Hadits

Terjemahan Kitab Muhktarul Ahadits

PELAJARAN KESEPULUH TENTANG KEUTAMAAN WUDHU’

Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu — hingga firman Allah Ta’ala: Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu supaya kamu bersyukur.” (Al-Maidah: 6).

  1. Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan anggota tubuhnya putih berseri-seri karena bekas wudhu. Maka barangsiapa di antara kalian yang sanggup memanjangkan bagian yang putih, hendaklah ia melakukannya. (Hadits riwayat Syaikhain).
  1. Perhiasan orang mukmin mencapai bagian anggota yang dicapai wudhu. (Hadits riwayat Abu Hurairah).
  1. Apabila hamba yang muslim (atau mukmin) berwudhu, lalu membasuh mukanya, keluarlah dari mukanya setiap dosa yang ia pandang dengan matanya bersama air atau bersama tetes air terakhir. Apabila ia membasuh kedua tangannya, keluarlah dari kedua tangannya setiap dosa yang dilakukan oleh kedua tangannya bersama air atau bersama tetes air terakhir. Apabila ia membasuh kedua kakinya, keluarlah setiap dosa yang dijalani oleh kedua kakinya bersama air atau bersama tetes air terakhir hingga ia keluar dalam keadaan bersih dari dosa-dosa.

(Hadits riwayat Abu Hurairah).

  1. Maukah aku tunjukkan kepada kalian amal-amal yang Allah menghapus dosa-dosa dengannya dan mengangkat derajat-derajat? Para sahabat menjawab: Mau, ya rasulullah. Nabi SAW berkata: Menyempurnakan wudhu dalam keadaan yang tidak menyenangkan, banyaknya langkah menuju masjid, menunggu shalat sesudah shalat. Itulah jihad, itulah jihad.

(Hadits riwayat Muslim).

  1. Bersuci itu separuh iman.

(Hadits riwayat Abu Malik Al-Asy’ari).

  1. Tidaklah seseorang dari kalian berwudhu dengan sempurna, kemudian ia berkata: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah sendiri tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, melainkan dibuka baginya delapan pintu surga yang bisa dimasukinya dari pintu manapun yang dikehendakinya.

(Hadits riwayat Muslim).

PELAJARAN KESEBELAS TENTANG KEUTAMAAN SHALAT DAN PEMELIHARAANNYA SERTA ANCAMAN YANG KERAS BILA MENINGGALKANNYA

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. (Al-Ankabut: 45).

Allah Ta’ala berfirman: “Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” (An-Nisa?: 77).

Allah Ta’ala berfirman: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus. (Al-Bayyinah: 5).

  1. Rasulullah SAW bersabda: “Aku disuruh memerangi semua manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Apabila mereka lakukan itu, maka mereka telah melindungi dariku darah dan harta mereka, kecuali dengan hak Islam dan hisab mereka terserah kepada Allah.

(Hadits riwayat Syaikhain dari ibnu Umar).

PELAJARAN KEDUA BELAS TENTANG ADZAN

  1. Rasulullah SAW bersabda: Andaikata orang-orang mengetahui keutamaan pada adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak menemukan jalan untuk mendapatkannya, kecuali dengan mengadakan undian untuknya, niscaya mereka mengadakan undian untuknya. Andaikata mereka mengetahui keutamaan pergi ke masjid di panas yang terik, niscaya mereka berlomba untuk melakukannya. Dan andaikata mereka mengetahui keutamaan jamaah dalam shalat Isya? dan Subuh, niscaya mereka mendatangi keduanya, walaupun dengan merangkak. (Hadits riwayat Syaikhain dari Abi Hurairah).
  1. Para juru adzan adalah orang-orang yang paling panjang lehernya pada hari kiamat. (Hadits riwayat Syaikhain).
  1. Apabila kalian mendengar adzan, maka katakanlah seperti yang dikatakan juru adzan. (Hadits riwayat Syaikhain).
  1. Barangsiapa mengucapkan ketika mendengar adzan: “Ya Allah, pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang berdiri ini, berilah Muhammad wasilah dan keutamaan dan bangkitkan dia dalam kedudukan terpuji yang Engkau janjikan kepadanya, ia pun mendapat syafa’atku pada hari kiamat. (Hadits riwayat Bukhari).
  1. Barangsiapa mengucapkan ketika mendengar adzan: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah sendiri tiada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Aku ridha Allah Tuhanku, Muhammad rasul-Nya dan Islam agamaku.” Maka diampunilah dosanya. (Hadits riwayat Muslim).

PELAJARAN KETIGA BELAS TENTANG KEUTAMAAN SHALAT JAMAAH TERUTAMA DI MASJID

  1. Rasulullah SAW bersabda: “Shalat jama’ah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.” (Hadits riwayat ibnu Umar).

1442  Shalat orang lelaki dalam jama’ah melebihi shalatnya di rumahnya dan pasarnya sebanyak dua puluh lima kali. Hal itu disebabkan apabila ia berwudhu dengan baik, kemudian keluar menuju masjid dan tidak keluar, kecuali untuk shalat, maka tidaklah ia berjalan satu langkah, melainkan diangkat baginya dengan langkah itu satu derajat dan dihapus darinya satu dosa. Apabila ia mengerjakan shalat, malaikat tetap mendoakannya selama ia di dalam shalatnya dan selama ia tidak berhadats. Para malaikat berkata: “Ya Allah, berilah keberkahan padanya, ya Allah rahmatilah dia.” Hamba tetap dalam shalat selama ia menunggu shalat.

(Hadits riwayat Abu Hurairah).

PELAJARAN KEEMPAT BELAS TENTANG KEUTAMAAN SAF PERTAMA DAN ENYEMPURNAKAN SAF-SAF DAN MELURUSKAN

1443  Rasulullah SAW bersabda: Andaikata orang-orang mengetahui keutamaan adzan dan saf pertama, kemudian mereka tidak menemukan jalan untuk mendapatkannya, kecuali dengan mengadakan undian untuknya, niscaya mereka adakan undian untuknya. (Hadits riwayat Abu Hurairah).

  1. Luruskan saf-safmu, karena meluruskan saf termasuk kesempurnaan shalat. (Hadits riwayat Anas).
  1. Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Samurah radiyallahu anhuma ia berkata: Rasulullah SAW keluar menemui kami, lalu beliau berkata: Tidakkah kalian berbaris seperti para malaikat berbaris di sisi Tuhan mereka? Kami berkata: Ya Rasulullah, bagaimana para malaikat berbaris di sisi Tuhan mereka? Nabi SAW menjawab: Mereka menyempurnakan saf pertama dan mereka saling merapat di dalam saf. Sebaik-baik saf kaum lelaki adalah yang pertama dan seburukburuknya adalah saf terakhir. Sebaik-baiknya saf kaum wanita adalah yang terakhir dan seburuk-buruknya adalah yang pertama.

PELAJARAN KELIMA BELAS TENTANG KEUTAMAAN SHALAT SUBUH DAN ASHAR DAN DORONGAN UNTUK MENGHADIRI SHALAT JAMAAH DALAM SHALAT SUBUH DAN ISYA’ DAN KEJELEKAN TIDUR SEBELUMNYA DAN BERBICARA SESUDAHNYA

  1. Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa mengerjakan shalat Subuh dan Ashar, ia pun masuk surga. (Hadits riwayat Syaikhain).
  1. Tidak akan masuk neraka, seseorang yang mengerjakan shalat sebelum matahari naik dan sebelum matahari terbenam (yakni Subuh dan Ashar). (Hadits riwayat Muslim).
  1. Barangsiapa mengerjakan shalat Subuh, ia pun dalam jaminan Allah. Maka lihatlah, hai anak Adam, janganlah sampai Allah menuntutmu atas sesuatu dari jaminan-Nya.

(Hadits riwayat Muslim).

  1. Para malaikat bergantian mengurusi kalian di waktu malam dan di waktu siang. Mereka berkumpul pada waktu shalat Subuh dan Shalat Ashar. Kemudian malaikat yang bermalam di tempat kalian naik dan Allah menanyai mereka, sedangkan Dia lebih tahu tentang mereka: Bagaimana kalian tinggalkan hambahamba-Ku?

Mereka menjawab: Kami tinggalkan mereka ketika mereka mengerjakan shalat dan kami datangi mereka ketika mereka mengerjakan shalat.

(Hadits riwayat Syaikhain).

PELAJARAN KEENAM BELAS TENTANG KEUTAMAAN HARI JUM’AT DAN SHALATNYA DAN MANDI SERTA MEMAKAI WANGI-WANGIAN UNTUKNYA

  1. Rasulullah SAW bersabda: Sebaik-baik hari di atas mana matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke dalam surga dan pada hari itu ia dikeluarkan darinya. Barangsiapa berwudhu dengan baik, kemudian mendatangi shalat Juma’at, lalu mendengarkan khutbah dan diam, diampunilah dosanya antara hari Jum’at itu dan hari Jum’at sebelumnya ditambah tiga hari. Barangsiapa menyentuh (mempermainkan) batu, maka ia telah berbuat sia-sia. Hendaklah orang-orang berhenti dari meninggalkan shalat Jum’at atau Allah akan menutup hati mereka, kemudian mereka akan menjadi orang-orang yang lalai. (Hadits riwayat Muslim).
  1. Apabila seseorang dari kalian, mendatangi shalat Jum’at, hendaklah ia mandi. (Hadits riwayat Syaikhain).

PELAJARAN KETUJUH BELAS TENTANG HAL-HAL YANG MAKRUH DALAM SHALAT DAN PENGHARAMAN LEWAT DI DEPAN MUSHALLI DAN MENGERJAKAN SHALAT SUNNAH SETELAH IMAM MULAI BERKHUTBAH DAN MENGANGKAT KEPALA SEBELUMNYA

  1. Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW melarang bertolak pinggang di dalam shalat dan beliau berkata: Tidak ada shalat di hadapan makanan dan tidak boleh ia menahan kencing dan kentut. (Hadits riwayat Muslim).
  1. Mengapa orang-orang mengangkat pandangan mereka ke arah langit dalam shalat mereka. Perkataannya semakin keras mengenai hal itu hingga beliau berkata: “Hendaklah mereka berhenti melakukan itu atau penglihatan mereka akan di cabut.” (Hadits riwayat Anas).
  1. Andaikata orang yang lewat di depan mushalli mengetahui dosa yang ditanggungnya, niscaya berdiri selama empat puluh (hari) lebih baik baginya daripada lewat di depannya.

(Hadits riwayat Syaikhain). Rawinya berkata: Aku tidak tahu beliau mengatakan: Empat puluh hari atau empat puluh bulan atau empat puluh tahun.

  1. Apabila shalat didirikan, maka tiada shalat selain shalat fardhu. (Hadits riwayat Muslim).
  1. Tidakkah seseorang dari kalian takut apabila ia mengangkat kepalanya sebelum imam, bila Allah menjadikan kepalanya seperti kepala keledai atau menjadikan bentuknya seperti bentuk keledai. (Hadits riwayat Syaikhain).

PELAJARAN KEDELAPAN BELAS TENTANG SUNNAH-SUNNAH RATIBAH, WITIR DAN DHUHA

  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari ibnu Umar r.a., ia berkata: Aku mengerjakan shalat bersama Rasulullah SAW dua rakaat sebelum Dhuhur dan dua raka’at sesudahnya dan dua raka’at sesudah Jum’at dan dua raka’at sesudah Maghrib dan dua raka’at sesudah Isya”.
  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Sayyidah Aisyah r.a., ia berkata: Tidaklah Nabi SAW lebih memperhatikan shalat sunnah yang lebih besar daripada dua raka’at fajar (Subuh).
  1. Diriwayatkan oleh Muslim dari Sayyidah Aisyah pula dari nabi SAW bahwa beliau bersabda: Dua raka’at fajar (Subuh) lebih baik daripada dunia beserta isinya.

PELAJARAN KESEMBILAN BELAS TENTANG SUNNAH WUDHU, TAHIYYAT MASJID DAN SHALAT DHUHA

  1. Rasulullah SAW berkata kepada Bilal: Hai Bilal, ceritakan kepadaku amal paling memberi harapan yang engkau kerjakan dalam Islam, karena aku mendengar suara kedua sandalmu di depanku di surga. Bilal menjawab: Tidaklah aku mengerjakan suatu amal yang lebih aku harapkan daripada kebiasaan bahwa tidaklah aku bersuci dalam suatu saat di waktu malam atau siang, melainkan aku kerjakan dengan wudhu itu shalat yang diwajibkan bagiku untuk aku kerjakan. (Hadits riwayat Abu Hurairah).
  1. Apabila seseorang dari kalian masuk masjid, maka janganlah ia duduk hingga ia kerjakan shalat dua raka’at. (Hadits riwayat Abu Oatadah).
  1. Jadikan akhir shalatmu di waktu malam witir (ganjil). (Hadits riwayat ibnu Umar).
  1. Kekasihku (Muhammad) SAW berwasiat kepadaku agar aku berpuasa tiga hari dari setiap bulan dan mengerjakan shalat Dhuha dua raka’at dan aku kerjakan shalat witir sebelum tidur. (Hadits riwayat Abu Hurairah).

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker