Hadits

Terjemahan Kitab Muhktarul Ahadits

PELAJARAN KEENAM PULUH SATU TENTANG BERBAKTI KEPADA IBU BAPAK DAN PENGHARAMAN DURHAKA KEPADA KEDUANYA

Allah Ta’ala berfirman: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaikbaiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil.” (Al-Isra”: 23-24).

  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari ibnu Mas’ud, ia berkata: Aku bertanya kepada Nabi SAW: Amal apakah yang paling disukai Allah Ta’ala?

Nabi SAW menjawab: Shalat pada waktunya.

Aku berkata: Kemudian apa? Nabi SAW menjawab: Berbakti kepada ibu bapak.

Aku berkata: Kemudian apa? Nabi SAW menjawab: Berjihad di jalan Allah.

PELAJARAN KEENAM PULUH DUA TENTANG MENUNTUT KEADILAN DI ANTARA ANAK-ANAK

  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari An-Nu’man bin Basyir bahwa bapaknya membawanya kepada Rasulullah SAW, lalu ia berkata: Aku memberi putraku ini seorang budak milikku. Maka Rasulullah SAW berkata: Apakah engkau lakukan kepada anak-anakmu semuanya? Bapakku menjawab: Tidak. Nabi SAW berkata: Takutlah kepada Allah dan berbuatlah adil kepada anak-anakmu. Maka bapakku kembali dan mengambil lagi sodagoh itu.

PELAJARAN KEENAM PULUH TIGA TENTANG HAK SUAMI ISTRI DAN WASIAT AGAR BERLAKU BAIK KEPADA ISTRI DAN PENDIDIKAN ANAK-ANAK

Allah Ta’ala berfirman: “Kaum lelaki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Oleh sebab itu, maka wanita yang shalihah ialah yang taat kepada kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah memelihara (mereka).” (An-Nisa’: 34).

Allah Ta’ala berfirman: “Dan bergaullah dengan mereka (para istri) secara patut.” (An-Nisa’: 9).

Allah Ta’ala berfirman: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (Thaha: 132).

Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, lindungilah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (At-Tahrim: 6).

  1. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila orang lelaki memanggil istrinya ke tempat tidurnya, tetapi tidak mendatanginya hingga suaminya marah kepadanya, maka para malaikat melaknatnya hingga ia memasuk waktu pagi. (Hadits riwayat Syaikhain).

PELAJARAN KEENAM PULUH EMPAT  TENTANG PENGHARAMAN MAKAN HARTA ANAK YATIM DAN BERUAT BAIK KEPADA JANDA DAN ORANG MISKI

Allah Ta’ala berfirman: “Adapun terhadap anak yatim, maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta, maka janganlah kamu membentaknya.” (Adh-Dhuha: 9-10).

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (An-Nisa”: 10).

  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda: Jauhilah tujuh perbuatan yang membinasakan.

Para sahabat berkata: Apakah itu, ya Rasulallah?

Nabi SAW menjawab: Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah, kecuali dengan alasan yang benar, makan riba, makan harta anak yatim, melarikan diri dari peperangan, dan menuduh wanita yang terpelihara dan beriman yang lengah.

  1. Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang menyantuni janda dan orang miskin adalah seperti orang yang berjihad di jalan Allah.” (Hadits riwayat Syaikhain).

PELAJARAN KEENAM PULUH LIMA TENTANG PENGHARAMAN MENYENDIRI DENGAN WANITA YANG BUKAN MAHRAMNYA DAN MEMANDANG LAKI-LAKI YANG MULUS WAJAHNYA DAN TAMPAN

Allah Ta’ala berfirman: “Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri nabi), maka mintalah dari belakang tabir.” (Al-Ahzab: 53).

Allah Ta’ala berfirman: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” (An-Nur: 30).

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya.” (Al-Isra”: 36).

Allah Ta’ala berfirman: “Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (Al-Mu’min: 19).

  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah seseorang dari kamu menyendiri dengan seorang perempuan, melainkan bersama mahramnya. (termasuk menyendiri dengan perempuan yang bukan mahramnya adalah menyendiri dengan laki-laki yang mulus mukanya (tidak berambut) dan tampan).

PELAJARAN KEENAM PULUH ENAM TENTANG SILATURRAHIM DAN WASIAT MENGENAI TETANGGA

Allah Ta’ala berfirman: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, para kerabat, anak yatim, orang-orang miskin tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil (musafir) dan hamba sahayamu.” (An-Nisa’: 36).

  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurarrah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan makhluk hingga ketika selesai dari mereka, rahim berdiri. Ia berkata: Ini adalah keadaan orang yang berlindung kepada-Mu dari pemutusan silaturrahim (hubungan kekerabatan). Allah berkata: Ya. Tidakkah engkau senang bila Aku menyambung hubungan dengan orang yang menyambung hubungan denganmu dan memutuskan hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu?

Rahim menjawab: Ya, aku senang.

Allah berkata: Itu adalah untukmu.

PELAJARAN KEENAM PULUH TUJUH TENTANG ANJURAN BERWAJAH RIANG DAN BERKATA BAIK .

Allah Ta’ala berfirman: “Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan dwi dari sekelilingmu.” (Ali Imran: 159).

  1. Rasulullah SAW bersabda: “Hindarilah api neraka, walaupun dengan menyedekahkan separuh butir kurma. Barangsiapa tidak menemukannya, maka dengan perkataan yang baik.”

PELAJARAN KEENAM PULUH DELAPAN TENTANG LARANGAN SALING MEMBENCI, SALING MENDENGKI DAN MENYAKITI ORANG MUKMIN

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara.” (Al-Hujurat: 10).

Allah Ta’ala berfirman: “Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya?” (An-Nisa’: 54).

Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman.” (Al-Hujuraat: 11).

  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abdullah bin Umar, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Orang muslim (sejati) ialah orang yang tidak mengganggu kaum muslimin lainnya dengan lidah (perkataan) dan tangannya, sedangkan orang yang hijrah ialah siapa yang meninggalkan segala yang dilarang Allah. Nabi SAW bersabda: “Janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling menjauhi dan jangan saling memutus hubungan dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal bagi seorang muslim untuk memutus hubungan dengan saudaranya lebih dari tiga hari.

PELAJARAN KEENAM PULUH SEMBILAN TENTANG KAU MUSLIMIN YANG LEMAH DAN KAUM FAKIR MEREKA

Allah Ta’ala berfirman: “Dan bersabarlah kamu bersamasama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini.” (Al-Kahfi: 28).

  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Haritsah bin Wahab, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Maukah aku beritahukan kalian tentang penghuni surga? Ia adalah setiap orang yang lemah dan dianggap lemah, andaikata ia bersumpah demi Allah, niscaya Allah memenuhi sumpahnya. Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang penghuni neraka? Ia adaah setiap orang yang kaku kasar, sombong dan suka membanggakan diri.

ELAJARAN KETUJUH PULUH TENTANG PUJIAN TERHADAP AKHLAK YANG BAIK, SIFAT PEMAAF DAN SIKAP LEMBUT

Allah Ta’ala berfirman: “Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ali Imran: 134).

Allah Ta’ala berfirman: “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Al-A’raf: 199).

Allah Ta’ala berfirman: “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolakkah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara kamu dan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi kawan yang sangat setia.

Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan, melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan, melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (Fushshilat: 34-35).

  1. Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abdullah bin Umar, ia berkata Rasulullah SAW tidak suka berbuat buruk dan berkata buruk. Beliau bersabda: Sesungguhnya termasuk orang-orang baik di antara kamu adalah yang terbaik akhlaknya.
  1. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah bersifat lembut dan menyukai kelembutan dalam semua urusan.” (Hadits riwayat Aisyah).

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker