Hadits

Terjemahan Kitab Muhktarul Ahadits

  1. Apabila Allah memberimu harta, hendaklah ditunjukkan bukti nikmat Allah atasmu dan kemuliaan-Nya. (Hadits riwayat Al-Hakim dari ayah Abil Ahwash).
  1. Apabila kalian mendatangi shalat, hendaklah kalian berjalan dengan tenang. Bagian mana yang kalian dapati dari shalat itu, maka kerjakanlah. Dan bagian mana yang ketinggalan, maka sempurnakanlah. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).
  1. Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia mengujinya untuk mendengar doanya yang khusyu?. (Hadits riwayat Baihagi dari Abi Hurairah).
  1. Apabila orang lelaki mengerjakan shalat dengan baik, lalu menyempurnakan rukuk dan sujudnya, maka shalat berkata: Semoga Allah memeliharamu seperti engkau memeliharaku. Kemudian shalat itu diangkat.

Apabila ia kerjakan shalat dengan cara yang salah, sehingga tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya, shalat berkata: Semoga Allah menyia-nyiakanmu seperti engkau menyia-nyiakan aku. Kemudian shalat itu dilipat seperti melipat baju yang usang, lalu dipukulkan pada wajahnya. (Hadits riwayat Ath-Thayalisi dari Ubadah bin Shamit).

  1. Apabila juru adzan menyerukan adzan pada hari Jum’at, maka diharamkan bekerja. (Hadits riwayat Ad-Dailami).
  1. Apabila engkau mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti wudhumu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisimu yang kanan, kemudian ucapkanlah: “Ya Allah, aku serahkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku perlindungkan punggungku kepada-Mu dengan penuh harap dan rasa takut kepada-Mu, tidak ada tempat berlindung dan tidak ada tempat menyelamatkan diri dari-Mu, kecuali kembali kepadaMu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan dan nabi-Mu yang Engkau utus.” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).
  1. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, Dia jadikan kekayaannya dalam jiwanya dan ketakwaannya dalam hatinya. Apabila Allah menghendaki kejelekan bagi seorang hamba, maka Dia jadikan kemiskinannya di antara kedua matanya. (Hadits riwayat Al-Hakim dari Abi Hurairah).
  1. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hamba, Dia menjadikannya pandai tentang agama dan menjadikannya zuhud terhadap kesenangan dunia serta menjadikannya melihat kejelekan-kejelekannya. (Hadits riwayat Baihagi dari Anas).
  1. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, Dia segerakan hukuman baginya di dunia. Dan apabila Allah menghendaki kejelekan bagi hamba-Nya, Dia menangguhkan hukuman atas dosanya hingga menghukumnya pada hari kiamat. (Hadits riwayat Thabarani dari Ammar bin Yasir).
  1. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, Dia pun membuka penutup hatinya, dan menetapkan keyakinan dan kebenaran di dalamnya. Dia jadikan hatinya memahami jalan yang di tempuhnya dan menjadikan hatinya bersih dan lidahnya berkata benar, perilakunya lurus dan menjadikan telinganya mendengar dan matanya melihat (kebenaran). (Hadits riwayat Abu Asy-Syeikh dari Abi Dzarr).
  1. Apabila Allah ingin melaksanakan keputusan dan takdirNya, Dia mencabut akal dari orang yang berakal hingga berlaku keputusan dan takdir-Nya pada mereka. Apabila sudah menetapkan keputusan-Nya, Dia kembalikan akal mereka dan terjadilah penyesalan. — (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Anas).
  1. Apabila engkau ingin melakukan suatu perkara, pikirkan akibatnya. Jika baik akibatnya, maka lakukanlah. Jika buruk akibatnya, berhentilah. (Hadits riwayat ibnul Mubarak).
  1. Apabila engkau ingin mengerjakan suatu urusan, hendaklah engkau pikirkan dengan tenang hingga Allah menunjukkan kepadamu jalan keluar darinya. (Hadits riwayat Bukhari).
  1. Apabila engkau ingin menyebut kejelekan-kejelekan orang lain, ingatlah kejelekan-kejelekan dirimu. (Hadits riwayat Ar-Rafi’i).
  1. Apabila engkau ingin Allah mencintaimu, bencilah dunia. Dan apabila engkau ingin orang-orang mencintaimu, maka berikanlah kelebihan dunia yang ada padamu kepada mereka. (Hadits riwayat Al-Khatib dari Rub’iy bin Kharrasy secara mursal).
  1. Apabila orang lelaki bangun di waktu malam dan membangunkan istrinya dan keduanya mengerjakan shalat dua raka’at, maka keduanya ditulis dalam golongan orang-orang lelaki dan perempuan yang banyak mengingat Allah. (Hadits riwayat ibnu Hibban dari Abi Said). “
  1. Apabila seseorang dari kamu bangun dari tidurnya, hendaklah ia mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah mengembalikan ruhku kepadaku dan memberiku kesehatan pada tubuhku dan mengizinkan bagiku untuk menyebut-Nya.” (Hadits riwayat ibnu Sunni dari Abi Hurairah).
  1. Apabila engkau mengeluh sakit, letakkan tanganmu pada anggota yang engkau keluhkan, kemudian ucapkanlah: “Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejelekan rasa sakitku yang aku rasakan ini.” Kemudian angkatlah tanganmu, kemudian ulangilah perbuatan itu sebanyak bilangan ganjil. (Hadits riwayat Tirmidzi dari Anas).
  1. Apabila seseorang dari kamu ditimpa musibah, hendaklah ia mengucapkan: “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’un (Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesungguhnya kepadaNya kita kembali).”

Ya Allah, aku harapkan pahala disisi-Mu atas musibahku, maka berilah aku pahala pada musibah itu dan berilah ganti bagiku yang lebih baik daripada musibah itu. (Hadits riwayat ibnu Majah dari Abi Salamah).

  1. Apabila kalian memasuki waktu pagi, maka ucapkanlah: “Ya Allah, dengan kehendak-Mu kami memasuki waktu pagi, dengan kehendak-Mu kami memasuki waktu sore, dengan kehendak-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati dan kepada-Mu tempat kembali.” (Hadits riwayat ibnu Majah dari Abi Hurairah).
  1. Apabila engkau berbaring, maka katakanlah: “Dengan nama Allah, aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemarahan-Nya, dan hukuman-Nya dan kejahatan hamba-hamba-Nya dan dari godaan syaitan dan dari kehadiran mereka. (Hadits riwayat Abu Nashr As-Sajari dari Umar).
  1. Apabila engkau diberi sesuatu makanan tanpa meminta, maka makanlah dan bersedekahlah. (Hadits riwayat Nasa’iy dari ibnu Umar).
  1. Apabila seseorang dari kamu berbuka, hendaklah ia berbuka dengan kurma, karena kurma itu barokah. Jika ia tidak menemukan kurma, maka hendaklah ia berbuka dengan air, karena air itu menyucikan. (Hadits riwayat Al-Imam Ahmad).

74.Apabila orang lelaki makan sedikit, maka perutnya Jipenuhi cahaya. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Abi Hurairah).

  1. Apabila diserukan igamah untuk shalat dan makanan malam sudah hadir, maka mulailah dengan makan malam. (Hadits riwayat Syaikhain (Bukhari dan Muslim)).

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker