PENJELASAN:
Syaikh Nawawi rahimahullah berkata: “Adapun keduapuluh lima nabi tersebut adalah sebagai berikut:
- Nabi Adam alaihissalam. Beliau adalah Bapak manusia.
- Nabi Idris alaihissalam. Yang hingga kini masih hidup di langit keempat, keenam, ketujuh, atau di dalam surga. Beliau masuk ke dalam surga sesudah merasakan mati dan dihidupkan kembali, dan tidak keluar lagi dari dalamnya. Beliau adalah kakek dari ayah Nabi Nuh.
- Nabi Nuh alaihissalam. Beliau diselamatkan oleh Allah dari bahaya tenggelam karena topan.
- Nabi Hud alaihissalam. Beliau diselamatkan oleh Allah dari bahaya angin puting beliung yang sangat dahsyat sehingga menimbulkan suara yang menakutkan, yang membinasakan kaum ‘Ad.
- Nabi Saleh alaihissalam. Beliau diselamatkan oleh Allah dari kebinasaan akibat teriakan malaikat Jibril yang membinasakan kaum Tsamud.
- Nabi Ibrahim alaihissalam. Beliau diselamatkan Allah dari api Namrudz.
- Nabi Luth alaihissalam. Yang diselamatkan oleh Allah dari angin yang bercampur batu-batu kecil yang memusnahkan orang-orang yang kafir.
- Nabi Ismail bin Ibrahim alaihissalam. Ibunya adalah Hajar.
- Nabi Ishaq bin Ibrahim alaihissalam. Ibunya adalah Sarah.
- Nabi Ya gub bin Ishag alaihissalam.
- Nabi Yusuf bin Ya’qub alaihissalam.
- Nabi Ayyub alaihissalam.
- Nabi Syw’aib alaihissalam.
- Nabi Harun bin Imran alaihissalam.
- Nabi Musa bin Imran alaihissalam. Beliau adalah saudara kandung Nabi Harun.
- Nabi Yasa’ alaihissalam.
- Nabi Dzulkifli alaihissalam.
- Nabi Daud alathissalam.
- Nabi Sulaiman bin Daud alaihissalam.
- Nabi Ilyas’ alaihissalam. Beliau adalah keponakan Nabi Musa.
- Nabi Yunus bin Mata alaihissalam. Yang diselamatkan Allah dari dalam perut ikan.
- Nabi Zakariya alaihissalam.
- Nabi Yahya bin Zakariya alathissalam. Penghulu orang-orang yang mati syahid, dan yang memimpin mereka masuk ke dalam surga.
- Nabi Isa alaihissalam. Yang diciptakan Allah tanpa bapak.
- Nabi Muhamraad sallallaahu alaihi wasallam. Beliau dinamakan juga Thaaha yang artinya bulan purnama.
Syaikh Nawawi rahimahullah berkata: “Perkataan Syaikh Ahmad ‘Thaha sebagai penutup para nabi‘ maksudnya adalah bahwa Nabi Muhammad sallallaahu alaihi wasallam itu adalah penutup para nabi dan rasul, maka tidak ada lagi nabi sesudahnya selama-lamanya, dan bahwa syariat Beliau berlaku hingga hari kiamat dan menghapus syariat-syariat selainnya, sedang syariat Beliau tidak bisa dihapus oleh syariat yang lain.”
Selanjutnya Syaikh Ahmad Almarzuqi rahimahullah berkata:
Artinya: Semoga salawat dan salam tercurah atas mereka juga kepada keluarga mereka sepanjang masa
PENJELASAN:
Syaikh Nawawi rahimahullah berkata: “Maksud Syaikh Ahmad dalam bait di atas adalah, “Aku memohon kepada-Mu Ya Allah, agar Engkau limpahkan rahmat yang disertai pengagungan kepada mereka sepanjang masa.”
Ismail Alhamidi berkata: “Jika dikatakan bahwa rahmat untuk Nabi itu tetap Beliau peroleh sekalipun tidak kita mintakan.
Jadi memintakan rahmat untuk Beliau itu sama juga dengan memintakan sesuatu yang sudah ada.”
Jawab: “Tujuan dari salawat kita kepada Beliau itu adalah salawat yang belum ada, karena pada setiap waktu itu ada saja salawat yang belum diperoleh, Beliau terus naik ke tingkat kesempurnaan hingga ke tingkat yang tak terbatas.
Menurut pendapat yang sahih. Beliau mendapatkan manfaat dari salawat kita kepadanya.
Namun tidak seharusnya seorang yang membawa salawat bertujuan demikian, tetapi hendaklah ia dengan salawatnya itu berniat tawassul kepada Tuhannya untuk meraih maksudnya.”
Doa untuk para nabi itu tidak boleh dengan selain yang ditawarkan seperti mengucapkan “rahimahullah” (ini tidak boleh) tetapi yang cocok dan pantas bagi hak para nabi dan Rasul adalah doa dengan mengucapkan salawat dan salam.
Sedang lah doa untuk para sahabat, tabiin dan aulia serta masyaikh ada dengan ‘radiyallaahu anhu’. Dan untuk selain mereka adalah dengan doa biasa.









Terjemah Nurud Dholam