PELAJARAN KEDUA TENTANG KEUTAMAAN IKHLAS DAN PENGHARAMAN RIYA’
Allah Ta’ala berfirman: “Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Al-Bayyinah: 5).
- Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya amalamal itu harus dengan niat dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya, maka hijranya berlaku kepada Allah dan rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya untuk mendapatkan kesenangan dunia atau menikahi seorang perempuan, maka hijrahnya berlaku kepada apa yang menjadi tujuan hijrahnya. (Hadits riwayat Syaikhain dari Umar).
- Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak melihat kepada tubuhmu dan tidak pula kepada bentukmu, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal-amalmu. (Hadits riwayat Muslim dari Abi Hurairah).
- Sesungguhnya Allah menulis kebaikan-kebaikan dan dosa-dosa, kemudian menjelaskan hal itu dalam kitab-Nya. Maka siapa yang ingin berbuat kebaikan, tetapi tidak mengerjakannya, Allah menulisnya di sisi-Nya satu kebaikan penuh. Jika ia ingin berbuat kebaikan, lalu mengerjakannya, maka Allah menulisnya di sisi-Nya sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali hingga berlipatlipat kali. Dan siapa yang ingin berbuat dosa, tetapi tidak mengerjakannya, maka Allah menulisnya di sisi-Nya satu kebaikan penuh. Jika ia ingin berbuat dosa, lalu mengerjakannya, maka Allah menulisnya satu dosa.
(Hadits riwayat Syaikhain dari ibnu Abbas).
1409 Barangsiapa beramal untuk mencari ketenaran, maka Allah mencemarkannya (di hari kiamat). Dan siapa yang beramai karena riya’, maka Allah menampakkan isi hatinya di hadapan orang banyak (pada hari kiamat). (Hadits riwayat Syaikhain).





One Comment