Kitab Tauhid

Terjemahan Kitab Nurud Dholam Lengkap

Iman Kepada Rasul

Selanjutnya syekh Ahmad al-marzuqi rahimahullah mulai menjelaskan tentang hal-hal yang berkaitan dengan para rasul, kata beliau:

Artinya: Allah mengutus para nabi yang memiliki kecerdikan benar menyampaikan suruhan dan amanat

Penjelasan: syekh Nawawi rahimahullah berkata: wajib (kata syekh Ahmad) atas setiap mukalaf meyakinkan bahwa Allah telah mengutus kepada para mukalaf nabi-nabi sekaligus rasul-rasul yang bersifat dengan empat sifat yang wajib dalam hak mereka alaihimussalam, yaitu:

Fathanah

Artinya cerdik

Maksdunya para rasul itu mampu memberikan argumentasi terhadap lawan-lawannya dan mampu mematahkan dakwaan mereka

Sidiq

Artinya benar dalam arti jujur

Maksudnya apa yang disampaikan oleh para rasul itu sesuai dengan kenyataan.

Adapun hak artinya benar dalam arti tidak salah lawannya dalam batil atau salah.

Tabligh

Artinya menyampaikan suruhan

Maksudnya para rasul itu menyampaikan semua perintah Allah yang mereka disuruh menyampaikannya kepada makhluk. Tidak ada satu pun yang mereka tutup-tutupi.

Amanah

Astriya : terpercaya

Maksudnya para rasul itu terpelihara daripada melakukan segara perbuatan yang diharamkan tahu dimakruhkan, sehingga mustahil mereka terjerumus ke dalam perbuatan tersebut.

Ketahuilah bahwa apa  yang wajib atas para rasul itu berlaku pula bagi para nabi kecuali sifat tablig dan lawannya (kaitan) . sebab kedua sifat ini merupakan sifat khusus para rasul, karena para nabi yang bukan rasul itu tida disuruh menyampaikan perintah Allah kepada makhluk.

Walaupun demikian, dia harus memberitahukan kepada orang-orang bahwa dia adalah seorang nabi , agar dia dihormati dan dimuliakan

Kemudian Syaikh Ahmad Almarzuqi rahimahullah berkata:

Artiyanya: Jaiz dalam hak para rasul itu berperangai manusia tanpa menqurangi derajat mereka, seperti sakit yang ringan

PENJELASAN:

Syaikh Nawawi rahimahullah berkata: “Wajib (kata Syaikh Ahmad) atas setiap mukallaf mengiktikadkan (meyakini) bahwa para nabi dan rasul alaihimussalam itu boleh berperangai dengan perangan manusia yang tiada membawa kepada kekurangan pada martabat mereka yang tinggi, seperti menderita penyakit yang ringan, dan yang serupa dengannya seperti:

makan, minum, jual beli, bepergian, membunuh, terluka, kawin, masuk pasar, tidur (dengan mata saja, sedangkan hati tetap jaga), keluar sperma (namun hanya karena kantung sperma penuh saja, bukan karena mimpi bersenggama, karena mimpi bersenggama itu merupakan ulah setan. Sedangkan setan tidak mampu mempermainkan mereka).

Dalil tentang sifat jaiz para nabi dan rasul ini adalah dengan musyahadah (kesaksian) orang-orang yang hidup semasa mereka, dan berita-berita mutawatir tentang keadaan mereka itu yang sampai kepada orang-orang yang hidup sesudah mereka.

Adapun hal-hal dan perangai-perangai yang mustahil atas nabi dan rasul adalah menderita penyakit yang berat-berat atau menjijikkan, seperti penyakit belang, kusta, impoten, flek-flek hitam pada tubuh, tuli, buta, bisu, lumpuh, pincang, juling, gagap, kelopak mata terbalik, sumbing, ompong, serta semua sifat yang buruk yang mustahil menimpa mereka, karena semuanya itu merupakan aib.

Di samping itu para nabi itu haruslah seorang laki-laki bukan perempuan, bukan orang gila, bukan budak belian dan bukan orang yang rusak akalnya. Mengenai Lukman Alhakim dan Dzulgarnain, keduanya hanyalah orang yang takwa, bukan nabi.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31Laman berikutnya
Show More

Related Articles

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker