PELAJARAN KEDUA PULUH TENTANG ANJURAN SHALAT MALAM DAN SHALAT DI MALAM OADAR DAN SHALAT MALAM DI BULAN RAMADHAN (TARAWIH) DAN ANJURAN MENGERJAKAN SHALAT SUNNAH DI RUMAH l
Allah Ta’ala berfirman: “Dan pada sebagian malam hari kerjakanlah shalat tahajjud olehnya sebagai tambahan ibadah bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Al-Isra?: 79).
Allah Ta’ala berfirman: “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya.” (As-Sajdah: 16).
Allah Ta’ala berfirman: “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.” (Adz-Dzariyaat: 16).
- Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Sayyidah Aisyah ra, ia berkata: Adalah Nabi SAW mengerjakan shalat malam hingga pecah-pecah kedua telapak kakinya. Maka aku katakan kepadanya: Mengapa engkau lakukan ini, ya rasulullah, sedangkan telah diampuni bagimu dosamu yang terdahulu dan yang kemudian? Nabi SAW menjawab: Bukankah aku harus menjadi seorang hamba yang bersyukur?
- Puasa yang paling utama sesudah Ramadhan adalah di bulan Allah Muharram dan shalat paling utama sesudah shalat fardhu adalah shalat malam. (Hadits riwayat Muslim).
- Adalah Rasulullah SAW mengerjakan shalat sebelas raka’at (di waktu malam). Beliau sujud selama seseorang dari kalian membaca 50 ayat sebelum mengangkat kepalanya dan mengerjakan dua raka’at sebelum shalat Subuh, kemudian berbaring di atas sisinya yang kanan hingga datang kepadanya juru adzan menyerukan igamah untuk shalat. (Hadits riwayat Bukhari).
- Nabi SAW mengerjakan shalat malam dua raka’at dua raka’at dan mengerjakan shalat witir satu raka’at. (Hadits riwayat Syaikhain dari ibnu Umar).
- Barangsiapa mengerjakan shalat malam di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, diampunilah dosanya yang terdahulu. (Hadits riwayat Abu Hurairah).
- Barangsiapa mengerjakan shalat malam Qadar dengan penuh iman dan mengharap pahala diampunilah dosanya yang terdahulu.
(Hadits riwayat Syaikhain).
1470 Carilah malam Qadar dalam sepuluh malam terakhir yang ganjil dari bulan Ramadhan. (Hadits riwayat Bukhari).
PELAJARAN KEDUA PULUH SATU TENTANG MENGANTARKAN JENAZAH
Allah Ta’ala berfirman: (Demikianlah keadaan orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku berbuat amal yang baik terhadap yang aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (Al-Mw’minun: 99-100).
Allah Ta’ala berfirman: “Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Al-Mu’minun: 115).
- Diriwayatkan oleh Muslim dari Auf bin Malik r.a., ja berkata: Rasulullah SAW menshalati jenazah’, maka aku hafal dari doanya, yaitu beliau mengatakan: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia dan maafkanlah dia.
Muliakanlah tempatnya, lapangkanlah tempat masuknya dan cucilah dia dengan air, salju dan embun, dan bersihkanlah dia dari dosa-dosa seperti Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantilah baginya rumah yang lebih baik daripada rumahnya, keluarga yang lebih baik daripada keluarganya, dan istri yang lebih baik daripada istrinya, masukkan dia ke dalam surga, lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka.
PELAJARAN KEDUA PULUH DUA TENTANG PERBUATAN YANG DIANJURKAN KETIKA MENGHADAPI ORANG YANG AKAN MENINGGAL DAN MAYIT KETIKA MENINGGAL
- Diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Said Al-Khudri ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Talginilah orang mati di antara kalian dengan ucapan: “Laa ilaha illallahu.”
- Diriwayatkan oleh Muslim dari Ummi Salamah r.a,, ia berkata: Rasulullah SAW masuk kepada Abi Salamah yang telah payah penglihatannya. Lalu Nabi SAW memejamkannya, Kemudian beliau berkata: Sesungguhnya ruh itu apabila dicabut, ia pun diikuti oleh pandangan. Maka ributlah orang-orang dari keluarganya. Kemudian Nabi SAW berkata: Janganlah kalian mendoakan diri kalian, kecuali dengan kebaikan, karena para malaikat mengamini apa yang kalian ucapkan. Kemudian beliau berkata: “Ya Allah, ampunilah Abi Salamah, angkatlah derajatnya di antara orang-orang yang mengikuti kebenaran dan gantilah dia dalam keturunannya di antara orang-orang yang masih hidup dan ampunilah kami dan dia, wahai Tuhan semesta alam, dan lapangkanlah baginya kuburnya dan terangilah baginya dalam kuburnya.
- Diriwayatkan oleh Muslim dari Ummi Salamah, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah seorang hamba ditimpa musibah, lalu ia berkata: Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uunn. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku dan gantilah bagiku yang lebih baik daripadanya, melainkan Allah Ta’ala memberinya pahala dalam musibahnya dan mengganti baginya yang lebih baik daripada musibah itu.
Ketika Abu Salamah wafat, aku katakan sebagaimana Rasulullah SAW menyuruhku. Maka Allah memberiku ganti yang lebih baik daripadanya, yaitu Rasulullah SAW.
PELAJARAN KEDUA PULUH TIGA TENTANG PENGHARAMAN MERATAPI MAYIT DAN MENAMPAR PIPI
- Nabi SAW bersabda: Mayit disiksa dalam kuburnya karena ratapan yang dilakukan atasnya. (Menurut ulama bila ia berwasiat agar diratapi : pen). (Hadits riwayat Syaikhain).
- Bukanlah termasuk golongan kami siapa yang menampar pipi, merobek baju dan berseru dengan seruan jahiliah. (Hadits riwayat ibnu Mas’ud).
PELAJARAN KEDUA PULUH EMPAT TENTANG PENGHARAMAN BERKABUNGNYA WANITA LEBIH DA’ TIGA HARI, KECUALI TERHADAP SUAMINYA
- Diriwayatkan oleh Syaikain dari Zainab binti Abi Salamah r.a., ia berkata: Aku masuk kepada Ummi Habibah r.a., istri Nabi SAW ketika ayahnya meninggal dunia (yaitu Abu Sufyan bin Harb). Kemudian ia menyuruh mengambil minyak wangi yang mengandung za’faran atau lainnya lalu memakai minyak itu kemudian mengoleskannya pada kedua pipinya, kemudian berkata: Demi Allah, aku tidak membutuhkan minyak wangi, tetapi Aku mendengar Rasulullah SAW berkata di atas mimbar: Tidak halal bagi seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkabung atas orang mati lebih dari tiga malam, kecuali terhadap suami selama empat bulan sepuluh hari.
PELAJARAN KEDUA PULUH LIMA TENTANG ANJURAN MENGINGAT MATI DAN KEJELEKAN MENGHARAPKANNYA
Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?”
Dan Allah sekali-kali tidak akan menanguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Munafiqun: 9 -11).
- Diriwayatkan oleh Bukhari dari ibnu Umar r.a., ia berkata: Rasulullah SAW memegang pundakku, lalu berkata: Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau orang yang lewat di jalan. Adalah ibnu Umar berkata: Apabila engkau memasuki waktu sore, janganlah menunggu pagi. Jika engkau memasuki waktu pagi, janganlah menunggu sore. Gunakanlah masa sehatmu untuk menghadapi masa sakitmu dan gunakanlah masa hidupmu untuk menghadapi kematianmu.
1479.Diriwayatkan oleh Syaikhain dari ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah hak seorang muslim mempunyai sesuatu untuk diwasiatkan dan bermalam dua malam, melainkan wasiatnya tertulis di sisinya.
- Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah r.a., bahwa Rasulullah SAW bersabda: Janganlah seseorang dari kalian mengharapkan kematian. Apabila ia seorang yang baik, barangkali bertambah kebaikannya. Apabila ia seorang yang buruk kelakuannya, barangkali ia meminta keridhaan.
Ini lafadz Imam Bukhari.
Dalam riwayat Muslim: Janganlah seseorang dari kalian mengharapkan kematian dan berdoa dengannya sebelum kematian datang kepadanya. Karena apabila dia mati, terputuslah amalnya dan tidaklah umur orang mukmin menambah selain kebaikan.
PELAJARAN KEDUA PULUH ENAM ENTANG MENDOAKAN ORANG YANG SUDAH MATI, BERSEDEKAH UNTUKNYA DAN MEMUJINYA
Allah Ta’ala berfirman: “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu daripada kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” (Al-Hasyr: 10).
- Diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Apabila manusia mati, terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: sodagoh yang terus mengalir atau ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakannya.
- Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Anas r.a., ia berkata: Orang-orang melewati jenazah dan mereka memujinya. Maka Nabi SAW berkata: Wajiblah baginya. Kemudian lewat rombongan lainnya membawa jenazah. Para sahabat menyebut kejelekannya. Maka Nabi SAW berkata: Wajiblah baginya. Kemudian Umar bin Khaththab berkata: Apa yang wajib? Nabi SAW menjawab: Yang ini kalian memujinya. Maka wajiblah surga baginya. Yang ini kalian menyebut kejelekannya, maka wajiblah neraka Jahanam baginya. Kalian adalah saksi-saksi Allah di bumi.
PELAJARAN KEDUA PULUH TUJUH TENTANG ANJURAN ZIARAH KUBUR BAGI ORANG LELAKI, LARANGAN MENEMBOKNYA DAN MEMBANGUN DI ATASNYA, SHALAT NGHADAP KEPADANYA DAN DUDUK.
Allah Ta’ala berfirman: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali Imran: 185).
- Rasulullah SAW bersabda: “Aku dulu melarang kalian menziarahi kuburan, tetapi sekarang berziarahlah ke kuburan. Dalam suatu riwayat: Maka siapa yang ingin menziarahi kuburan, hendaklah ia menziarahinya, karena kuburan mengingatkan kepada akhirat. (Hadits riwayat Muslim).
- Diriwayatkan oleh Muslim dari Sayyidah Aisyah r.a., ia berkata: Adalah Rasulullah SAW pada setiap hari gilirnya dari Rasulullah SAW keluar menuju Bagi”. Beliau mengucapkan: Semoga keselamatan atas kalian penghuni kubur kaum mukminin dan telah datang kepada kalian apa yang dijanjikan dan kalian diberi penangguhan besok dan jika Allah menghendaki kami akan menyusul kalian. Ya Allah, ampunilah penghuni Bagi” AlGhargad.
- Diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir r.a., ia berkata: Rasulullah SAW melarang menembok kuburan dan duduk di atasnya serta mendirikan bangunan di atasnya.
PELAJARAN KEDUA PULUH DELAPAN TENTANG MENJENGUK ORANG SAKIT DAN DOA YANG DIUCAPKAN UNTUKNYA
- Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Al-Barro” r.a., ia berkata: Rasulullah SAW menyuruh kami menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, mendoakan orang bersin, melaksanakan sumpah, menolong orang teraniaya, memenuhi undangan dan menyebarkan salam.
- Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Hak orang muslim pada orang muslim ada lima: yaitu menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, memenuhi undangan dan mendoakan orang bersin.
- Diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah azza wa jalla berkata pada hari kiamat: Hai anak Adam, aku sakit, tetapi engkau tidak menjenguk-Ku.
Manusia berkata: Ya Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau Tuhan semesta alam?
Allah menjawab: Tidaklah engkau tahu bahwa hamba-Ku si Fulan sakit, tetapi engkau tidak menjenguknya? Tidakkah engkau tahu bahwa andaikata engkau menjenguknya, niscaya engkau dapati Aku di sisinya?
- Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abi Musa AlAsy’ari r.a., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Rasulullah SAW bersabda: Jenguklah orang sakit, berilah makan orang lapar dan bebaskan tawanan.
PELAJARAN KEDUA PULUH SEMBILAN TENTANG KESABARAN
Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu).” (Ali Imran: 200).
Allah Ta’ala berfirman: “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Bagarah: 155).
Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar: 10).
- Diriwayatkan oleh Syaikhain dari Abi Said AlKhudri r.a.: bahwa beberapa orang Anshar meminta pada Rasulullah SAW, maka beliau memberi mereka. Kemudian mereka meminta kepadanya dan beliau memberi mereka hingga habis apa yang ada padanya. Maka beliau berkata kepada mereka, ketika menafkahkan segala sesuatu yang ada di tangannya: Kebaikan apa pun yang ada, aku tidak akan menyimpannya dari kalian. Barangsiapa yang memelihara diri, Allah menjadikannya terpelihara. Siapa yang tidak suka meminta, Allah mencukupinya. Dan siapa yang berusaha untuk sabar, maka Allah menjadikannya sabar. Tidaklah seseorang diberi pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.
- Diriwayatkan oleh Muslim dari Shuhaib r.a., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Sungguh mengherankan urusan orang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah kebaikan dan hal itu tidak terdapat selain pada orang mukmin. Jika mengalami kesenangan, ia bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan baginya. Jika ia mengalami kesusahan, ia bersabar, maka hal itu adalah kebaikan baginya.
- Pertolongan datang bersama kesabaran, kebebasan itu bersama kesusahan dan sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
(Hadits riwayat ibnu Najjar dari Anas).









One Comment