Kitab Tauhid

Terjemahan Kitab Nurud Dholam Lengkap

Alhamdu terbagi empat:

  1. Pujian Yang Oadim kepada Yang Qadim, kepada Dzat-Nya sendiri, seperti firman Allah Taala:

Artinya: Dia-lah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

  1. Pujian Yang Oadim kepada yang hadist, yaitu seperti pujian Allah Taala berkaitan dengan hak Nabi kita Muhammad sallallaahu alaihi wasallam:

Artinya: : Sesungguhnya engkau memiliki budi pekerti yang luhur.

  1. Pujian yang hadist kepada yang Oadim, yaitu seperti perkataan Nabi Isa alaihissalam:

Artinya: Engkau (Allah) Maha Mengetahui apa yang ada dalam hatiku, sedang aku tidak mengetahui apa yang ada pada Dzat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang gaib-gaib.

  1. Pujian yang hadist kepada yang hadist, yaitu seperti perkataan Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam berkaitan dengan hak Abubakar As-Shiddiq ra.:

Artinya: Tidaklah terbit dan terbenam matahari sepeninggalku atas seorang laki-laki yang lebih utama dari Abubakar Assiddig.

Adapun arti alhamdu menurut istilah adalah perbuatan yang menunjukkan kepada pengagungan terhadap yang memberi nikmat karena kedudukannya sebagai pemberi nikmat kepada si pemuji atau lainnya, seperti kepada anak-anaknya atau istrinya.

Baik pujian itu berupa ucapan dengan lisan, atau cinta dalam hati, maupun berupa amal perbuatan dengan anggota badan.

Alhamdu menurut istilah ini sama artinya dengan syukur.

Suatu kebetulan yang sangat aneh, huruf alhamdu ( ) ada lima, dan di dalam Alquran pun ada lima surah yang dimulai dengan kata alhamdu ini, yaitu:

  1. Di awal surah Alfatihah, yang bunyinya:

Artinya:   Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

  1. Di awal surah Al-An’am, yang bunyinya:

Artinya: Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi, serta mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.

  1. Di awal surah Al-Kahfi, yang bunyinya:

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah nenurunkan kepada hambaNya Al-Kitab (Alquran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan (kontradiksi) di dalamnya.

  1. Diawal surah Saba’, yang bunyinya:

Artinya: Segala puji bagi Allah Yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi serta bagi-Nya pula segala puji di akhirat. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

  1. Diawal surah Faathir, yang bunyinya:

Artinya: Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus bermacam-macam urusan) yang mempunyai sayap, masingmasing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha kuasa atas segala sesuatu.

Dan ada lima surah pula di dalam Alquran yang ditutup dengan kata alhamdu ini, yaitu:

  1. Di akhir surah Bani Israil, yang bunyinya:

Artinya: Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya, dan tidak mempunyai penolong (untuk menjaga-Nya) dari kehinaan. Dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.

  1. Di akhir surah Annamlu, yang bunyinya:

Artinya: Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah. Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan.

  1. Di akhir surah Ashshaffaat, yang bunyinya:

Artinya: Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.

  1. Di akhir surah Azzumar, yang bunyinya:

Artinya: Dan diucapkan: “Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.”

  1. Di akhir surah Aljaatsiyyah, yang bunyinya: ,

Artinya: Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan semesta alam.

Selanjutnya Syaikh Ahmad Almarzuqi berkata:

Artinya: Kemudian salawat dan salam selama-lamanya tercurah kepada Nabi, sebaik-baik orang yang mengesakan Allah Juga kepada keluarganya, sahabatnya dan pengikutnya yang mengikuti jalan agamanya dengan benar, bukan tukang bidah.

PENJELASAN:

Syaikh Nawawi rahimahullah berkata: “Dalam bait di atas, Syaikh Ahmad Almarzuqi seakan-akan hendak mengatakan, ‘ Aku mohon kepada-Mu Ya Allah, rahmat yang disertai pengagungan dan penghormatan yang sebesar-besarnya sampai ke tingkat yang paling tinggi, agar dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, sebaikbaik orang yang mengesakan-Mu, juga kepada keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti jalan agamanya dengan benar, bukan para ahli bidah. Ini adalah karena besarnya pengagungan Syaikh Ahmad kepada mereka.”

Adapun perkataan Syaikh Ahmad “Agama yang benar”, maksudnya adalah:

Syaikh Alfayumi berkata, “Agama adalah hukum-hukum syariat, sedangkan yang benar adalah segala perkara yang sesuai dengan Alquran, Assunnah, Ijmak dan Kias. Lawannya adalah batil.”

Sedangkan perkataan Syaikh Ahmad “Bukan tukang bidah”, maksudnya adalah bukan orang yang menyimpang dari kebenaran.

Ulama berkata: “Bidah menurut bahasa artinya segala sesuatu yang baru diadakan tanpa ada contoh sebelumnya. Sedangkan bidah menurut syarak artinya segala sesuatu yang baru diadakan yang berbeda dengan perintah Allah.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31Laman berikutnya
Show More

Related Articles

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker