Tingkatan manusia di padang Mahsyar itu berbeda-beda. Di antara mereka ada yang menunggang hewan, ada pula yang berjalan kaki, dan ada yang berjalan pada wajahnya.
Rupa mereka pun bermacam-macam, sesuai dengan amal perbuatannya masingmasing. Ada orang yang dibangkitkan dalam rupa seekor monyet, mereka ini adalah para pezina.
Ada pula yang dibangkitkan dalam rupa seperti babi, mereka ini adalah orang-orang yang suka makan haram dan cukai. Ada pula yang dibangkitkan dalam keadaan buta, yaitu mereka yang sewenang-wenang dalam memerintah.
Ada yang tuli, yaitu mereka yang ujub dengan amalnya. Ada pula yang lidahnya terjulur hingga ke dadanya, dan dari mulutnya keluar nanah, yaitu mereka yang suka berceramah memberikan nasihat tetapi perbuatannya bertentangan dengan perkataannya.
Ada pula orang yang terpotong kedua tangan dan kakinya, mereka ini adalah orang yang suka mengganggu dan menyakiti tetangganya.
Ada yang disalib pada tiang dari api, mereka adalah orang yang suka memfitnah orang ke hadapan penguasa.
Ada pula orang yang berbau lebih busuk daripada bangkai, mereka itu adalah orang yang suka memperturutkan hawa nafsunya dan menahan hartanya dari hak Allah.
Dan ada pula orang yang mengenakan pakaian terbuat dari ter yang panas hingga menempel ke kulit mereka, ini adalah orang yang sombong dan congkak.
Kemudian orang-orang yang melintasi titian mustagim pun ada bermacam-macam:
Ada orang yang selamat dengan amalnya, terlepas dari api neraka. Mereka terbagi ke dalam beberapa golongan:
Ada orang yang dapat melintasi titian mustagim itu sangat cepat hanya dalam waktu sekejap mata (kalamhil bashar): ada yang seperti kilat menyambar (kal bargil khaathif): ada yang seperti angin kencang (kar riihil ‘aashif),
ada yang seperti burung terbang, ada yang seperti kuda balap, ada yang berlari, ada yang berjalan, dan ada pula yang merangkak di atas kedua tangan dan lututnya.
Masing-masing menurut amal salih dan keberpalingan mereka dari maksiat. Orang lebih cepat berpalingnya dari maksiat ketika maksiat tersebut terlintas dalam benaknya, maka ia akan lebih cepat pula melintas di atas titian mustagim itu.
Ada pula di antara mereka yang dikait dengan beberapa kaitan, sehingga ia tergelincir hampir masuk neraka, namun ia berhasil bergantungan lalu berdiri kembali dan berlalu, serta berhasil melewatinya dalam waktu beberapa tahun, ada yang berhasil melewatinya dalam waktu seratus tahun, ada pula yang berhasil melewatinya setelah seribu tahun: dengan kadar itulah mereka diberi cahaya.
Ada orang yang tidak selamat, dan mereka ini bermacam macam pula, sesuai dengan amal kejahatan mereka. Kemudian ada orang-orang yang kekal di dalam neraka, mereka ini adalah orangorang kafir.
Ada pula orang yang tidak kekal tetapi akan keluar dari dalam neraka setelah beberapa lama menurut kehendak Allah Taala, mereka ini adalah kaum muslimin yang durhaka, dengan berkat syafaat dari Nabi sallallaahu alaihi wasallam atau orang-orang salih.
Kita mohon kepada Allah syafaat dan keringanan dengan berkat anugerah dan kemurahan-Nya jua. Amin.
Ketahuilah, bahwa tiap-tiap rasul itu mempunyai telaga tempat minum umatnya. Dan telaga yang paling besar adalah telaga Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Barangsiapa minum darinya satu teguk saja, niscaya dia tidak akan haus lagi selamalamanya. Semoga Allah Taala memberi kita minum darinya.
Adapun minumnya para penghuni surga itu bukan disebabkan oleh rasa haus, namun semata-mata hanya untuk kelezatan dan kenikmatan belaka.
Setiap penghuni surga itu minum satu teguk maka mereka akan merasakan kenikmatan yang berbeda dengan tegukan yang lain. Begitu pula setiap suap yang mereka makan masing-masing berbeda kenikmatannya.









Terjemah Nurud Dholam