Ragib dan Atib Alaihissalam
Ragib dan Atid alaihimassalam adalah dua malaikat yang bertugas sebagai pencatat amal baik dan buruk dari seorang hamba.
Apa saja yang dari seorang hamba, baik perkataan, perbuatan maupun i’tikad, akan dicatat oleh mereka.
Ragib artinya yang menjaga, Atid artinya yang hadir. Masing-masing dari kedua malaikat tersebut bernama Ragib Atid, bukan yang satu bernama Ragib dan yang lain Atid sebagaimana persangkaan orang, demikian dikatakan oleh Bajuri.
Kedua malaikat ini tidak berubah selama si hamba yang dijaganya itu masih hidup.
Dan ketika si hamba tersebut mati, maka keduanya lalu tinggal di kuburannya sambij mengucapkan tasbih, tahlil dan takbir, dan mencatatkan pahalanya untuk si mayit hingga hari kiamat, jika si mayit itu seorang mukmin, dan melaknatnya hingga hari kiamat, jika si mayit itu seorang kafir atau munafik.
Konon, tiap-tiap siang dan malam itu ada dua malaikat, siang dua malaikat dan malam dua malaikat, jadi semuanya ada empat malaikat.
Mereka bergantian pada waktu salat Asar dan Subuh. Keduanya menunda pencatatan amal si hamba menurut hari, minggu, tahun dan tempat.
Malaikat pencatat amal kebaikan berada di sebelah kanan, sedangkan malaikat pencatat amal keburukan berada di sebelah kiri.
Malaikat pencatat kebaikan adalah pemimpin malaikat pencatat keburukan. Apabila si hamba mengerjakan kebaikan maka malaikat kanan segera mencatatnya.
Dan apabila ia mengerjakan keburukan (dosa) maka malaikat kiri akan berkata: “Apakah saya catat?” Malaikat kanan menjawab: “Sabar, jangan kau catat sekarang.
Mungkin ia minta ampun dan bertobat kepada Allah.” Jika si hamba bertobat, maka dicatat satu kebaikan untuknya, dan jika ia tidak bertobat setelah lewat enam jam, maka malaikat kanan berkata kepada malaikat kiri: ”Catatlah, semoga Allah melepaskan kita dari orang ini.
Doa kematian ini mereka panjatkan adalah sebagai upaya mereka untuk membebaskan diri dari menyaksikan perbuatan maksiat yang dilakukan si hamba tersebut, sebab mereka merasa sangat terganggu dengan hal itu.
Lembaran-lembaran amal tersebut diperlihatkan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam setiap pagi dan sore.
Kedua malaikat pencatat itu tidak melalaikan satu pun urusan si hamba, semuanya mereka catat, baik perkataan, perbuatan ataupun niat.
Jika si hamba berniat melakukan suatu kebaikan, maka mereka mengetahuinya dari bau harumnya. Dan jika ia berniat melakukan suatu kejahatan, maka mereka mengetahuinya dari bau busuknya.
Mereka tidak memisahkan diri dari si hamba kecuali pada tiga keadaan: (1) Ketika si hamba membuang hajat, baik hajat kecil maupun besar, (2) ketika si hamba melakukan senggama, dan (3) ketika mandi. Karena pada ketiga keadaan tersebut besar kemungkinan aurat tersingkap.
Berbeda dengan malaikat hafazhah yang tidak mencatat amal, maka mereka ini tidak pernah memisahkan diri dari si hamba selamanya, tetapi selalu menyertainya.
Jika kedua malaikat pencatat amal itu memisahkan diri dari si hamba ketika terjadi salah satu dari ketiga keadaan tadi, mereka masih tetap bisa mencatat apa-apa yang dilakukan oleh si hamba, karena Allah menjadikan tanda akan hal tersebut.
Selain dari ketiga keadaan tersebut, kedua malaikat ini tidak pernah memisahkan diri dari si hamba, sekalipun di dalam rumahnya ada lonceng, anjing atau patung.
Adapun hadis yang artinya, bahwa malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada lonceng, atau yang serupa dengan itu, maka ini maksudnya adalah malaikat rahmat.
Penulisan amal itu benar-benar dilakukan dengan alat, kertas dan tinta, yang diketahui oleh Allah Taala. Berbeda dengan orang yang mengatakan bahwa penulisan itu adalah kiasan dari hafalan dan ilmu.
Adapun malaikat khazinuun itu ada dua: Malik dan Ridwan.
Malik Alaihissalam
Malik alaihissalam adalah malaikat yang ditugaskan menjaga neraka yang tujuh. Ia dibantu oleh malaikat zabaniyah yang jumlahnya ada sembilan belas.
Masing-masing malaikat zabaniyah itu nempunyai balatentara yang tidak mengetahui banyaknya kecuali hanya Allah, sesuai dengan firman Allah, yang artinya: “Tidak ada yang mengetahui balatentara Tuhanmu kecuali hanya Dia.”
Pintu dan tingkat neraka itu ada tujuh :
(1) Neraka Jahannam.
Neraka yang paling atas. Sebagai tempat tinggal bagi orang-orang mukmin yang durhaka. Ia akan rusak dengan keluarnya mereka semua dari dalamnya.
(2) Neraka Lazha.
Tempat tinggal orang-orang Yahudi.
(3) Neraka Huthamah.
Akan menjadi tempat tinggal orang-orang Nasrani.
(4) Neraka Sa’ir.
Tempat kaum Shabi’in, yaitu pecahan dari kaum Yahudi yang bertambah-tambah kesesatannya karena telah menjadikan anak sapi sebagai sesembahan mereka.
(5) Neraka Sagar.
Tempat orang-orang Majusi, penyembah api.
(6) Neraka Jahim.
Tempat para penyembah berhala.
(7) Neraka Nawiyah.
Tempat kaum munafik dan orang-orang yang sangat kufur seperti Firaun, Haanan, Oarun dan lain-lain. Tanahnya dari timah panas, piannya dari tembaga dan dindingnya dari belerang, kayu bakarnya adalah manusia dan bebatuan.
Semoga Allah Taala menjauhkan kita dari semua neraka tersebut dan menganugerahi kita syafaat Nabi Muhammad sallallaahu alaihi wasallam.









Terjemah Nurud Dholam