Iman Kepada Malaikat
Syaikh Ahmad Almarzuqi rahimahullah berkata:
Artinya: Malaikat yang tidak berbapa dan beribu tidak makan dan tidak minum serta tidak tidur
Syaikh Nawawi rahimahullah berkata: “Wajib (kata Syaikh Ahmad) atas setiap mukallaf meyakini bahwa malaikat alaihimussalam diciptakan Allah tanpa melalui perantara bapa dan ibu, mereka bukan laki-laki dan bukan perempuan serta bukan pula banci.
Barangsiapa meyakini bahwa malaikat itu laki-laki maka dia telah berbuat bidah dan fasik, dalam soal apakah orang tersebut menjadi kafir atau tidak, maka ada dua pendapat (yang mengatakan kafir dan tidak kafir).
Barangsiapa meyakini bahwa malaikat itu perempuan maka dia telah menjadi kafir secara ijmak, karena jantan lebih mulia daripada betina, dan lebih kafir lagi prang yang mengatakan bahwa malaikat itu banci karena lebih rendah kedudukannya dari wanita.”
Para Malaikat itu bukan jin, bukan laki-laki dan bukan perempuan. Mereka tidak makan dan tidak minum, serta tidak tidur dan tidak kawin juga tidak beranak-pinak.
Amal mereka tidak dicatat sebab mereka sendiri adalah pencatat amal, mereka tidak dihisab sebab mereka sendiri adalah tukang hisab: dan tidak ditimbang: amal mereka sebab mereka tidak mempunya dosa.
Mereka akan dibangkitkan bersama golongan jin.
Mereka memberikan syafaat untuk orang-orang yang durhaka.
Mereka bisa dilihat oleh kaum mukminin di dalam surga.
Mereka masuk surga dan menikmati kenikmatan di dalamnya sesuai dengan kehendak Allah.
Demikian dikatakan oleh Sujaimi dan Bajuri.
Sedangkan sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa para malaikat itu nanti di dalam surga, tidak makan, tidak minum dan tidak kawin, sebagaimana keadaan mereka di dunia dahulu.
Pendapat ini mengharuskan bidadari dan wildan demikian juga.
Para malaikat itu merupakan jisim cahaya yang halus yang memiliki ruh. Mereka mampu merubah diri ke dalam berbagai bentuk yang bagus.
Perilaku mereka adalah taat dan tempat tinggal mereka umumnya adalah di langit, ada juga yang tinggal di bumi.
Mereka jujur dalam memberitahukan apa-apa yang berasal dari Allah Taala. Mereka mengucapkan tasbih siang malam tak henti-hentinya.
Mereka tidak pernah mendurhakai Allah dalam segala perintah yang diperintahkan-Nya kepada mereka, dan melaksanakan perintah yang diperintahkan kepada mereka.
Mereka mati pada tiupan sangkala yang pertama kecuali para malaikat pemanggul Arsy dan pemimpin malaikat yang empat, mereka baru mati sesudahnya.
Sebelum tiupan sangkakala yang pertama itu, tidak ada satu pun malaikat yang mati. Kita tidak diharuskan mengetahui hakikat jenis mereka dan dari apa mereka diciptakan.
Yang wajib kita imani secara global adalah bahwa para malaikat itu sangat banyak yang jumlahnya hanya diketahui oleh Allah saja, sedangkan yang disebutkan dalam riwayat namanamanya atau jenisnya maka kita wajib mengimaninya secara rinci, seperti malaikat Jibril dan lain-lain, malaikat pemanggul Arsy, malaikat penjaga, malaikat pencatat amal dan sebagainya.
CABANG:
Wajib atas setiap mukallaf mengetahui tentang wildan. Mereka adalah makhluk yang elok yang menyenangkan bila dipandang. Karena mereka laksana mutiara yang bertebaran. Wajah mereka bersih tidak ditumbuhi bulu sama sekali.
Mereka seperti anak anak di dunia, tidak menjadi tua selama-lamanya, karena itulah mereka disebut wildan. Tidak pernah terlintas di hati mereka untuk berbuat keji. Dan mereka tidak berbapa dan tidak beribu.
Kita juga wajib mengetahui tentang bidadari, yaitu wanita wanita yang diciptakan oleh Allah dengan kudrat-Nya, dari cahaya, tidak berbapa dan tidak beribu.
Konon, mereka kelak akan dinikah oleh orang-orang yang beriman. Mereka belum pernah disentuh oleh manusia atau jin sebelum suami-suami mereka.
Setiap kali suami-suami mereka selesai mencampuri mereka maka mereka kembali perawan lagi.
Kecantikan mereka sangat menakjubkan, laksana mira delima dalam kejernihannya dan mutiara dalam keputihannya.
Sumsum betis mereka tampak dari balik daging, tulang dan daging mereka laksana minuman merah di dalam gelas hijau atau pakaian merah di balik kaca yang putih.
Andaikata sehelai rambut mereka ditampakkan di bumi, niscaya akan menerangi penduduk bumi. Mereka mengenakan tuju puluh macam perhiasan, di atas kepala mereka ada mahkota dari berlian dan mira delima.
Mereka dinamakan huurul ‘ain karena putih matanya sangat putih dan hitam matanya sangat hitam.









Terjemah Nurud Dholam