudian Dia menitipkan ilmu ketiga kitab tersebut, selain Alquran, di dalam Alquran, dengan tambahan-tambahan yang tak terhingga.”
Imam Syafi’i rahimahullah berkata: “Semua yang dikatakan oleh umat merupakan syarah Assunnah, dan seluruh Assunnah itu merupakan syarah Alquran.”
Dan beliau berkata juga: “Semua yang diputuskan oleh Nabi sallallaahu alaihi wasallam merupakan pemahaman Beliau terhadap Alquran.”









Terjemah Nurud Dholam