HURUF ZAYI
- Seorang lelaki menjenguk seorang saudaranya di sebuah desa. Kemudian Allah mengutus seorang malaikat untuk mengikutinya di jalannya. Malaikat itu berkata: Hendak ke mana engkau? Ia menjawab: Aku hendak mengunjungi saudaraku di desa ini. Malaikat itu berkata: Apakah dia mempunyai jasa padamu yang kamu pelihara? Orang itu menjawab : Tidak. Akan tetapi aku mencintainya demi Allah. Malaikat berkata: Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintainya.
(Hadits riwayat Syaikain).
- Berziarahlah kalian ke kuburan supaya kalian ingat akhirat dan mandikanlah orang mati, karena mengurusi jasad yang tidak beryawa adalah nasihat yang ampuh. Dan shalatilah jenazah, barangkali hal itu membuatmu sedih, karena orang yang sedih itu berada di naungan Allah pada hari kiamat dan mendapat setiap kebaikan. (Hadits riwayat Al-Hakim).
- Berkunjunglah kadang-kadang, niscaya bertambah kecintaanmu. (Hadits riwayat Thabarani).
- Kawinkanlah putra-putra dan putri-putrimu dan hiasilah putri-putrimu dengan emas dan perak. Berilah mereka pakaian yang baik dan berbuatlah baik kepada mereka dengan suatu pemberian supaya mereka disukai. (Hadits riwayat Al-Hakim).
- Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu. (Hadits riwayat Al-Hakim).
- Hiasilah hari-hari rayamu dengan takbir, tahmid dan taqdis. (Hadits riwayat Thabarani).
- Orang yang berzina dengan istri tetangganya, Allah tidak melihat kepadanya pada hari kiamat dan tidak menyucikannya dan berkata kepadanya: “Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk.” , (Hadits riwayat Ad-Dailami).
- Kezuhudan terhadap dunia bukanlah dengan mengharamkan yang halal dan menghamburkan harta, tetapi kezuhudan terhadap dunia ialah engkau tidak lebih percaya kepada apa yang ada di tanganmu daripada apa yang di tangan Allah dan engkau lebih menyukai pahala musibah bila engkau mengalaminya seandainya musibah itu dikekalkan padamu. (Hadits riwayat Tirmidzi).
- Zuhud terhadap dunia menenangkan hati dan badan dan kesukaan terhadap dunia memperbanyak kesusahan dan kesedihan dan pengangguran membuat hati menjadi keras. (Hadits riwayat Al-Oudha’iy dari ibnu Umar).





One Comment