Dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa, orang-orang memanggul mayat beliau untuk dibawa dan dikuburkan di dekat Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam, namun onta yang membawanya kabur dan tidak seorang pun tahu ke mana larinya.
Karena itulah, penduduk Irag mengatakan bahwa, beliau berada di langit.
Dari Sayyidi Ali Wafa, ia mengatakan bahwa Ali bin Abithalib diangkat ke langit sebagaimana Nabi Isa alaihissalam, dan akan turun kembali sebagaimana turunnya Nabi Isa alaihissalam.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Zubeir, katanya: ” Keluarga Nabi sallallaahu alaihi wasallam yang paling mirip dan paling disayang Beliau adalah Hasan.
Saya pernah melihatnya datang ketika Rasulullah sedang sujud, lalu dia menunggangi punggung Beliau. Dan Beliau tidak menurunkannya sampai dia sendiri yang turun.
Dan saya juga pernah melihatnya ketika Rasulullah sedang rukuk, Beliau merenggangkan kedua lututnya hingga dia bisa melewati di bawahnya.” Ini keutamaan Sayyidina Hasan,
sedangkan keutamaan Sayyidina Husein adalah sebagaimana diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah, katanya: “Saya mendengar Rasulullah sallallaahu alaihi wasallam bersabda yang artinya, ‘Barangsiapa ingin melihat seorang lelaki penghuni surga, dalam yiwayat lain, seorang pemimpin pemuda ahli surga, hendaklah ia melihat kepada Husein bin Ali.”
Diriwayatkan bahwa Hasan merupakan orang yang paling mirip dengan Rasulullah mulai dari kepala sampai ke dadanya. Sedangkan Husein orang yang paling mirip dengan Rasulullah mulai dari dada ke kakinya.
Nabi sallallaahu alaihi wasallam bersabda, yang artinya, ” Kedua anakku ini, Hasan dan Husein, adalah penghulu pemuda ahli surga, dan ayahnya lebih baik dari keduanya.”
Selanjutnya Syaikh Ahmad Almarzuqi rahimahullah berkata:
Artinya: Rasulullah wafat meninggalkan sembilan istri Mereka diberi pilihan, namun mereka tetap memilih nabi .
PENJELASAN:
Syaikh Nawawi rahimahullah berkata: “Maksud bait di atas adalah bahwa Nabi sallallaahu alaihi wasallam meninggal dunia, dan pada waktu itu beliau mempunyai sembilan orang istri.
Mereka inilah yang diberi pilihan, antara keimanan duniawi atau ukhrawi dengan tetap menjadi istri beliau.
Hal ini terjadi karena mereka telah meminta perhiasan duniawi yang tidak dimiliki Nabi, sehingga Allah memerintahkan kepada NabiNya agar mereka memilih, sesuai dengan firman-Nya yang artinya:
Wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, “Jika kalian menginginkan kehidupan duniawi dan perhiasannya, mari aku akan memberikannya kepada kalian dan aku akan menceraikan kalian dengan baik-baik: namun jika kalian menginginkan Allah, dan Rasul-Nya, serta kehidupan akhirat, maka Allah menyediakan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara kalian pahala yang amat besar.
Tetapi kemudian mereka memilih tetap sebagai istri-istri Nabi sallallaahu alaihi wasallaam.”
Mengajukan pilihan (takhyiir) ini merupakan keistimewaan (khususiah) Nabi sallallaahu alaihi wasallam, antara bercerai dengan Beliau karena menuntut kehidupan duniawi, dan tetap tinggal bersama Beliau sebagai istri Beliau karena memilih kehidupan akhirat.
Ini merupakan perkara wajib atas Beliau.
Dan kawin lebih dari empat orang wanita sampai tiada batas merupakan kebolehan bagi Beliau. Karena Beliau terpelihara dari berbuat aniaya.









Terjemah Nurud Dholam